
Sinar mentari pagi masuk menembus tirai hingga cahaya itu menerpa wajah Dita yg sedang tertidur lelap.. Dita mengerjapkan matanya kala sinar itu berhasil menyilaukan seluruh ruangan dan juga dirinya...
perlahan Dita mulai membuka matanya, lagi² pandangan yg ia dapat saat membuka mata nya yaitu sebidang dada yg keras..Dita mengetahui itu siapa, ia pun mulai menegakan kepala nya dan benar saja Ezra sedang tertidur di samping nya sambil memeluk posesif dirinya..
Dita memandangi wajah damai suaminya itu..
suami? apakah ia masih bisa disebut suami? tentu saja karena Dita memang menggangap nya suami dirinya bukan yg lain tapi sedangkan Ezra sendiri ia sudah sangat tau jawabannya...
"kan kalau dia tidur, sifat nya yg sombong itu akan lenyap..tapi begitu ia bangun sifat nya akan melebihi singa"
Gumam Dita yg masih setia menatap Ezra, lalu dengan keberanian ia mencium pipi kanan Ezra..entah kenapa ia sangat ingin menciumi nya..
"maaf Mas, aku mencuri ciuman mu..karena aku sangat merindukan mu.."
Lirih Dita lalu mencoba melepaskan rangkulan tangan Ezra yg di pinggang nya..
Dita kesusahan melepaskan tangan itu, semakin ia mencoba melepaskan nya maka Ezra akan semakin menahan nya..
"mau kemana?"
Ezra bersuara khas seperti orang bangun tidur, namun matanya masih tertutup..Dita berfikir Ezra hanya sedang menggigau saja, lantas Dita mencoba melepaskan nya lagi namun Ezra malah bangkit dan langsung berada di atas Dita , sehingga Dita sedang berada di kungkungan nya, namun yg bikin Dita heran adalah Ezra masih menutup matanya..
"Mas Ezra mimpi kali yah? apa Mas Ezra mimpi lagi bercinta dengan Ella?" gumam Dita yg berfikir Ezra bermimpi..tapi kenyataan nya Ezra memang sengaja tidak membuka matanya dan ia mendengar jelas apa yg di katakan..mendengar Dita menyebut nama itu Ezra segera membuka matanya...
"Dita.." ucap Ezra bersamaan dengan membuka kedua matanya dan langsung menatap Dita yg matanya sudah melotot..
"em..i...iya..Mas..sa..saya? ke..kena..pa?"
Jawab Dita sangat gugup karena ia bertatapan dengan Ezra..
"berhenti menyebut nama wanita itu" Ezra mencoba melembutkan nada suara nya, namun sejujurnya ia sudah sangat kesal karena Dita menyebut nama yg tidak ingin Ezra dengar..
"ma..aaf"
"hmm"
"ng..Mas...saya..saya.."
"hmm?"
"saya mau bangun"
"bangun yah tinggal bangun"
"em..iya..tapi anu..bisakah Mas menyingkir?"
"tidak mau!"
"hah?! lalu bagaimana bisa saya bangun?"
"bukan urusan saya..yg menjadi urusan saya itu kamu tidak menjawab pertanyaan saya tadi terus berusaha melepaskan tangan saya..dan yg terpenting kenapa kamu mencuri ciuman dari saya?"
"ah..itu..itu..itu...itu...itu...itu.."
"itu? itu apa?"
"maaf"
__ADS_1
"bukan maaf yg mau saya dengar.."
ucap Ezra lalu mendekatkan wajah nya hingga tersisa jarak sesenti di wajah Dita bahkan hidung mereka sudah bersentuhan..sesekali Ezra menggesekan hidung nya dengan Dita..
"maaf Mas, aku..aku tidak akan melakukan itu lagi..maaf"
perlahan hidung Ezra yg semulanya sedang bermain dengan hidung Dita mulai menurun kan nya hingga tepat berada di leher Dita..
Dita yg mendapat sentuhan itu hanya menutup matanya lalu ia menelan saliva nya..Ezra pun melihat betapa susah nya Dita menelan ludah itu.. dengan jahil Ezra mengeluarkan lidah nya lalu menjilat leher Dita hingga dagu nya..membuat Dita refleks langsung membulatkan matanya tidak percaya..
