
Kata terimakasih dari Dita terdengar saat indah di indra pendengaran Ezra..
"terimakasih untuk apa?" tanya Ezra iseng.
"segala nya..terimakasih untuk semuanya.."
"hmm..jadi untuk semua yg Mas lakukan, hanya mendapatkan kata terimakasih saja?"
ucap Ezra menunjukan wajah memelas nya kepada Dita hingga membuat Dita terkekeh geli..
"hehe..lucu kamu Mas"
"lucu? bukan kah suami mu ini seperti rubah?"
"haha rubah menjelma menjadi kucing yg manis"
"manis? benarkah?"
"hehe iya Mas ku sangat manis sampai² aku ingin----"
"ingin?"
"mencubitnya kerasssss"
ucap Dita bersamaan dengan menyubit pipi Ezra dengan keras karena ia sangat gemas..
"awh..sakit sayang"
"hehe habis nya lucu sih.."
"hmm"
"loh Mas kenapa?"
"gk pp"
"kenapa kok jadi cemberut gitu?"
Ezra tidak menjawab nya ia malah menenggelamkan wajah nya di curuk leher Dita, sehingga hembusan nafas Ezra menyapu kulit Dita yg terluka..
"akh.."
"Maaf maaf..masih sakit yah?"
"hehe engk kok cuma sedikit..."
"..."
"Mas?"
__ADS_1
"hn?"
"Kenapa?"
Ezra malah langsung memeluk Dita dengan erat sehingga tidak ada jarak diantara mereka, Dita merasakan luka nya sedikit terbuka, tapi ia memilih menahan nya dan melupakan rasa sakit itu, karena saat Ezra memeluknya dengan erat ia merasakan sesuatu yg keras tepat berada di **** * nya..
"Mas.."
"egh.."
"sakit.."
Ezra langsung merenggangkan pelukan nya dan menatap Dita sendu, melihat Dita dengan ekspresi bahagia karena telat menyubit pipinya ia merasa ingin melahap nya langsung..tapi ia tau karena Dita sedang terluka, belum lagi bibinya berada tepat di kamar sebelah..
Ezra berusaha menyingkirkan pikiran kotornya, namun sekuat apapun ia tidak bisa, mungkin karena sudah lama tidak berhubungan intim atau karena ia memang ingin memiliki Dita seutuhnya mengingat kebenaran Dita yg belum pernah disentuhnya..
"Mas kok begong lagi?"
"hmm tidur lah.."
"Mas kenapa sih?"
ucap Dita, ia kembali menyentuh wajah Ezra..hingga membuat Ezra memejamkan matanya sambil menahan sesuatu yg ia tahan sedari tadi, bahkan Dita pun mengerti apa yg ia inginkan karena ia juga merasa benda pustaka nya menempel sempurna dengan **** * nya Dita..jadi mustahil Dita tidak mengetahui itu..
"sa..sayang..udah.."
ucap Ezra masih memejamkan matanya kala menikmati sentuhan Dita di wajah nya..
"stt Mas masih bisa menunggu..sekarang kita tidur, Mas gak mau hilang kendali.."
Dita mengganguk walaupun ia merasa bersalah kepada suaminya itu, tapi mau bagaimana lagi Luka nya belum kering..
akhirnya mereka tidur dalam dekapan yg hangat seakan akan tidak ingin berpisah walau sedetik..
...🍁...
pagi nya Ezra terbangun lebih dulu, ia menatap wajah istrinya dengan seksama..sungguh ia mengagumi wajah istrinya itu, walau ia tidak bermake up wajah nya tetap terlihat sangat manis dan cantik, walaupun kulitnya tidak seputih wanita lain tapi entah mengapa warna kulit Dita sangat lah indah..
ia membelai pipi Dita dengan hati² karena takut membuat Dita terbangun, namun tetap saja Dita terbangun bukan karena Ezra menyentuh pipinya tetapi karena telfon Ezra berbunyi..
Ezra menatap Dita dengan cepat ia mengecup bibirnya sekilas lalu mengangkat nya..tapi masih dengan posisi yg sama..
"Halo?"
"tuan saya sudah di depan rumah Dita"
"panggil dia Nyonya!"
"ah..ma...maaf tuan, kalau begitu apa yg akan saya lakukan..saya sudah berada di depan rumah tuan"
__ADS_1
"lalu perduli ku apa?"
"jadi maksud tuan saya harus apa?"
"yah tunggu saya keluar, tapi nanti karena saya sedang bermesraan dengan istri saya!"
cklik**
telfon di tutup sepihak oleh Ezra hingga membuat Bayu kesal..dia pergi dari malam tadi hanya karena perintah bossnya, dan saat sudah sampai ia harus menunggu nya?!
"akh untung saja kau adalah boss saya kalau tidak udah saya jadiin lalapan!"
gerutu Bayu di luar rumah, dan segera kembali masuk ke mobilnya, karena ia tidak mau menjadi pusat perhatian karena pagi² sudah menunggu di depan rumah seseorang..ralat, maksudnya ini kerjaan boss nya Ezra..
sedangkan Ezra ia kembali memandangi Dita yg juga sedang memandang nya..
"apa masih sakit?"
"sedikit.."
"hmm begitu.."
ucap Ezra begitu kikuk berhadapan dengan Dita apalagi tadi ia mengatakan ingin bermesraan dengan nya..
"Mas?"
"hmm"
"sini mendekat.."
Ezra menuruti perkataan Dita, ia mendekatkan wajah nya ke wajah Dita..sehingga hidung mereka bersentuhan..Dita memejam kan matanya sebentar lalu menatap ke dalam kedua manik hitam milik Ezra..dan..
cup**
ia langsung menempelkan bibirnya tepat di bibir Ezra, membuat Ezra kaget karena aksi Dita, namun hanya sebentar..saat Dita ingin melepaskan bibirnya itu tiba² Ezra menyerangnya dengan mel*mat bibir Dita..
"ergh.."
Ezra melepaskan pangutan mereka kala mendengar rintihan Dita..
"maaf sayang, makanya jangan mancing Mas.."
"Mas nya aja..aku kan cuma mau membalas nya.."
"huh..ya ya Mas salah lagi..maaf"
"hehe, yaudah yuk aku mau mandi.."
"disumur itu lagi?"
__ADS_1
"iya?"
"hah?!"