
Kini mereka tengah menuju kembali kerumah, semua pekerjaan di kantor di lakukan oleh Bayu...
selama di perjalanan mereka hanya diam membisu, sesekali Ezra menatap ke arah Dita yg tampak membuang muka nya, ia lebih mempusatkan pandangan nya di luar jendela..
*****
begitu sampainya di kamar mereka, Ezra langsung memeluknya dari belakang, membuat Dita terkejut tapi tak lama kemudian ia membiarkan nya..
"sayang.."
"hmm?"
Dita membalikan badan nya hingga berhadapan dengan sang suami yg tengah menatap matanya dalam..
"Mas jadi ragu bahwa kamu masih mencintai Mas atau tidak karena mengingat kejadian tadi..sungguh sayang, Mas sangat² menyesal..Mas takut kamu hanya bertahan karena anak yg kamu kandung sekarang dan begitu ia lahir, kamu akan meninggalkan Mas..Mas takut itu terjadi.."
"Mas" Dita menangkup wajah Ezra yg kini terlihat ketakutan, bahkan mata Ezra tak henti menatap nya seolah dirinya tidak akan bisa lagi menatap mata istrinya itu..
"kenapa Mas begitu khawatir? jika aku pergi pun, Mas masih bisa mencari wanita lain yg lebih baik-----"
__ADS_1
"tidak! Mas mohon jangan berkata seperti itu lagi" Ezra menggeleng cepat, tangan nya mencoba menutup Dita, tak mau lagi mendengar wanita nya berbicara yg tidak tidak..
Dita tersenyum di balik tangan Ezra, ia menurunkan tangan prianya itu..
"Mas tau? mulai detik ini aku justru semakin yakin bahwa..rasa cinta ku kepada Mas tak pernah pudar sedikit pun!"
Ezra benar² menyesal menyakiti perasaan istrinya itu, ia berjanji tidak akan mengulangi hal yg sama di kemudian hari, sudah cukup ia menyakiti istrinya yg tengah mengandung buah hatinya sekarang ia hanya akan memberikan kebahagian kepada istri dan calon anak nya tersebut..
"maaf" ucap Ezra menitikan airmatanya kembali, sungguh ia tidak bisa menatap manik mata Dita yg begitu banyak cinta yg ia pancarkan..tapi Ezra tetap menatap nya berharap cinta yg ada di mata Dita memenuhi matanya juga..
Dita menghapus airmata Ezra dan tersenyum hangat kepadanya..
"hehe udah jangan nangis dong daddy nya Dira.."
"sttt..udah Mas..jadikan pelajaran saja.."
Ezra menghambur memeluk Istrinya dengan erat, begitu juga Dita ia membalas pelukan itu dengan erat. selesai sekaligus lega dengan semua yg terjadi hari ini, hal² yg semua nya di tutupi kini semua sudah terbuka..
*****
__ADS_1
Empat bulan kemudian~~~~
Usia kandungan Dita kini telah memasuki bulan keenam..perut Dita kini mulai terlihat buncit, itu membuat Ezra makin posesif dengan setiap langkah yg diambil Dita..
saat kandungan Dita masih satu tengah bulan, Ezra bahkan menyuruh nya tidak beranjak dari kasur dan sekarang bahkan lebih dari itu..
kejadian dimana Ezra berselingkuh dengan Nisa sudah lama dipendam mereka seolah² itu adalah badai yg menerjang rumah tangga nya...
tapi semenjak kejadian itu tak henti² nya juga Ezra selalu mengucapkan kata maaf pada Dita, walaupun Dita sering mengatakan untuk tidak meminta maaf lagi tapi tetap saja Ezra tidak mendengarnya..
"sayang, jangan beranjak..kamu mau apa?"
tanya Ezra yg melihat Dita hendak beranjak dari sofa, karena mereka saat ini tengah menonton Tv..
"aku cuma mau ngambil biskuit Mas" ucap Dita mengarah ke toples yg terletak di meja yg hanya beberapa senti dari sofa yg ia duduki..
"diam disitu, Mas yg ambilkan" Dita memilih diam, karena perintah suaminya tidak bisa di ganggu gugat lagi..
beberapa bulan ini Ezra semakin posesif kepada Dita, bahkan untuk menyentuh lantai saja Dita tidak bisa..karena suaminya selama ini menjaga nya 24 jam! saat hendak ke kantor Dita akan di bawa nya, tentu saja tidak menyentuh lantai karena Ezra akan menggendong nya! bahkan jika mereka di rumah, keposesifan Ezra tidak berubah..
__ADS_1
katakan bahwa Ezra lebay dalam hal ini, karena mengingat ia akan pertama kali menjadi seorang ayah membuat Ezra begitu takut dengan apapun yg Dita lakukan..
SAMPAI SINI DULU GUYS, BESOK LANJUT!!