
saat Ezra hendak mencari jawaban yg pass untuk Dita tiba² ponselnya kembali berdering tertera nama seseorang yg menelfon nya barusan..
"sayang, Mas harus pergi malam ini..tidak apa²?"
"Mas mau kemana? malam begini?"
"Mas ada kerjaan sedikit, tapi Mas janji Mas baka berusaha pulang cepat begitu pekerjaan Mas selesai"
"hmm yaudah"
"yaudah kita kembali ke kamar"
Ezra membawa Dita keluar dari ruang kerja nya setelah itu menyuruh Dita istrirahat sedangkan Ezra, ia berganti pakaian setelah itu berhadapan dengan istrinya lagi sebelum ia pergi..
"dengarin Mas, jangan beranjak dari kasur sampai Mas pulang, kamu harus banyak istrirahat yah.."
"iya Mas"
Ezra mengecup kening dan bibir Dita sekilas, dengan berat hati ia mulai melangkah pergi dari kamar mereka dan melajukan kendaraan nya ke apartemen dia dulu
****
setibanya di apartemen milik wanita itu lalu ia langsung menekan sandinya, begitu pintu terbuka ia langsung di sambut pelukan dari seorang wanita..
"lepaskan!" Ezra mendorong tubuh wanita itu hingga peluka mereka terlepas.
Ezra berjalan ke sofa lalu menduduki dirinya disana, wanita itu dengan senyum nya ikut duduk bersama Ezra..
"aku buatin minum yah"
wanita itu bangkit dan langsung membuat kan minuman untuk Ezra sedangkan Ezra ia tampak acuh dengan wanita itu..
"diminum yah sayang"
__ADS_1
mendengar panggilan dari wanita itu membuat Ezra naik pitam, ia langsung mencekram mulut wanita itu..
"jangan berani memanggil saya dengan sebutan menjijikan itu!"
"eugh..sakit!"
Ezra melepaskan cekraman nya lalu kembali duduk dengan pandangan yg kosong..
"kenapa sih aku gak boleh memanggil kamu begitu!"
Ezra kembali berdiri dan menatap tajam wanita itu, wanita yg menemani nya di malam itu
"sadar lah Nisa! posisi mu dimana!"
wanita itu adalah Nisa sekertaris barunya, sekaligus adik sepupu dari Asisten nya Bayu..
malam itu terjadi saat Ezra dan Nisa selesai menghadiri meeting kerja sama antara perusahan X, saat mereka kembali ke kantor Nisa bercerita bahwa ia sangat kagum kepada sosok Ezra..
Flasback on*
"tentu saja, bahkan setiap wanita juga kagum dengan bakat saya, tapi wanita yg sangat beruntung mendapatkan saya adalah istri saya sendiri...Dita, eh salah saya lah yg beruntung menjadikan nya istri saya, apalagi ia sedang hamil" ucap Ezra mengatakan Dita sedang hamil padahal Dita saat itu tidak sedang hamil.
"Nyonya Dita hamil?" tanya Nisa begitu terkejut atas perkataan Ezra
"hmm wanita ku sedang mengandung pewaris ku" ucap Ezra sambil membayangkan wajah Dita jika dia sedang hamil.
"selamat Tuan, sebentar lagi anda akan menjadi seorang ayah"
"hmm terimakasih..berkat kau juga perusahaan kita bisa mendapatkan proyek itu"
"saya hanya menjalankan tugas saya tuan"
"hmm kamu saya naikan gaji nya"
__ADS_1
"terimakasih tuan"
Nisa masih saja memandangi wajah Ezra yg tengah tersenyum itu membuat pipinya bersemu merah..dulu saat ia bekerja disini memang lah ia tidak memiliki rasa kepada atasan nya itu apalagi ia mengenal Istri atasan nya itu...
"Tuan bisakah seorang seperti saya mendapatkan pria seperti anda?"
ucap Nisa sambil meminum alkohol yg memang ada di meja kerja Ezra..
Ezra yg mendapatkan pertanyaan itu seketika menatap wajah Nisa, Nisa sudah dianggap adik nya sama seperti Bayu..
"memang nya kau ingin pria seperti diriku?"
"iya tuan, saya sangat menginginkan pria seperti tuan"
"hahaha pria seperti ku hanya ada satu di dunia tapi diriku sudah di miliki dengan wanita yg sudah ku cintai..mungkin kau akan menemukan pria yg jauh lebih baik dari ku" jelas Ezra membuat Nisa menertawakan dirinya sendiri karena pertanyaan bodoh nya itu..
"haha tuan benar, di dunia ini orang yg seperti tuan yah hanya tuan saja..tapi tuan saya tidak menginginkan yg lain saya hanya ingin seperti tuan" racau Nisa yg sudah mabuk..
"kau mabuk, beristirahat lah disini..saya akan pulang dan meminta Bayu kesini" Ezra bangkit dari sofa yg berada di ruangan nya itu, tapi tanpa di duga tangan nya di tarik oleh Nisa sehingga Ezra berada di atas Nisa..
"Tuan saya mencintai anda selama ini" racau Nisa, sebelum Ezra menjawab itu tiba² Nisa sudah mencium bibirnya..Ezra yg awalnya diam membeku menjadi terbawa suasana karena ciuman lembut yg diberikan Nisa..
ciuman itu menjadi panas dan turun di leher jenjang Nisa..
"ahhhhh"
mendengar suara de*sahan dari wanita yg berada di bawah nya membuat Ezra sadar..
suara ini bukan lah suara yg ia dengar setiap harinya saat ia sedang bercinta dengan Dita..
ia menghentikan aksinya lalu menatap Nisa yg baju nya sudah hampir terlepas..Ezra bangkit lalu membenarkan pakaian nya lalu beranjak pergi..
"Bayu akan kemari, lupakan soal tadi.."
__ADS_1
Nisa tidak mendengarkan perkataan Ezra karena ia sudah berada di alam mimpinya, Ezra pun segera meninggalkan ruangan nya dan pergi ke kediaman nya.
Flasback off