
Dita menahan tangan suaminya kala Ezra mencoba menarik nya agar tetap pergi..
"apalagi sih sayang, ayo cepatlah!"
tanya Ezra lagi karena Dita selalu menahan tangan nya dan hanya memberikan gelak tawa sebagai jawaban membuat Ezra frustasi dibuat nya.
"hahaha Mas lucu tau" jawab Dita masih dengan gelak tawa yg menghiasi wajahnya..
"sekarang Mas tanya, yg lucu apanya? Mas udah panik ini! gak lihat wajah Mas udah pucat gini?" ucap Ezra menunjuk wajahnya sendiri, membuat Dita tertawa terbahak bahak.
"pftt..hahaha..Mas, muka nya lucu bangetttt sihhh" ujar Dita sambil menyubit kedua pipi Ezra dengan sangat keras..
"awh..sayang!!"
"haha maaf Mas..sakit yah? utuh² suami bodoh ku..hehe" ucap Dita sambil mengelus pipi suaminya yg ia cubit tadi dan jangan lupakan ejekan yg ia lontarkan..
"hah apa? kamu bilang apa tadi? coba katakan lagi? katakan lagi!" seru Ezra yg tidak terima dengan perkataan Dita..
"ih..Mas itu memang bodoh tau! masa aku mau dibawa kerumah sakit? kan Mas ngelawak haha"
"ngelawak? darimana nya ngelawak? perkataan apa yg kamu fikir Mas lagi ngelawak?"
"tuh kan bodoh lagi?! kan aku udah bilang tadi soal Mas yg mau bawa aku ke rumah sakit loh"
Ezra berfikir sejenak, lalu ia tersadar dengan kebodohan nya barusan..tapi ia menutupinya agar tidak terlihat ketahuan bodoh di depan Dita..
"yah terus? Mas kan mau ajak kamu ke rumah sakit lucu nya dimana?"
__ADS_1
"haha sebentar Mas aku atur nafas dulu, sakit perut aku ketawa mulu"
Ezra mengangkat sebelah alis nya tanda ia memang tidak mengerti apapun..
"hu..jadi gini..pftt.."
"kamu mau menjelaskan atau mau ketawa lagi sih!"
"hu...hu..hu.." Dita menghebuskan nafasnya lagi setelah itu ia berusaha fokus menjelaskan kepada Ezra mengapa dirinya tertawa..
"jadi gini Mas ku...uhh udah ganteng, kaya, berpendidikan dan pastinya suami ku sayang---"
"aaaa ya ampun Dita,.please jawab..kalau gk kita kerumah sakit sekarang!"
"ets..ya ampun,.masa di puji istrinya begitu?" tanya Dita dengan wajah yg sengaja ia tekuk..
"di puji apanya? memang itu semua fakta sayang, udah jelasin semuanya"
"sayang?"
"oke² aku jelasin..duduk dulu dong, masa aku mau cerita tapi kamu berdiri, sini duduk deket aku Mas"
Ezra segera duduk di lantai berhadapan dengan Dita yg duduk di kasur..
emm tau kan gimana posisi nya? author
"aku mau tanya sama Mas, kalau kita ke rumah sakit terus di tanya sama Dokter..Mas bakal jawab apa?"
__ADS_1
"ya jawaban nya simple, itu perut kamu ada yg gk beres? kaya tendangan gitu..kan di dalam sana ada anak Mas,.kalau kenapa2 gimana?"
"Hahaha"
Ezra menatap bingung Dita, yg malah semakin tertawa karena jawaban yg diberikan suaminya..
"Mas..aku mau tebak pasti kalau Mas berkata seperti itu, Dokter disana pasti bakalan ketawa juga kaya aku"
"kok bisa?"
"karena Mas itu bodoh hahahaa"
"kamu ngatain Mas bodoh? bodoh² begini tapi bisa bikin kamu pingsan loh di ranjang sayang?"
"ihh apaan sih Mas..oke lanjut gak nih?"
"lanjut lah,.kan kamu belum menjelaskan secara detail..dan hanya bertanya saja tidak menjelaskan.."
"haha iya juga, oke aku langsung ke intinya aja deh.."
"apa?"
Dita meletakan tangan suaminya kembali ke perut besar nya..
"tendangan itu berasal dari anak kita Mas..."
**FYI GUYSSS.....
__ADS_1
Semalem saya baca novel saya sendiri nih, kok saya merasa ini novel kaya menceritakan tentang Ezra dan Dita aja yah? bener gk sih?pemeran pembantu mah cuma sekedar lewat aja..tapi yah mau gimana lagi maklum guyss aku pemula,.semua cerita ini aku imajinasikan sendiri,.jadi hanya terfikirkan Ezra dan Dita saja..tapi kalau cerita ini bikin boring..aku bakal usaha in ada cerita yg lain nya, tapi kalau ada yg setuju hehe..makasih..
jarang up bukan berarti hiatus, hanya saja sangat sibuk,.besok kalau gk sibuk up lagi oke**?