"itu hukuman mu..sudah saya bilang, saya tidak ingin mendengar maaf..sekarang saya tanya lagi kenapa kamu mencium saya?"
ucap Ezra lalu segera ingin melakukan hal yg seperti tadi namun dengan cepat Dita menahan nya dengan meletakan tangan nya di dada Ezra..
"mau menyentuhnya?"
"ti..tidak!"
"hm? lalu kenapa memegang nya?"
"ah..tidak², saya cuma menahan nya supaya..Mas..Mas jangan melakukan itu lagi.."
"kamu mengatur saya? lepaskan.."
"tidak.."
"lepaskan atau saya akan melakukan hal yg lebih"
Ancaman nya berhasil membuat Dita langsung menyingkirkan tangan nya yg sedang menahan Ezra tadi..Ezra lalu tersenyum miring kepada Dita dan mulai melakukan hal seperti tadi...
"ng...i..itu"
Dita tidak bisa menyelesaikan kata² nya karena ia tidak bisa fokus dengan apa yg ia ingin katakan dan juga Ezra yg sedang menjilat lehernya membuat Dita hilang fokus..
"hmm.."
"ngh...itu..ka..karena..ngh.."
"karena?"
"KARENA MAS MENGGODA! JADI AKU INGIN SEKALI MENCIUM NYA!"
ucap Dita dengan keras karena ia tidak sanggup lagi menerima perlakuan Ezra, lantas Ezra langsung menghentikan aksinya..dan kembali menatap Dita dengan jarak yg cukup dekat..
"hanya itu?"
tanya Ezra lalu Dita menganguk dengan cepat..
"kalau begitu ulangi.."
"apanya?"
"ciuman nya..itu curang tadi kan posisi saya tidur..karena saya sudah bangun,.kamu boleh melakukan nya lagi..saya tau kamu masih mau mencium saya lagi"
"hah? saya...saya tidak..yg tadi su..sudah cukup Mas.."
"lakukan! saya bilang lakukan!"
__ADS_1
"ba..ik Mas..tapi Mas jangan berkata kalau saya ini sedang menggoda.."
"saya tidak mengatakan nya..kamu sendiri yg baru bilang.."
"yah karena..."
"lakukan!"
Dita mulai memajukan wajah nya, dan berniat mencium di pipi Ezra yg tadi..
"bukan disitu..tapi disini"
ucap Ezra menujuk bibirnya sendiri..meminta Dita untuk mencium nya di bagian itu..
"tidak bisa!"
"kenapa?! tidak mau melakukan nya?!"
"tidak bukan begitu.."
"aish kau lama sekali.."
Ezra lalu memgambil start duluan dan langsung mencium tepat di bibir Dita, yg awalnya kecupan berubah menjadi menuntun..
Ezra mengigit bibir Dita hingga membuat Dita langsung membuka Mulut nya memberi akses kepada Ezra untuk memperdalam ciuman mereka..
Dita yg awal nya terkejut menjadi terbawa suasana yg Ezra ciptakan..perlahan Dita memejamkan matanya lalu berusaha membalas ciuman Ezra meski terkesan sangat kaku..Ezra yg mendapat balasan ciuman itu langsung membuka matanya dan menatap mata Dita yg tertutup lalu ia juga menutup matanya kembali..
Dita yg sudah kehabisan nafas lantas memukul dada Ezra..dan Ezra pun mengerti lantas ia menjauhkan wajahnya dan tautan mereka terlepas..
"menikmatinya hmm?"
"ti..tidak..itu..hanya..in..insting..hanya itu?"
"pftt benarkah?"
"i..iya"
"baiklah aku ingin lagi.."
"ti..tidak!"
Dita langsung menutup mulutnya dengan tangan nya..Ezra pun tertawa melihat tingkah Dita..
"Dita.."
"yah Mas.."
"huh..saya tidak tau harus darimana saya bicara, tapi intinya mari memulai semua nya dari awal.."
Dita yg mendengar itu lalu melepaskan tangan nya yg sedang menutup mulutnya..dengan cepat Ezra mengecup nya,.lalu segera bangkit dan pergi ke kamar mandi meninggalkan Dita yg sedang bingung..
Heyoooooooo, buat para readers yg cantik nya minta ampun, jangan lupa voment yah hehe😁..
dan selalu dukung author supaya setiap hari bisa up..sekali lagi..jangan lupa VOMENT, yah..terimakasih, khamsahamnida, arigato, thank you, xie xie...
maafken karena typo masih bertebaran..hehe maklumi yah kan aku pemula
__ADS_1