Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Bibi ingin pulang


__ADS_3

Dita mulai membuka matanya, kala sinar mentari masuk melalui celah tirai nya..tunggu tirai? bukan kah dia berada di mobil...


"loh kok di kamar? sejak kapan?seinget aku tadi berada di mobil?! jangan²----"


Dita mulai diam dan mencoba mengingat apa yg terjadi semalam, seketika lamunan nya buyar karena ia mendengar suara percikan air..


"Mas Ezra? pasti dia lagi mandi..aku harus secepat² nya keluar.."


dengan cepat Dita turun dari ranjang empuk nya, lalu pergi menuju ke kamar bibinya..


......🍁......


tok² tok²


sesudah mengetuk pintu Dita masuk ke kamar tersebut, terlihat bibinya tengah memandang keluar jendela dengan wajah yg menujukan ekspersi sedih..


"bi..."


"akh! Dita, bibi kira siapa? bikin kaget aja"


"maaf bi..tapi tadi Dita udah mengetuk nya..mungkin bibi tidak mendengar nya.."


jelas Dita


"ah..iya mungkin bibi tidak mendengar nya"


"bibi kenapa? cerita sama Dita"


"bibi engk kenapa napa kok"


"wajah bibi menjelaskan semuanya, kalau bibi tidak sedang baik² saja..katakan bi..ada apa?"


"bibi ingin pulang nduk"

__ADS_1


"pulang?"


"iya bibi kangen ke sawah nduk, kangen tetangga bibi.."


"bibi memang nya gk suka tinggal sama Dita?"


"bukan begitu nduk, bibi hanya kangen suasana kampung saja"


"huft..tapi bi----"


ucap Dita terhenti karena Ezra masuk tanpa permisi..


"maaf bi, Ezra tadi udah denger semuanya..emm jadi bibi kangen sama kampung?"


"iya Zra, bibi kangen aktifitas dulu"


"yaudah Ezra antar yah"


"baiklah, bibi akan mengemaskan pakaian bibi.."


bibi Dita terlihat sangat senang, sehingga ia benar² mengemaskan semua pakaian nya ke dalam tas..melihat bibi begitu senang membuat Dita juga ikut senang tapi ia juga merasa sedih karena ia pastinya akan kesepian, ada rasa takut juga jika bibi nya pergi..


yang ia takutkan yaitu Ezra menjadi seperti dulu, Dita berfikir mungkin selama ini Ezra memperlakukan nya dengan baik karena ia tidak ingin membuat bibinya marah atau merasa khawatir lagi pada Dita..


"kamu kenapa?"


tanya Ezra saat mereka melangkah keluar dari kamar bibi Dita,dan rupanya Ezra menyadari raut wajah Dita yg begitu sedih sekaligus merasa khawatir..


"ng..ngkpp kok Mas.."


"yakin?"


"iya..yaudah aku masak dulu, buat sarapan"

__ADS_1


Dita mulai melangkah namun Ezra menahan tangan nya sehingga Dita tidak bisa melangkah lagi..


"kamu lebih baik mandi dulu, biar Mas aja yg masak?"


"Mas? bisa?"


"ergh..suami mu ini bisa segalanya..kau saja sebagai istri tidak menyadari apa kemampuan Mas.."


perkataan Ezra sangat manis, ia takut dengan apa yg terjadi jika bibinya benar pergi..


"kenapa?"


"ng..ngk Mas, aku mau masak dulu"


"eh..mau kemana? kan Mas bilang mandi sana.."


"iyaudah.."


sementara Dita pergi menjalankan perintah Ezra..Ezra dengan cepat memesan makanan, ternyata Ezra berbohong jika ia bisa memasak karena pada aslinya dia sangat payah dengan semua itu, dia hanya pandai dalam pekerjaan kantor..


lama menunggu pesanan itu datang, Ezra memilih untuk memotong apel dan memakan nya..tiba² terdengar suara bell di depan pintu..


cklek..


"ini tuan pesanan nya"


"makasih pak Tio"


pak Tio membawa pesanan yg di titipan ke kurir , lalu ia memberikan nya kepada Ezra..


setelah mengucapkan kata terimakasih Ezra menutup pintu lalu membalikan badan dan itu juga tepat sekali Dita tengah turun dari tangga.


"loh Mas itu apa?"

__ADS_1


__ADS_2