
Hari ini semua berkumpul di ruang tamu karena sedang membicarakan tentang pernikahan Ezra dan Dita..
Erza sedari tadi melihat Dita dengan tatapan amarah nya, sedangkan Dita hanya bisa terdiam ia teringat lagi dengan ucapan Ezra jika pernikahan ini benar² terjadi maka Ezra akan membalasnya..
"Jadi bagaimana suami ku apa keputusan ku benar?"
"iya sayang keputusan kamu benar..aku setuju" ucap suaminya Nesya yg bernama Hendra..sebenar nya ia sudah tau jika Dita akan menikah dengan putra nya Ezra karna selama ini dia ikut adil mengikuti rencana istrinya...
"dengar Ezra..papah kamu sudah setuju, jadi kamu tidak ada hak untuk menolaknya lagi"
"huh? mah..kok jadi Ezra gk punya hak sih? kan ini kehidupan Ezra yg akan memutuskan Ezra harus menikah dengan siapa? yah harus Ezra lah" ucap Ezra tidak mau kalah..
"Ezra..kamu mau menolak lagi menikah dengan Dita?"
"iya! dan keputusan itu sudah bulat"
"baik..kalau begitu mamah bakal pergi sekarang juga" Nesya mulai melangkah pergi tapi di tahan Hendra..
"biar papah yg bicara kepada Ezra mah.."
ucap Hendra dan di tanggapi oleh tatapan Nesya yg mengatakan harus berhasil membuat Ezra menyetujui nya, Hendra pun mengerti tatapan itu dan segera berbicara dengan putra nya Ezra..
"Ezra..papah minta kamu menikah dengan Dita"
"tapi pah..."
"kamu mau jadi anak duhaka?! dan kamu mau menjadi lelaki yg tidak bertanggung jawab?!"
__ADS_1
"apasih pah..kok bawa pertanggung jawaban? emang Ezra ngapain dia?"
"kamu tidur dengan nya?!"
"cuma tidur pah..ngk lebih, lagian juga Ezra yakin gak akan melakukan hal yg itu..apalagi dengan wanita seperti dia"
"emang kamu tau?"
"Ezra gk tau pah..cuma Ezra yakin"
"kamu bisa seyakin ini padahal kamu tidak tidak tau kejadian sebenarnya! sudah lah papah akan bertanya kepada Dita, apa yg telah kau lakukan dengan nya?"
"Dita jawab saya, apa kah Ezra melakukan sesuatu kepada mu semalam?"
Dita bingung untuk menjawab apa, tak sengaja ia menatap Nesya yg mengatakan untuk berkata bohong kepada Hendra..yah walaupun Hendra tau sebenar nya mereka berdua tidak melakukan apa² semalam..dengan menangis Dita berkata..
"iya tuan..tuan Ezra melakukan nya dengan saya"
"Ezra diam...papah bertanya kepada Dita bukan kamu!"
"tapi pah dia bohong!!"
"Diam!! Dita..kamu yakin?"
"iya tuan" Dita terpaksa berbohong kemudian menundukan kepala nya.
"baiklah...keputusan mamah kamu benar Ezra kalian harus menikah dan Ezra papah harap kamu menjadi pria sejati.."
__ADS_1
setelah mengatakan Hendra dan Nesya pergi meninggalkan Dita dan Ezra...
"hahaha! Kamu sebenarnya mau apa sih Uang! saya bakalan kasih berapa pun yg kau mau, tapi kamu harus pergi dari sini sekarang juga!"
Dita hanya bisa diam tanpa berani menjawab perkataan nya..
"kenapa diam! tadi di tanya sama papah..mulut Lo lancar aja..sekarang? gua tanya lo diam!! apa mulut lo seketika kena lem sampai gak bisa bicara!!!" tanya Ezra dengan amarah nya
tapi Dita tetap saja diam dan ingin segera pergi dari hadapan Ezra
"gua nyuruh lo bicara! bukan pergi" ucap nya mencengkram tangan Dita dengan kuat.
"sakit..tuan"
"oh? sekarang baru bisa bicara yah.. jadi rupanya lo harus di kasarin supaya bisa berbicara!"
"tu..tuan lepaskan ini sakit.." Dita meringis kesakitan saat Ezra mencengkram nya lebih kuat lagi..
"Ezra!!" ucap Nesya yg sudah tiba² berada di hadapan Ezra dan ..
plak**
"apa mamah pernah mengajari kamu untuk kasar terhadap wanita??"
Ezra sudah melepaskan cengkraman nya dan hanya terpaku dengan tamparan yg di beri oleh mamahnya..
"mah..."
__ADS_1
"kamu harus mengerti Ezra, walaupun dengan usaha apapun ingin menolak pernikahan ini mama tetap ngk setuju.."
"baik mah..Ezra akan menyetujui pernikahan ini asal dengan 1 syarat Ezra hanya akan menikahinya di rumah ini, hanya keluarga ini yg tau Ezra menikah, dan Ezra mau kalau sudah menikah Ezra tinggal di rumah Ezra sendiri! kalau mamah menolak permintaan Ezra maka Ezra tidak akan menginjakan kaki di rumah ini lagi!" ancam Ezra langsung pergi