Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Berdamai


__ADS_3

Sampainya di rumah sakit, Dita segera pergi menuju ruangan bibinya dengan membawa makanana yg ia beli dengan Ezra di jalan tadi..


"assalamualaikum bi.." begitu masuk Dita mengucap salam kepada bibinya yg ternyata sudah bangun..


"waalaikumsalam nduk.."


"bi..ini Dita bawa bubur, dimakan yah, Dita suapin.." ucap Dita langsung duduk di dekat bibinya dan mulai menyuapi beliau..


beberapa suapan sudah masuk ke dalam mulut beliau, bubur yg berada di tangan Dita sebentar lagi habis tapi bibinya sudah tidak ingin memakannya lagi,.alhasil Dita hanya menurut dan memberinya minum..


"bibi mau buah?"


"engk nduk, bibi udah kenyang"


ucap bibinya dan Dita hanya bisa tersenyum..


"dia dimana?"


"siapa bi?"


"suami kamu.."


"tuan Ezra? dia di luar.."


"suruh dia masuk nduk, bibi mau bicara sama dia"


"tapi.."


"bibi engk akan emosi..bibi cuma mau bicara sama dia.."


"iya bi..sebentar Dita panggilkan"


Dita berjalan keluar saat bibi meminta nya memanggil Ezra..


melihat pintu ruangan bibi Dita membuat Ezra langsung berdiri dan melihat Dita keluar dari ruangan itu dan menghampirinya..


"kenapa?"


"bibi mau bicara dengan anda tuan"


"dengan saya?"


"iya tuan.."


"kamu yakin dia gk akan terbawa emosi lagi?"


"tidak tuan, bibi saya cuma mau bicara.."


"yasudah ayok masuk"


Ucap Ezra lalu membuka pintu itu dan segera masuk bersama Dita..


"bi..Dita sudah memanggilnya.."


"Dita bisa tinggalkan bibi sama dia"


"tapi bi.."


"sudah jangan khawatir, bibi gak akan seperti itu lagi.."


"baik bi..Dita keluar, tapi bibi janji jangan sampai buat Dita takut lagi.."


"iya nduk, bibi janji"


dengan terpaksa Dita kembali keluar meninggalkan Ezra dan bibinya di dalam..


sedangkan Ezra ia bingung harus apa di dalam ruangan ini..


"kemari.."


ucap bibi Dita meminta Ezra untuk dekat dengan nya, Ezra yg mendengar itu langsung duduk di dekat bibinya Dita..


"saya ingin bertanya kepada anda tuan"


"katakan"

__ADS_1


"tujuan anda sebenarnya apa? anda membuang ponakan saya..lalu anda kembali ingin membawanya?"


"anda tidak perlu tau, saya kemari hanya menjemput Dita karena ada hal mendesak.."


"saya mengerti..tapi jangan memperlakukan ponakan saya seperti barang tuan, dia juga mempunyai hati"


"saya tidak bilang dia tidak punya hati"


"kalau begitu anda yg tidak punya hati karena memperlakukan nya seperti barang"


Ezra hanya berdecak mendengar itu..


"tuan..dia sudah rapuh, jangan membuatnya lebih rapuh lagi...saya tau anda suaminya, saya tidak berhak mengatur Dita yg resmi nya Istri anda..tapi saya sebagai bibinya memohon untuk tidak membuat nya sedih.."


"kapan saya membuat nya sedih?"


"tuan tidak tau? setiap malam dia selalu menangis..saya tidak tau apa yg membuatnya menangis..entah itu karena kedua ortuanya atau karena dirimu"


"orangtua nya? saya?"


"tuan tau kedua orangtua Dita sudah tiada sejak Dita masih kecil, jadi saya yg merawat nya..dia sudah saya anggap anak saya sendiri karena saya begitu menyayangi nya dan kenapa saya bisa menyebut diri anda? karena Dita mengatakan bahwa ia mencintai anda tuan"


Ezra diam mendengar penjelasan bibi Dita, ia baru sadar jika Dita selama ini memang sangat rapuh belum lagi luka yg ia berikan selama bersama nya..


"saya tau dia mencintai saya, tapi saya tidak bisa membalasnya.." nada bicara Ezra mulai melembut..


"saya tau tuan, karena Dita juga sudah bercerita kepada saya, tapi menurut saya bukan itu..anda hanya belum mengerti apa yg sebenarnya anda ingin kan.."


