
Disisi lain Ezra sudah berada di kamar nya, ia tidak percaya bahwa ia mengatakan hal sekejam itu kepada Dita..
"argh...gk tau lah! dia yg slah! gua udh baik tapi dia tetap dengan keputusan nya!"
Ezra larut dengan pemikiran nya, dia hendak tidur, namun kedua matanya tidak bisa di pejam kan..
"akhhhh kenapa sih?!!!"
Ezra tetap saja berusaha untuk tidur, namun hasilnya tetap saja sama..hingga tengah malam ia merasa haus dan memutuskn pergi ke dapur..
*glukk
Ezra meneguk air agar tenggorokan nya tidak kering lagi, sambil melihat lihat kamar Dita..
Pintu kamar Dita masih terbuka lebar, itu membuat Ezra menjadi heran..apa dia belum tidur? apakah dia secara sengaja membuka pintu itu agar Ezra penasaran??..
"dasar wanita aneh!" gerutu Ezra hendak kembali ke kamarnya, namun baru sampai tangga ia kembali melirik kamar itu..
"hah!! baiklah aku akan melihatnya!"
Ezra tidak jadi kembali ke kamar nya, dan melangkah ke arah kamar Dita..
deg....
saat masuk Ezra tidak menemukan siapapun, kasur nya juga terlihat tidak di pakai dan masih rapi..
"kemana dia?"
__ADS_1
Ezra yakin jika Dita tidak berada di kamar ini, langsung ia pergi menemui penjaga di depan villa nya..
"malam tuan" ucap mereka memberi salam
"dimana dia?"
"Nona Dita?"
"tentu saja..kau kira siapa?!"
"maaf tuan, sedari tadi nona Dita tidak keluar..kami bersumpah"
"teruskan kerjaan kalian"
"iya tuan, selamat malam"
***
"Dita?!!"
Ezra memanggil Dita dengan sangat kencang nya berharap seorang yg di panggil itu mendengarkan nya, namun selama beberapa detik tidak ada jawaban sukses membuat Ezra sangat panik..
ia berlari mencari Dita di seluruh penjuru Villa tanpa bantuan pengawal nya..kalian tau kenapa?? karena ia sangat gengsi jika pengawal nya melihat wajah nya yg begitu khawatir..
***
di lantai 1 ia sudah memeriksa semua nya, namun tak menemukan Dita, nafas Ezra pun sudah ngos-ngosan karena tidak menemukan nya..
__ADS_1
Ezra duduk sebentar di soffa mengingat kejadian tadi..dimana ia berkata sangat kejam kepada Dita, dan disitu lah ia langsung berdiri dari duduk nya..
"apa dia masih berada di balkon?"
buru² Ezra pergi ke balkon, berharap ia menemukan gadis yg berhasil membuat nya sangat khawatir..jika di balkon ia tidak menemukan Dita maka tanpa rasa malu lagi ia meminta pengawal nya untuk mencari Dita di seluruh penjuru pulau ini..
begitu sampai di balkon benar saja ia menemukan Dita, namun keadaan yg tidak sadarkan diri..
"astaga!!Dita!!" Ezra langsung menghampiri Dita, dan tanpa basa basi lagi ia mengendong Dita ke kamar nya..
"astaga sudah berapa lama ia pingsan?? seluruh tubuhnya dingin sekali.." gumam Ezra lalu meletakan Dita ke ranjang nya tak lupa menyelimuti nya..
"Dita..bangun!! Dita" ucap Ezra menepuk pelan pipi Dita..
tidak mendapat reaksi apapun dari Dita, membuat Ezra sangat panik..ia langsung menelfon pengawal nya..
"panggilkan dokter untuk segera kemari sekarang!!"
setelah mengatakan itu Ezra langsung menutup telfon nya tanpa mendengar jawaban pengawal tersebut...
tak lama kemudian seseorang tengah mengetuk pintu kamar itu, Ezra membuka nya dengan cepat..tapi yg di lihat nya bukan lah dokter tapi pengawal nya..
"kenapa masih disini?! apa kau tidak dengar perintah ku!!"
"tuan maaf..ini sudah larut malam..jika kami memanggil dokter itu akan butuh yg sangat lama, apalagi kita berada jauh dari perkotaan! rumah sakit tidak dekat dari sini tuan..!"
"arghh kalian tidak becus!! siapkan kapal, aku sendiri yg akan pergi ke rumah sakit..tidak perduli seberapa jauh rumah sakit itu!!!"
__ADS_1
Next>>>