
Ella yg tergangu karena suara Ezra, ia langsung memeluknya dari belakang..
"siapa by? kok kamu panik, siapa yg telfon?"
"mamah yg telfon"
"apa?! jadi bagaimana apakah kita akan kembali?"
"tidak sayang..kita akan tetap kesini..aku beralasan bahwa aku sedang honeymoon dengan sih pembantu itu..dan mamah percaya"
"ah..benarkah? yasudah aku ingin bersiap siap karena banyak tempat yg harus aku kunjungi" ucap Ella ingin melangkah pergi..namun di tahan oleh Ezra..
"tidak sekarang hmm..karena aku ingin seharian bersama mu di ranjang ini..tanpa sehelai benang pun..mengerti" ucap Ezra lalu melanjutkan kegiatan panas mereka..
****
seminggu kemudian masih tidak ada kabar dari Ezra, dan Dita sudah mulai terbiasa..setidaknya jika tidak ada suaminya dia bisa dengan leluasa berkeliling rumah terlebih lagi sekarang punya teman yaitu ian jadi dia tidak terlalu bosan..
ian sudah bekerja disini menggantikan posisi pak Tio, tentu saja itu semua sudah mendapatkan izin dari Ezra..
seperti biasa nya Dita setiap sore nya menyirami tanaman di depan, melihat itu ian segera menghampirinya..
"ngapain neng geulis"
"lagi nyiram tanaman aa"
__ADS_1
"wah..cantik yah.."
"iya cantik tanaman nya kan..apalagi kalau disiram"
"bukan tanaman nya..tapi kamu atuh.."
Selama mereka bersama Dita mengetahui jika ian orang sunda, jika mengobrol dengan nya ian selalu memakai bahasa sunda awalnya Dita tidak mengerti namun karena sudah seminggu ini berteman dengan nya ia jadi tahu sedikit..
"haha aa teh bisa aja"
"wah..udh bisa bahasa sunda toh..bagus² cocok deh jadi istri aa kayanya" tapi Dita hanya menanggapi nya dengan tertawa..
sampai percakapan mereka berhenti karena suara klakson mobil yg sudah berada di gerbang..Ian pun kesana untuk membuka gerbang itu lalu menunduk hormat..
"kenapa diem!"
"tu..tuan ada...apa"
"bawa belanjaan istri saya ke dalam" ucap Ezra lalu masuk bersama Ella..wah betapa beruntung nya Ella di akui istri oleh Ezra berbeda dengan Dita yg hanya di akuin sebagai pembantu..
Ian sedari tadi melihat raut wajah sedih Dita menjadi sedih juga jadi ia berniat membantu Dita..
"eh..neng kok sedih sih?"
"aaa...engk kok aa"
__ADS_1
"sini biar aa bantu yah.."
"jangan Aa biar neng aja"
"yasudah..."
Dita masuk ke dalam dengan membawa banyak belanjaan di tangan nya, saat menutup pintu ia melihat ke arah ruang tamu tepat nya kepada suaminya sedang berciuman dengan Ella berada di pangkuan suaminya.. tanpa sadar Dita menjatuhkan belanjaan nya, mereka yg sedang asik bercumbu terhenti karena mendengar barang terjatuh..mereka berhenti dari kegiatan nya lalu menatap Dita..
"apakah kau tidak bisa membawa belanjaan itu!" sarkas Ezra
"a...maaf tuan..saya..tidak sengaja"
"sayang sudah lah.." Ella turun dari pangkuan Ezra lalu menuju Dita yg masih diam..
"Dita..ini paperbag warna merah ini buat kamu?"
"Aaa..makasih non" Dita mengambil paperbag yg diberikan Ella namun matanya dengan tidak sengaja melihat tanda merah agak keunguan di leher Ella..
"saya..harus kembali..ke kamar" ucap Dita segera pergi dari hadapan mereka..ia tidak tahan lagi..jadi sampai kamar Dita kembali menangis..
"hey!!"
"sudah lah by..biarkan saja dia...bantu aku bawa belanjaan ini?" Ezra tersenyum kepada Ella
"baiklah istri ku..apapun yg kau perintah kan akan aku laksanakan" ucap Ezra..dia lebih mengistimewahkan Ella daripada Dita, tapi Ezra tidak sadar jika ucapan nya itu terdengar Dita..
__ADS_1