
Setelah melalui waktu yg menengangkan dan juga penuh perjuangan kini telah lahir anak mereka tepat pukul jam 21:05 Wib..
"selamat tuan, anak kalian seorang putri saya akan membersihkan nya dulu setelah itu anda bisa mengadzan kan nya"
sedangkan Dita, begitu anak nya keluar ia mengatur nafasnya yg sudah terengah engah.. Ezra yg menemani perjuangan sang istri dari awal sampai nya anak nya lahir tidak henti nya menangis..menangis karena melihat perjuangan sang istri yg bertaruh nyawa hanya untuk melahirkan benih nya dan menangis haru karena bisa melihat wajah anak nya..
saat Bayi mereka sedang di bersihkan dokter itu melakukan penjahitan di daerah kewanitaan Dita, Dita tidak beraksi saat jarum jahit itu menembus kulitnya karena semua rasa sakit yg ia rasakan sudah hilang saat melihat dan juga mendengar suara putrinya..
perawat yg sudah membersihkan bayi mereka menyerah nya kepada Ezra untuk di adzani..
dengan tangan yg gemetar Ezra meraih putri kecil nya ke dekapan nya, ia menatap wajah Dita lebih dulu yg ternyata tengah tersenyum ke arah nya..
"adzan kan Mas..." lirih Dita dengan suara parau nya..
Ezra mengangguk kan kepalanya, lalu di tatap putri nya dengan seksama, mulai dari rambut alis, mata, bulu mata yg lentik, pipi yg gembul, hidung yg mancung seperti dirinya dan juga bibir mungil putrinya itu tak luput dari pandangan nya..semua yg di wajah putrinya itu sangat² mirip dengan nya tidak ada gen dari Istrinya di wajah sang putri kecuali rambut yg memang terlihat tebal seperti Dita..
Ezra memejamkan matanya lalu mulai mengadzankan di telinga putrinya, setelah itu ia kecup wajah putrinya dengan sangat hati² lalu kembali meneteskan air mata bahagianya..
Setelah puas dengan sang putri, perawat itu mengambilnya kembali dan kini Dita di pindahkan ke ruangan pasien agar lebih nyaman..
****
Kini Dita sudah di pindahkan ke ruangan pasien, ia masih terlihat lemah akibat mengeluarkan seluruh kekuatan nya demi sang buah hati..
Ezra duduk di samping dekat ranjang Dita dan juga putrinya, ia menggengam tangan istrinya, mencium nya lalu menenggelamkan gengaman tangan istri nya kewajah nya..
"terimakasih..kamu telah berjuang melahirkan putri kita...terimakasih sayang..memang Mas tidak merasakan sakitnya melahirkan tapi yakin lah jika bisa di ubah Mas mau yg merasakan semua sakit yg kamu derita.."
"hustt itu sudah kuadrat nya wanita, kuadrat wanita itu ada 3 Mas, menahan sakit menstruasi, menahan sakit melahirkan dan juga menahan sakit saat menyusui anak untuk pertama kali..jadi Mas cukup berdiri di samping aku, beri aku kekuatan ekstra dan kita jalani bersama"
__ADS_1
Ezra yg mendengar itu sangat tersentuh, beruntung sekali mereka bisa bersama dan sekarang saling mencintai bahkan dari cinta kini lahir anak mereka..
dulu Ezra tidak berfikir masa depan nya akan bersama Dita, tapi takdir sungguh tidak bisa di tebak..semakin memikirkan takdir maka takdir itu semakin jauh dan semakin kita melakukan sesuatu yg menurut kita takdir maka semuanya akan biasa saja tidak menjadi luar biasa.. namun takdir yg Ezra dapatkan sungguh luar biasa dan juga berliku liku, tapi pada akhirnya apa yg tidak ia fikirkan untuk masa depan justruh menjadi masa depan nya..sungguh luar biasa kehidupan itu..
Ezra memeluk tubuh lemah istrinya dan menghadiahi ciuman di seluruh wajah Istrinya, namun saat ingin mencium bibir pucat itu tiba² putri mereka menangis..
Ezra dengan singap membawa nya dan kembali menggendong Putrinya lalu kembali duduk..
"lihat lah putri kita sangat mirip dengan ku" Dita terkekeh atas ucapan Suaminya itu..
"tentu saja sangat mirip mu Mas, kan kamu yg semangat menghadirkan nya.." canda Dita balik..
"haha tentu saja, karena ini hasil cinta kita" Ezra menyerahkan Putri nya kepada Dita untuk di beri asi, Dita melepaskan tiga kancing bajunya dan mulai memberi Asi kepada Putrinya..
saat putri mereka berhasil mendapat apa yg ia inginkan Dita langsung saja menggengam tangan suaminya..
"shhhh"
"hmm" Dita tidak bisa menjawab dengan panjang karena ia menahan rasa sakit saat putrinya menghisap kuat Asi ny..
Ezra tidak tega melihat mata Dita menutup kuat dan genggaman tangan nya sangat erat, Ezra mulai menyentuh pipi gembul putrinya yg sedang sibuk menyedot Asi..
"Dira sayang, jangan kuat² kasian mommy dia masih sakit..pelan² aja yah sayang" ucap Ezra sambil membelai wajah Putrinya itu...
mendengar Ezra menyebut putri mereka dengan sebutan Dira membuat Dita lupa menanyakan nama untuk putrinya yg baru lahir..
"Mas, nama putri kita siapa?"
"Adira Allezra, bagaimana bagus? apa kamu mau menambahkan namanya lagi"
__ADS_1
Dita mengangguk sambil tersenyum, ia melepas gengaman di tangan suaminya lalu membelai wajah putri nya yg masih saja menyedot Asi..
"Adira Allezra...aku fikir itu sudah bagus,..eh iya Mas mama sama papa gimana? udah kasih tau kalau aku lahiran?"
"kamu gk usah fikirin yg lain, urusan itu Mas udah kasih tau mereka dan besok mereka akan kemari dan bibi besok akan di jemput Bayu"
"benarkah?"
"iya sayang, sekarang kamu istirahat ini udah larut malam..sih Dira masih nyedot?"
"gk sih dia malah udah tidur lagi.."
"haha benarkah? berikan kepada Mas, mas akan taruh dia di ranjang nya kamu tidur lah lebih dulu..Mas akan menjaga putri kita..hmm?"
"iya Mas ,tapi kalau Mas ngantuk tidur yah..bukan aku saja yg lelah tapi Mas juga..."
"iya sayang.."
Dita mengancing baju nya kembali lalu mulai memejamkan matanya, sedangkan Ezra membawa putrinya ke ranjang khusus bayi tak lupa kecupan untuk kedua bidadarinya...
"selamat malam, Istri ku sayang, dan selamat malam untuk putri mungil nya daddy"
TAMAT...
EH
TAPI
BENER!
__ADS_1
BOHONG KOK, BECANDA STAY MEMBACA GUYSS