"hah?? saya tidak mengerti apa yg anda bicarakan?"


"saya tanya mengapa anda menjemput Dita?"


"karena mamah saya meminta.."


"anda bisa saja menolaknya, dan bicara sebenarnya"


"saya tidak bisa.."


"kenapa? apa karena anda mulai mencintai Dita?"


bibi Dita hanya bisa tersenyum mendengar penjelasan Ezra yg menurut nya tidak masuk akal, bibinya pun menghentikan pembicaraan itu..karena beliau sudah tau jawaban nya..


"maafkan saya yg sudah menampar anda waktu itu, saya hanya emosi"


"tidak apa²...seharusnya saya yg meminta maaf..maafkan saya bi.."


"tuan..."


"panggil saya Ezra, jangan tuan.."


"baiklah nak Ezra, bibi cuma mau ngomng..jaga lah Dita jangan buat dia sedih..bibi tau dia akan pergi bersama mu kan.."


"jika bibi tidak menginjinkan nya, saya tidak akan membawanya"


"tidak..kalian suami istri..bibi tidak berhak apapun atas kalian.."


"kalau begitu bibi ikut saja..saya takut Dita akan khawatir jika meninggalkan bibi disini.."


"tidak apa²..bibi nyaman berada di kampung"


"ini permintaan seorang menantu dari ponakan bibi yg sudah bibi anggap anak sendiri..apa tidak bisa mengabulkan nya?"


bibi Dita tersenyum hangat kepada Ezra dan Ezra membalasnya dengan senyuman itu tak kalah hangat..


"baiklah, kita tanya Dita dulu"


"untuk apa bertanya..pasti Dita akan menerima nya, dia akan bahagia kalau ada bibinya di sisinya.."


"terimakasih nak Ezra"


"tidak perlu berterimakasih bi..sekali lagi saya minta maaf.."


bibi menanggapinya dengan menggangukan kepalanya lalu tersenyum..


tok** tok** tok**

__ADS_1


terdengar suara ketukan pintu siapalagi kalau bukan ulah nya Dita, ia hanya membuka pintu sedikit dan memasukan kepala nya saja..


"apa masih lama bicaranya?"


"tidak sudah selesai.." ucap Ezra


"kemari nduk"


Dita langsung masuk begitu bibi menyuruh menghampirinya, sedangkan Ezra pamit keluar sebentar memanggil dokter..


"nduk.."


"iya bi.."


"nak Ezra ternyata baik.."


"Dita tau bi..cuma dia terkadang seperti singa"


"bibi harap kamu bahagia selalu nduk.."


"Dita selalu bahagia kalau ada bibi di sisi Dita"


Bibi Dita tertawa kecil mendengar perkataan Dita yg sama saat Ezra mengucapkan nya tadi..


"bibi ketawa? Dita serius loh bi"


"iya bibi tau.."


"ouh iya bi..tuan Ezra gak ngapain² bibi kan?"


"memang nya dia bisa apa sama bibi? bibi kan kuat.."


"hehe bibi memang terbaik..tapi serius dia gak berbuat macam² kan?"


"engk..bibi cuma bicara saja.."


Dita diam sejenak, ia masih mengumpulkan keberanian untuk berbicara kepada bibinya..


"bi.."


"iya kenapa nduk?"


"Dita...Dita akan pergi sama tuan Ezra"


"ya bibi tau kok.."


"bibi engk marah Dita tinggal lagi?"


"siapa yg kamu tinggal? orang bibi ikut kok.."


"ouh bibi ikut..ehh APA! BIBI AKAN IKUT!!"


"stt..nduk ini rumah sakit jangan berteriak"


Dita tidak perduli dengan perkataan bibinya, ia segera memeluk bibinya dengan sangat erat lalu setelah itu ia melepaskan nya..


"bibi engk bohong kan?"


"tanya saja kepada suami mu, dia sendiri yang mengusulkan bibi agar ikut bersama mu"


"tuan Ezra mengusulkan itu?!"


"iya.."


"bi..Dita pergi sebentar yah.."


"mau menyusul yah.."


"iya bi..mau berterimakasih.."


Dita buru² membuka pintu itu dan berlari mencari Ezra yg katanya sedang berada di ruangan dokter..


ruangan dokter tepat berada di ujung sana, dan pass sekali Ezra baru keluar dari ruangan itu..ia tiba² berlari kearah Ezra..


"Mas..."

__ADS_1


__ADS_2