
Setelah Romi benar² pergi, Ezra kembali ke hadapan Dita yg masih setia memandangi ponsel pemberian Romi tadi..
"seneng?"
"hehe iya Mas..dapet ponsel baru, jadi ponsel lama aku..aku kasih bibi aja.."
"kenapa gk yg itu aja"
"bibi mah gak suka terlalu barang mewah"
"terus kamu suka?"
"ngk juga sih, cuma kalau ini aku suka apa lagi kalau ini pemberian..."
"pemberian dari Romi yg udah nyatain cinta nya ke kamu?"
"bukan itu..karena ini pemberian dari seorang teman.."
"seterah..kemaren nyatain cinta Ian, sekarang Romi..lalu siapa lagi?"
"Mas Ezra..eh ma..maksudnya..aku..ah iya aku harus ingetin bibi minum obat dulu..aku ke kamar bibi dulu Mas.."
"lalu yg penyiapkan segala kebutuhan mandi saya siapa?"
"nanti setelah aku beri obat pada bibi, aku langsung siapin semuanya Mas.."
"yaudah sana"
.......🍁.......
Setelah menghabiskan makan malam, Dita menyuruh bibinya untuk kembali ke kamar, padahal bibinya ingin membantu namun Dita menolaknya alhasil bibinya hanya pasrah..
dan sekarang yg tersisa di meja makan hanya Dita dan Ezra, sejak tadi tidak ada yg membuka suaranya..
"ke ruang kerja saya nanti"
ucap Ezra kepada Dita yg sedang mencuci piring di wastafel..
Dita ingin menjawab namun Ezra sudah pergi dari tempatnya..
.
.
.
.
.
.
.
setelah selesai melakukan semuanya di bawah, Dita beranjak pergi memasuki ruang kerja Ezra yg letaknya tidak jauh dari kamar mereka..
tok* tok*
Dita mengetuk pintu ruang kerja Ezra, saat mendengar suara yg memerintahkan nya masuk baru lah Dita akan masuk..
"Mas meminta saya kemari kan?"
"iya..kemarilah"
Dita berjalan kearah meja kerja Ezra, sekarang ini ia sudah berada tempat di samping Ezra yg tengah duduk di kursi nya..
"lihat ini"
tunjuk Ezra ke arah laptop nya yg menampilkan foto seseorang seperti foto prewedding ya..Dita melihat itu langsung terkejut..
"Ella?...ini non Ella?"
"gakusah panggil dia non lagi.."
__ADS_1
"eh..iya..maksudnya ini beneran Ella?"
"iya dia akan menikah minggu ini"
"hah menikah?! bukan nya Mas suaminya dia kan?"
"saya udah bercerai"
"bercerai?! bagaimana bisa? Mas memang nya tidak mencintainya?"
"aish..kamu ini seperti wartawan saja..pakai banyak tanya.."
"maaf..jadi maksud Mas memperlihatkan ini ke saya apa?"
"saya diundang ke pernikahan nya, dan kamu harus ikut"
"saya?"
"iya lah siapa lagi?"
"se..sebaiknya saya gakusah ikut deh, yg ada nanti saya bikin malu..."
"terus saya perduli?"
"lebih baik Mas pergi dengan yg lain aja"
Ezra menoleh ke arah Dita..
"maksudnya kamu mau saya datang dengan yg lain"
"i..iya"
"kamu rela suami kamu pergi sama cwek lain?"
"...."
"gk bisa jawab kan? udah kamu diam aja..saya yg urus semuanya..kamu cuma perlu datang dengan saya mengerti?"
"tapi.."
"sebentar, saya buat dulu"
Dita melangkah kan kaki nya keluar dari ruang kerja Ezra, karena Ezra meminta nya membuatkan minuman hangat...
pintu sudah tertutup, sosok Dita juga sudah menghilang dari balik pintu itu..Ezra kemudian memandang foto Ella yg tengah tersenyum bahagia dengan seorang pria yg tak lain musuh besarnya..
"astaga kelihatan nya senyum mu bahagia sekali El? kita lihat saja apakah senyum mu ini masih bisa terlihat saat kebenaran terungkap?"
"dan lo Dev! gua bakal bikin lo hancur!"
