Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Kejujuran


__ADS_3

Ezra Povv**


Aku hanya diam saat dia menanyakan kepulangan ku yg begitu cepat.


"mau disiapkan air hangat?"


aku menggeleng


"mau kopi?"


aku menggeleng lagi


"teh?"


untuk sekian kalinya aku hanya diam dan hanya menggelengkan kepala saja.


"kau mencintaiku kan sayang?"


ia membuang nafasnya malas...


"kenapa Mas bertanya? sudah pasti aku mencintai mu Mas" ia kemudian melangkah ke ranjanh dan duduk disana, aku mengikutinya dan menundukan diriku di lantai.


"jika kau mencintai ku, kenapa kau tak marah saat tau Mas pergi dengan wanita lain?"


ia membalas tatapan ku dengan lembut..


"Mas pergi dengan nya karena urusan perkerjaan kan?"


"berhenti pura-pura tidak tau Dita! Bayu sudah menceritakan semuanya tadi!"


"lalu?" ia hendak berdiri namun aku menahan nya agar tetap duduk..


"kamu tidak marah?"


ia menatap ku kembali, mengelus pipi ku dengan kedua tangan nya.


"istri mana yg tidak marah saat tau suaminya selingkuh? aku marah, sungguh"


aku menunduk malu mendengar nya, bodoh! aku terlalu bodoh menanyakan pertanyaan itu!


"lalu kenapa kamu diam saja? seharusnya kau marah pada ku saat aku pulang----"

__ADS_1


"dan membuat anak yg di kandungan aku ini bereaksi?"


aku langsung menggeleng cepat..


"aku marah Mas, sungguh, tapi aku tetap mencoba bertahan untuk anak kita"


wajah nya yg semula tenang mulai memerah, matanya mulai berkaca-kaca. aku meraih tangan nya dan menggengam nya kuat...


"Aku----"


"Aku minta maaf Mas"


mulut ku seketika mengantup tak bisa melanjutkan kalimat ku, aku menatap nya heran, kenapa dia malah meminta maaf?


"maaf, karena selama beberapa bulan ini, aku tidak bisa menjadi istri mu sepenuhnya"


bulir airmata lolos dari manik coklat indahnya..


"tidak! kau ini bicara apa sayang? kenapa kau meminta maaf? ini bukan salah mu, seharusnya Mas yg meminta maaf karena belum bisa menjadi suami dan ayah yg baik untuk kalian"


aku berdiri dan menangkup wajah nya yg ia tundukan..


sungguh, hati ku sangat sakit saat melihat air matanya yg terus mengalir tanpa henti..dulu, aku juga pernah membuat nya menangis tapi, tangisan nya kali ini benar² membuatku ingin mati saat ini juga..


ia menarik tangan ku yg tadinya sedang menangkup wajah nya, ia menghapus airmatanya lalu menarik nafas panjang.


ia tersenyum, menarik lengan agar bisa berjongkok lagi di hadapan nya..


"Mas mau jujur kepada ku?"


aku mengangguk


"apa Mas melakukan nya dengan Mbak Nisa?"


aku tidak tau harus menjawab apa, jadi aku menundukan kepala ku dalam.


"Mas jawab aku" ia mengusap pundak ku pelan.


aku mengganguk samar masih dalam menundukan kepala ku, terlalu takut menatap matanya..


"maafkan Mas" bisik ku

__ADS_1


"aku memaafkan mu Mas" jawaban nya membuat kepala ku tiba² berdongak cepat.


"aku memaafkan Mas karena udah mau jujur sama aku"


.


.


.


.


Di kantor, dimana Ezra pergi kini meninggalkan dua orang yg berstatus sepupu di dalam ruangan nya..


"dek, mengapa kau melakukan ini?"


"maksud kak Bayu apa? aku dengan Ezra?!"


"lalu yg ku maksud siapa lagi?"


"huh..."


"mengapa kau membohongi Dita? mengapa kau hadir diantara mereka? mengapa kau memanfaatkan kejadian malam itu?"


"memanfaatkan kejadian malam itu?"


"kau fikir aku ini bodoh! kau berpura² mabuk dan memaksanya mencium mu bukan!"


"ti..tidak..kakak..salah..Ezra sendiri lah yg menarik ku!"


"aku sudah melihat Cctv nya, jangan mengelak!"


"iya! aku melakukan nya karena begitu mencintai atasan ku sendiri!"


"kau bukan mencintai nya tetapi obsesi mu terhadapnya!"


"terserah! aku tidak perduli!"


"pergi lah! kau dipecat! jangan menggangu Tuan Ezra maupun Dita lagi! kalau tidak? aku tidak akan memandang mu sebagai adik sepupu lagi!"


setelah mengatakan itu Bayu pergi meninggalkan Nisa yg kesal atas perintah Bayu yg menurutnya mengatur hidupnya padahal ia bukan Bos disini..

__ADS_1


__ADS_2