
"balasan nya mana?"
Ezra menatap wajah sang istri yg sekarang tampak berfikir keras, tapi tak lama kemudian ia tersenyum hangat kepada nya..
Dita menuntun tangan Ezra untuk menyentuh perutnya, sedangkan Ezra ia bingung dengan apa yg Dita lakukan dan dengan bodoh nya ia bertanya.
"kamu lapar sayang?"
Ezra berfikir bahwa Dita lapar, oleh karena itu ia bertanya, tapi pertanyaan itu mengundang tawa bagi Dita tersendiri..
"kok kamu malah ketawa sih?"
"hehe Mas lucu tau"
"lucu apa? kamu yg tiba² narik tangan Mas dan meletakan nya di perut kamu, emang Mas salah nanya kamu lapar apa engk?"
"hehe lapar mungkin bawaan bayi di perut aku kali Mas hahaha"
Dita berbicara disertai dengan kekehan nya yg mana membuat Ezra diam dan tidak nyambung dengan apa yg dikatakan sang istri..
"yaudah kita makan"
Ezra menarik tangan Dita membawa nya duduk disana, tapi Dita menahan tangan Ezra, spontan Ezra bingung dengan aksi Dita..
"AKU HAMIL MAS!!"
perkataan Dita membuat Ezra beku seketika seperti di jatuhi beberapa Es batu yg menimpa dirinya, ia masih berfikir keras dengan apa yg terjadi barusan! ini sangat² membuat ia terkejut bukan main, memang tadinya ia meminta balasan kepada Dita. tapi yg ia fikir adalah ciuman hangat darinya, namun pada kenyataan nya yg di dapatkan Ezra jauh dari dugaan nya!
seketika Ezra mengingat perkataan Dita tadi, yg mengatakan bawaan bayi di dalam perut! astaga! akhirnya ia mengerti!!!
__ADS_1
"Mas? Mas?"
"eh iya?"
"mas kok melamun? lamunin apa sih?"
"sayang, coba katakan lagi? tadi Mas gak terlalu dengar"
"yaampun Mas, aku hamil! aku hamil! aku hamil!"
begitu Dita menyelesaikan perkataan nya, Ezra langsung saja menggendongnya dan juga memutar tubuh sang istri sambil terus mengatakan cinta.
"Mas turunin, aku pusing"
sontak saja Ezra langsung menurunkan Dita, ia memeluknya dengan erat sambil terisak di sela² pelukan itu, membuat Dita juga menetikan airmata bahagia nya..
setahun terakhir ini ia belum di karuniai anak oleh sang kuasa, itu membuat Dita bertanya² apakah dirinya tidak sehat? di tambah lagi seminggu ini suaminya berubah drastis itu membuat Dita bertanya² kepada dirinya sendiri..
sebelum ia pergi dengan Bayu, siang nya ia merasa kurang enak badan, pusing dan mual menjadi satu, takut karena dia akan menyusahkan suaminya nanti. Dita memutuskan untuk ke rumah sakit tanpa memberitau suaminya..
begitu sampai di rumah sakit, Dita menceritakan keluh kesah nya kepada dokter, dan dokter itu hanya membalasnya dengan senyuman..
tak lama dokter itu menyuruh Dita berbaring, dan membuka baju Dita sampai dada setelah itu melakukan pemeriksaan..
"selamat yah bu, ibu sekarang hamil, usia jalan 3 minggu"
perkataan dokter itu membuat Dita sangat bahagia, akhirnya penantian nya dengan sang suami terkabul, tangisan bahagia memenuhi ruangan itu. cepat² Dita mengambil ponselnya berniat menghubungi Ezra, tapi ia urungkan karena ingin memberi kejutan kepada Ezra begitu ia pulang nanti..
*Flasback off
__ADS_1
"Mas"
Dita melepaskan pelukan itu dan menatap wajah suaminya yg sudah basah itu..
"Mas bahagia sayang, kamu menyempurnakan Mas!"
"hiks..aku lebih bahagia... aku sehat Mas! penantian kita terkabul..cinta kita tumbuh di sini" Dita mengelus perutnya dengan perasaan bahagia, Ezra menangkup wajah Dita lalu ia menghapus cairan bening yg mengalir di wajah istri nya itu dan mendaratkan ciuman nya di seluruh wajah Dita. kemudian Ezra menyentuh kembali perut sang istri dengan tangisan bahagia..
"hiks..anak aku"
Plak**
Dita menghadiahi pukulan di tangan suaminya yg sedang mengusap perutnya itu..
"anak kita Mas!"
Ezra yg tadinya ingin protes kepada Dita, ia gantikan dengan senyuman hangat nya.
"hehe tapi Mas yg udah berusaha mati²an bikin dia, kamu cuma berbaring sambil mend*sah"
"ih Mas!"
"haha lupakan itu, kita kesana aja yah"
Ezra menunjuk ke tenda yg ia siapkan untuk kejutan tadi..
"Mas kita gk duduk di sana aja?"
__ADS_1
"gk jadi makan malam romantis nya, kamu lagi hamil, angin laut gak baik buat anak kita"
"huh?"