Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Keraguan


__ADS_3

Dita Povv


"setahu ku bulan ini tidak ada kegiatan proyek di luarkota, bukan kah saat kita pergi keluar kota itu kita sudah menyelesaikan nya? selama beberapa hari ini kantor diliburkan karena Tuan Ezra ingin berlibur dengan kamu Ta"


Perkatan Kak Bayu kemarin siang masih terngiang jelas di telinga ku. tidak ada proyek katanya? aku juga baru ingat saat kami keluar kota dulu, memang benar semua sudah di selesaikan saat itu, kenapa aku baru ingat sekarang? tapi kenapa mbak Nisa mengatakan jika dirinya dengan Mas Ezra memiliki pekerjaan? jika mbak Nisa membual, kenapa Mas Ezra justruh ikut bersamanya? dan masih banyak lagi pertanyaan yg ada dalam kepala ku tentang kepergian Mas Ezra dan Mbak Nisa.


bahkan selama dua hari ini, Mas Ezra sulit untuk aku hubungi. aku berusaha menepis semua prasangka buruk terhadapnya. aku masih mengingat pesan Dokter tentang kandungan ku, aku tidak boleh banyak fikiran.


"kau baik² saja di dalam sana kan sayang? mommy akan bertahan untuk mu hmm" aku mengelus perut ku yg masih rata karena usia ku masih satu setengah bulan.


dering ponsel diatas meja menginterupsi untuk mengalihkan pandangan ku.


'Daddy Dira' aku bisa melihat nama kontak di ponsel ku dengan jelas.


aku hanya menatap tanpa ada niatan untuk mengangkatnya, rasa bimbang kini menyelimuti seluruh hati ku. entahlah, aku masih belum siap untuk mendengar suaranya. takut jika suara yg keluar justruh bukan suara pria yg kini aku rindukan.


perlahan tangan ku meraih ponsel yg masih berdering itu dengan sebelah tangan ku, masih melihat nama kontak yg sama lalu memantapkan hati untuk menjawabnya.


"Halo...." tiba² suara ku serak.


"sayang?" aku memejamkan mata ku lega saat mendengar suara ayah dari anak ku.


"kenapa lama sekali? kau sedang apa?" tanya nya lagi.


"aku sedang duduk dan meminum teh" ucapku berbohong

__ADS_1


"dimana?"


"dirumah"


"kamu bohong sama Mas?"


Aku diam.


"sejak kapan suara rumah jadi ramai? Mas dengar semuanya, suara musik, suara orang mengobrol, suara pelayan yg mengantarkan coffe latte..kamu sedang berada di caffe?" sambung nya lagi.


aku melirik ke arah pelayan yg tengah meletakan coffe latte pesanan ku dimeja, lalu tersenyum kepadanya.


"sepertinya aku tidak pandai berbohong" Aku hanya tersenyum yg pastinya tidak terlihat oleh Mas Ezra.


"aku takut...takut jika Mas marah karena aku keluar rumah tanpa di temani Mas"


terdengar suara helaan nafas dari sebrang..


"kami boleh pergi sayang, tapi harus ingat kandungan kamu itu-----"


"iya aku tau Mas" aku memotongnya, aku tau kandungan ku lemah, tidak perlu di perjelas karena itu membuatku sakit.


"aku baik² saja Mas"


"Mas akan pulang besok"

__ADS_1


"bukan kah masih 4 hari lagi, tapi tidak papa karena Dira sudah sangat merindukan daddy nya"


"aku juga merindukan kalian"


suasana menjadi canggung karena aku tidak membalas perkataan nya tadi aku juga merasakan bahwa Mas Ezra pun merasakan hal yg sama.


"Mas harus menyelesaikan pekerjaan Mas sekarang"


"iya, Mas harus menyelesaikan nya, jangan lupa makan dan jangan sampai sakit. jika mas keluar jangan lupa memakai pakaian hangat, aku sudah membawakan mantel coklat di dalam koper Mas"


Ada jeda beberapa saat sebelum Mas Ezra kembali berbicara.


"iya,.Mas sedang memakainya sekarang, kamu tidak perlu khawatir"


"baiklah aku tutup telfon nya"


"hmm sampai besok, aku mencintai mu"


tepat saat itu juga, sambungan nya terputus. aku yg mematikannya, bahkan aku tidak membalas ucapan terakhirnya.


dada ku sakit, sesak, panas, rasanya ingin sekali memakinya, ingin sekali aku menampar wajah tampan nya, ingin sekali aku menariknya pulang kerumah detik ini juga, tapi apa yg aku lakukan sekarang? aku hanya bisa duduk di sebuah caffe sambil menatap keluar jendela. melihat suamiku dan mbak Nisa memasuki sebuah bioskop di sebrang jalan sembari bergandeng tangan begitu mesra nya.


"aku melihat mobil Tuan Ezra di basement apartemen sepupu ku Nisa, aku tidak yakin tapi sepertinya Tuan Ezra berbohong kepada mu Dita"


Aku mengusap pesan singkat yg dikirim oleh Kak Bayu pagi tadi, lalu pergi keluar cafe tanpa menyentuh pesanan ku sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2