
Setahun kemudian~~
Kehidupan yang mereka lalui sangat lah indah, tidak ada kehidupan yg seperti dulu lagi, sekarang hanya ada kebahagian saja tapi berubah saat seminggu terakhir ini..
ingat dimana Ezra menjelaskan kepada Dita alasan ia menceraikan Ella? semua sudah di katakan Ezra tanpa sedikit pun ia sembunyikan dari Dita, dan semenjak kejadian itu Dita mencoba mengerti dan menerima kehidupan yg mereka jalani sekarang..
"Mas, hari ini mau makan di rumah?"
tanya Dita yg sedang memasangkan dasi di kemeja kerja suami nya, sedangkan yg ditanya tampak berfikir, tapi tak lama kemudian ia tersenyum dan mengatakan..
"Aku berusaha pulang"
jawab Ezra lalu mengecup Dita, tidak ada embel² Mas lagi dari mulut Ezra..
selama hampir setahun ini Ezra selalu pulang untuk makan siang bersama nya, tapi entah kenapa seminggu terakhir ini suaminya itu tidak lagi ke rumah hanya untuk sekedar makan siang..
jawaban seperti itu sudah di dengar Dita seminggu ini tapi hasil nya tetap saja, bahwa suaminya itu tidak akan pulang..
mereka menuju meja makan, Dita dengan telaten menyiapkan sarapan untuk suaminya..saat sesi makan tidak ada yg terdengar selain dentingan sendok..
"Aku berangkat"
__ADS_1
Dita langsung menyalami punggung tangan suaminya itu, ia sudah siap mendapatkan balasan dari Ezra tapi suaminya itu langsung pergi tanpa mengatakan satu kata pun..
"Mas sebenarnya kenapa?"
lirih Dita menatap kepergian suaminya yg sudah tidak terlihat di halaman rumah..
...🍁🍁🍁...
Ezra mengendarai mobilnya ke kantor, sudah seminggu ini ia merubah sifatnya kepada sang istri, bukan karena ia tidak mencintai nya lagi..melainkan ia memang sengaja melakukan itu karena malam ini adalah hari pernikahan nya bersama Dita, ia berencana memberikan kejutan kepada istrinya itu makanya ia selalu bersikap tidak biasa kepada istrinya..
sejujurnya ia tidak tahan dengan sikap nya kepada istrinya itu, tapi ia harus bertahan demi rencana yg akan ia laksana kan malam ini..
"huft, maaf sayang tapi Mas janji nanti malam akan mengatakan yg sebenarnya" lirih Ezra memandang ponsel nya dengan walpaper dirinya dan juga sang istri tengah duduk di bibir pantai dengan Ezra yg mengecup pipi Dita..
"selamat pagi tuan" sapa mereka yg langsung di jawab oleh Ezra..Nisa kembali ke meja kerja nya sedangkan Bayu di tempatkan di ruangan yg sama dengan nya..
"Yu"
"iya tuan?"
"rasanya saya mau mengakhiri rencana ini sekarang juga" ucap Ezra merasa frustasi karena selama ini ia telah berdosa membuat wajah istrinya sedih dengan sifatnya yg berbeda..
__ADS_1
"tuan harus bersabar, nanti malam anda jelaskan baik² kepada nyonya..saya yakin pasti nyonya bakal mengerti dan juga terkejut dengan apa yg anda lakukan nanti malam"
"tapi saya sungguh tidak sanggup Yu.. lagipula malam masih lama"
"Tuan harus sabar, lagipula tuan yg merencanakan ini, mengapa tuan yg lemah?"
Ezra berdecak sebal kepada Asisten nya itu, memang benar ini semua rencana Ezra, dulu.ia sangat bersemangat menjalankan rencana ini tapi saat rencana ini berjalan entah mengapa rasanya sangat sulit bahkan ia hampir menyerah...
"kau tidak akan tau rasanya Bayu, karena kau belum menikah..jika kau sudah menikah maka kau akan merasakan penderitaan seorang suami"
"haha makanya dari itu tuan, ijinkan saya mencari wanita dan menjadikan nya istri saya"
Ezra langsung melayangkan pena nya ke meja Bayu..
"mau cari mati kau! kalau kau ingin menikah maka bersiaplah meninggalkan kantor ini! karena saya tidak mau----"
"Asisten anda menikah dan hanya akan mengurusi keluarga nya dan juga tuan tidak akan mendapatkan teman untuk mendengar keluh kesah anda?"
"kau!!"
"maaf tuan, lebih baik saya lanjutkan kerja saya dulu"
__ADS_1
Bayu fokus kepada dokumen nya sedangkan Ezra ia tidak melakukan apapun karena kedua pekerja nya sudah melakukan semua pekerjaan nya..