
sudah banyak makanan yg sudah masuk ke dalam perut Dita, sungguh Dita sudah tidak sanggup menampung nya lagi..tapi melihat Ezra menyuapinya begitu ia menjadi tidak tega kalau tidak memakan nya, tapi jika di teruskan bisa² perut nya meledak..
"Mas..udh aku kenyang banget"
"eh..buah nya belum di makan loh"
"mas..."
"ah..iya iya aku mengerti"
Ezra tidak jadi mengupas buah itu dan meletakan kembali ke kantong buah...
"sekarang minum obat mu, agar kita bisa pulang.."
"ke Villa?"
"tidak..kita akan kembali ke rumah.."
"baiklah.."
"lain kali saja yah..maaf liburan nya jadi kacau.."
"tidak² Mas..aku juga sudah menikmati pemandangan pantai disana"
"........"
setelah pembicaraan itu tidak ada lagi yg membuka suara lagi..
***
sore harinya Dita kembali di periksa dokter..
"bagaimana Dokter?"
"sudah bisa pulang?" tanya Dita
"haha nona tidak sabar yah?"
__ADS_1
"cepat beritau kami Dokter.."
"iya tuan, Nona sudah lebih baik..kalian bisa pulang, tapi nona jangan sampai terlalu lelah yah..dan jangan sampai terlewatkan memberi nutrisi? dan juga obat harus diminum..minimal sampai nona tidak merasa sakit lagi.."
"baiklah Dokter, saya mengerti" jawab Dita senang..
"kalau begitu saya permisi"
Dokter tadi sudah pergi meninggalkan ruangan Dita..Dita pun sangat senang karena hari ini dia bisa pulang..seharian di rumah sakit membuat nya sakit kepala kala mencium ruangan yg penuh obat..
"kau senang?"
"senang Mas.."
"senang apa? senang bisa keluar atau senang karena aku sangat perhatian hmm??"
"aku suka keduanya Mas.." ucap Dita dengan pipi yg sudah merona tersipu malu..
"hahaha jujur sekali sih.."
"baiklah ayok kita pulang, Mas udh selesai bayar administrasi nya.."
"ayok"
saat Dita ingin turun dari ranjang pasien tiba² ia sudah di angkat oleh Ezra..
"Mas lepasin..aku bisa jalan"
"tidak..aku ingin mengendong mu..sama seperti saat ingin kesini..kau tau aku sangat panik tadi"
"Mas panik?"
Ezra seketika diam karena dia sudah keceplosan namun tak lama ia memberi alasan lain..
"itu iya aku sangat panik..karena takut tiba² mamah menanyakan mu..harus jawab apa nanti aku?"
"emm begitu"
__ADS_1
Dita berharap jika Ezra panik karena takut kehilangan dirinya, dengan mudahnya Dita percaya begitu saja apa yg di ucapkan Ezra..
pokoknya apapun menyangkut Ezra ia sangat percaya..
****
mereka sudah sampai di kediaman rumah mereka yg dulu..Dita sedih karena tidak bisa menghabiskan waktu yg banyak untuk Ezra, sekarang ia harus menjalankan peran nya seperti pembantu di rumah ini..
"Mas udh turunin kita kan udh sampe rumah.."
"tidak yah tidak.."
Dita hanya bisa pasrah, sebenarnya ia senang jika Ezra mengendong nya..
"Eh Mas..mau kemana?"
Dita bingung karena suaminya itu tidak membawa nya ke kamar pembantu, melainkan ke atas..
"ke kamar ku.."
"tapi Mas.."
"tidak ada bantahan.."
"kalau begitu turun kan aku saja Mas..mas kan naik tangga nanti capek.."
"tidak yah tidak..sepertinya kau tidak mempercayai kekuatan ku..aku saja mampu membawa mu ke china hanya dengan menggendong mu saja.."
"hahaha aneh aja kamu Mas.."
"ihh cantik banget sih kalau ketawa seperti ini..berjanji lah jangan menangis lagi hmm"
"i..iya..Mas.."
Ezra melanjutkan langkah nya hingga ke kamar nya yg berada di lantai atas..Dita memeluk Ezra agar ia tidak terjatuh...
Next>>>
__ADS_1