Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Penjelasan Dita kepada bibinya


__ADS_3

"dia...."


sebelum Dita menyelesaikan perkataan nya, tiba² pintu sudah terbuka siapa lagi kalau bukan Ezra..


"kamu! kenapa berada disini!! pergi!"


sarkas bibi Dita begitu marah melihat Ezra yg masuk keruangan nya sedangkan Ezra hanya berdiam diri di pintu..


"bi..bibi tenang yah, jangan emosi bi..inget kesehatan bibi"


Dita mencoba menenangkan bibinya agar tidak mengikuti emosinya..


"bibi mau dia keluar Dita! bibi engk mau melihat nya disini.."


Dita lantas beranjak dari duduknya dan menghampiri Ezra yg masih berdiam diri di pintu..


"tuan, saya mohon keluar sebentar..saya takut bibi menjadi semakin emosi"


mendengar perkataan Dita, Ezra langsung melangkah keluar tanpa mengatakan sepatah katapun..lalu Dita kembali duduk di dekat bibinya..


"bi tenang yah, dia udah keluar kok"


"kenapa dia bisa disini? jawab bibi Dita? atau jangan² kamu yg meminta nya membawa bibi kesini"


Dita diam sejenak mendengar perkataan bibinya, lalu kemudian ia hanya bisa mengganguk..


"maaf bi..tapi Dita begitu takut jadi Dita meminta kepadanya untuk membawa bibi ke rumah sakit"


bibi Dita mengerti dengan ketakutan Dita, ia berfikir andai saja ia tidak sakit mungkin tidak akan menyusahkan Dita..


"maafkan bibi yah Dita, bibi selalu menyusahkan kamu.."


lantas Dita langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak menyukai apa yg bibinya katakan barusan..baginya bibi nya itu sama sekali tidak menyusahkan nya..


"tidak, bibi tidak pernah menyusahkan Dita..tapi sebaliknya Dita lah yg menyusahkan bibi...makasih bi udah merawat Dita selama ini.."


mereka langsung berpelukan layak nya seorang ibu dan anak bukan sebagai bibi dan keponakan, lalu Dita mulai menceritakan tentang Ezra yg meminta nya untuk menuruti semua permintaan nya, sedangkan bibinya hanya bisa menangis mendengar penuturuan Dita..tapi Dita dengan senyum nya mengatakan 'semua akan baik² saja', setelah itu Dita kembali memeluk bibinya dengan isak tangis yg sudah membanjiri pipinya..

__ADS_1


setelah puas berbicara dengan bibinya, Dita kembali ke luar menemui Ezra..dilihat nya Ezra sedang fokus bermain dengan ponsel nya belum lagi handset yg setia di telinga nya..


"tuan.."


Ezra tidak mengubrisnya sama sekali karena ia sangat fokus dengan ponsel nya..


dengan sedikit keberanian Dita mencoba menyentuh bahu Ezra, dan berhasil membuat Ezra menghentikan atensinya..


"hmm?"


Ezra hanya menjawab yg seperlunya saja,.padahal dia ingin menanyakan bagaimana keadaan bibinya namun ia urungkan karena gengsi nya terlalu besar..


"tuan lebih baik kembali saja..saya akan bermalam disini menemani bibi saya.."


Ezra yg tadinya duduk lantas langsung berdiri saat mendengar perkataan Dita...


"apa?! YA! kamu fikir saya mau menuruti perkataan mu lagi? tidak! karena saya akan kembali bersama kamu!"


"tuan..maksud saya bukan begitu..saya hanya berfikir..."


"kamu jangan terlalu banyak berfikir..kamu hanya perlu melakukan apa yg saya katakan..kalau kata saya tidak akan kembali yah tidak bisa di bantah!"


"siapa bilang saya ingin bermalam di tempat yg berbau obat?"


"lalu tuan ingin apa?"


Dita sudah sangat lelah berdebat dengan Ezra..dia juga ingin cepat² kembali ke ruangan bibinya..karena dia tidak ingin berlama lama dengan Ezra..


"saya akan mencari penginapan disini..dan kamu harus ikut saya! tidak ada penolakan!"


"tapi..bibi saya..."


"saya akan meminta perawat khusus untuk menjaga nya sepanjang malam.."


"tuan..."


"saya tunggu di mobil" ucap Ezra lalu segera pergi meninggalkan Dita yg terpaku dengan ucapan Ezra barusan..

__ADS_1


.......🍁.......


Pada akhirnya Dita tetap mengikuti apa yg diinginkan Ezra..ia tidak berhak menolak apapun yg Ezra katakan karena ia sudah berjanji kepada Ezra..


dan disini lah mereka sekarang..disebuah rumah kecil yg terbuat dari papan saja yg tidak lain rumah bibinya sendiri, sebenarnya ada perdebatan kecil saat akan memilih tempat penginapan tadi..


*flasback on*


Sore sudah berganti malam, namun Ezra tidak menemukan penginapan yg cocok untuk dirinya tinggali..sudah berapa kali ia muter² di jalan mencari penginapan..Dita pun juga sudah lelah lantas memberikan pendapat nya kepada Ezra..


"tuan jika anda mau, anda bisa bermalam di rumah kami.."


Ezra yg mendengar itu langsung menginjak rem nya secara mendadak..membuat Dita hampir terkena dasboard di depan nya..


"kau gila?! tidak! saya tidak mau tinggal di tempat seperti itu!"


Ezra langsung menolak usulan dari Dita


"lalu anda ingin tetap mencarinya? ini sudah malam tuan..apa anda tidak lelah?"


Dita masih tetap meyakinkan Ezra tapi sepertinya pendirian Ezra tidak bisa diruntuhkan begitu saja..


"tidak! saya akan tetap mencari nya! kamu hanya perlu diam dan jangan banyak bicara"


sudah cukup..Dita sangat lelah dengan sifat keras kepalanya Ezra..dia bahkan sudah memberitau kepada Ezra bahwa disini tidak ada tempat penginapan tapi Ezra tetap saja melanjukan mobilnya..


"tapi saya lelah tuan.."


mendengar suara parau Dita, Ezra langsung menghembuskan nafasnya secara kasar, lalu dia memutar mobilnya..


"kita mau kemana?"


"kerumah kalian..puas?"


"nah gitu tuan..dari pada bolak balik nyari yg gak ada.."


"berisik"

__ADS_1


*flasback off*


__ADS_2