Ezra memandangi foto itu lalu tersenyum mengejek, ia seolah yakin dengan rencana yg dibuatnya bakalan berhasil, setelah puas mengejek foto itu langsung saja Ezra menekan tombol delete untuk menghapus foto itu..
selang beberapa menit kemudian, pintu ruang kerja Ezra kembali di ketuk..Ezra sudah tau itu siapa dan mempersilahkan nya masuk..
"Mas ini.."
"lain kali jika ingin masuk, masuk saja tak perlu harus ketuk pintu.."
"tapi itu gk sopan Mas.."
"kamu itu ke ruang kerja suami kamu sendiri..bukan tempat orang asing"
"iya iya maaf Mas"
"hmm"
"ini Mas, aku bawain susu jahe hangat untuk kamu"
ucap Dita lalu meletakan minuman itu di meja kerja Ezra..
"ja..jahe?"
"iya Mas kenapa?"
__ADS_1
"saya gak suka minuman jamu..."
"Mas tapi ini bagus untuk kesehatan tubuh, apalagi Mas lagi kerja..ini cocok banget loh buat Mas..ini tuh mengandung.."
"stt..kamu tiba² cerewet? udah gak takut sama saya?"
"aku cuma mau mengikuti apa yg ada di fikiran ku.."
"ergh terserah..tapi tetep saya gk mau minum ini, bikin yg lain aja!"
"mubajir Mas..ini enak loh..gak percaya yah?"
Dita kemudian mengambil minuman itu lalu meneguk nya sampai tersisa sedikit..
"ahhh enak Mas"
"gausah mendesah..mendesah nya nanti sama saya"
"yg mendesah siapa toh? orang ini enak kok jahe nya"
"yah karena sangking enak nya tuh minuman abis"
Dita kemudian melihat gelas yg masih berada di tangan nya, dan benar saja ini minuman hampir habis karena dia..awalnya Dita cuma mau meminum satu tegukan eh malah bablas karena keenakan..
"ini engk habis Mas, tinggal dikit...hilaf Mas maaf yah hehe..tapi cobain deh ini enak loh"
"Maksud kamu saya harus coba minuman bekas kamu?"
"iya Mas coba dulu, entar aku buatin lagi deh..tapi cobain dulu nih..kan masih ada dikit.."
"engk mau ah bekas kamu"
"Mas jangan sok deh..orang kita aja pernah ciuman masa kaya gini gak mau..huh"
ucap Dita tanpa sadar membuat Ezra tersenyum geli..
"ouh jadi kamu udah mulai merintah saya nih?"
"ng..maksud saya..ah..anu..maaf Mas..kalau begitu saya ke bawah dulu buat minuman yg baru.."
"tetap lah seperti itu"
"apanya Mas?"
"cara bicara kamu ke saya..saya suka kamu berbicara dengan santai, tetap lah seperti itu..jangan terlalu formal ke saya"
"iya..kalau begitu aku kebawah dulu Mas.."
"tunggu"
"iya?"
"kemari..Mas mau mencoba nya"
"apa?"
"minuman jamu itu..Mas mau coba"
"tapi ini bekas aku...eh Mas!!"
Dita terkejut karena dengan tiba² Ezra merampas gelas itu lalu meneguknya sampai habis..
"mmm..enak..buatkan lagi yah..tolong istri ku?"
"ah..i..iya..M..as..a..a..akan..aku..bu..atkan"
Dita menjawab nya dengan sangat terbata²..bukan karena jarak mereka yg dekat sekali tapi karena Ezra memanggil dirinya sendiri dengan sebutan 'Mas' dan tadi memanggil Dita dengan sebutan 'istri ku'..
"eh kok bengong? cepat lah..Mas haus nih"
ucap Ezra yg entah kapan sudah kembali duduk di kursinya..sedangkan Dita, ia masih berdiam diri di dekat pintu..
"iya Mas sebentar.."
__ADS_1
setelah itu Dita benar² sudah pergi dari ruangan kerja Ezra, sedangkan Ezra ia langsung tertawa melihat Dita tadi..bahkan saat ia menggodanya dengan sebutan 'istri ku' dan saat Dita berbicara dengan terbata²..belum lagi saat Dita melamun ia sudah berusaha keras menahan tawanya..
"hahaha lucu sekali..."