
Dita menyalimi tangan suaminya lalu kembali menatap tajam membuat Ezra lagi² menelan ludah nya kasar, kemudian tatapan Ezra beralih ke putri kecil nya..
"sayang lihat daddy bawa donat kesukaan Dira" ucap Ezra berusaha membujuk Dira dengan membawa makanan kesukaan nya..
awalnya Dira begitu senang tapi sejenak kemudian ia langsung merubah ekspresi nya..
"papah kenapa gk jemput Dira?"
"daddy sayang bukan papah!"
"engk mau! Oma bilang papah itu lebih bagus dari pada Daddy!"
"mamah....." gumam Ezra
"papah jawab! kenapa gk jemput Dira!"
"ehh itu------"
"kamu ini Mas kalau gk bisa jemput lagi setidak nya jangan janji sama Dira kasihan dia.."
"sayang kamu salah faham" ucap Ezra mencoba menjelaskan kepada anak dan istrinya...
"ehem..maaf saya ijin ke kantor dulu" pamit Ian dan Ezra menggangukan kepala nya mengijinkan Ian untuk kembali ke kantor..
"eh om mau kemana? diam disitu Om, kalau om melangkah lagi Dira akan menyuruh om beli ice cream di seluruh supermarket!" ancam Dira yg berhasil menghentikan langkah Ian..
__ADS_1
"Mas, bukan nya terimakasih sama Aa Ian udah jemput Dira kamu malah ngusir dia, setidak nya Aa Ian bisa makan siang bersama kita dulu Mas"
"sayang, Mas gk ngusir Ian..Mas cuma-----" Ezra tidak melanjutkan perkataannya karena ia tau membela dirinya sendiri hanya akan berakhir panjang dan tetap juga dirinya yg salah..
"Dira...." panggil Ezra, dia menunduk mensejajarkan tubuh nya dengan Dira, lalu Ezra menggengam tangan mungil putrinya itu..
"maaf..daddy memang mau jemput Dira, cuma tiba² daddy ada pekerjaan mendadak jadi daddy tidak bisa menjemput mu padahal daddy sudah janji tadi pagi tapi lagi² daddy tidak menepatinya..Dira kesal sama daddy? daddy minta maaf..Dira mau kan maafin daddy?" ucap Ezra dengan lirih karena ia merasa bersalah kepada putrinya..
"Dira bakal maafin..tapi dengan satu syarat"
"apa sayang?" ucap Ezra dengan berseri² karena baru kali ini membujuk Dira sangat mudah biasanya Dira akan marah dan tak akan berbicara kepada nya..
"Dira gk mau panggil daddy mau nya papah!"
"pfttt hahahaha" Ian tertawa mendengar perkataan Dira, ia kira persyaratan nya tentang hal yg lain tapi di luar dugaan itu sangat lucu..
"jangan di tahan kalau mau ketawa yah ketawa aja" ucap Ezra menatap Dita yg berdiri di belakang Dira..
"pah...gimana?" tanya Dira lagi..
"huh...iya Dira mau panggil papah, ayah, daddy atau apapun boleh kok, yg penting daddy eh papah di maafin"
"hehe gitu dong lagian pah kata Oma daddy itu untuk panggilan bule..tapi kan papah bukan bule jadi pakai nama indonesia aja yah hehe"
"hmmm...kalau papah udah di maafin berikan papah kiss dan hug dong"
__ADS_1
Dira langsung mencium pipi Ezra dan memeluknya..
"udah²...sekarang kita makan yah..nanti keburu dingin makanan nya"
Ezra langsung melepaskan pelukan hangat nya bersama putrinya lalu mereka semua menuju ke ruang makan..
"sayang lihat mamah udah buat ayam goreng kesukaan Dira..."
Dira menatap ayam goreng yg tersaji di hadapan nya dengan tatapan yg berbinar²... melihat Dira begitu senang membuat Dita langsung menaruh ayam goreng ke piring Dira..
****
makan siang telah usai, Ezra dan Ian pamit ke kantor lagi...
"sayang, Mas kembali ke kantor dulu yah.."
ucap Ezra kepada Istrinya..
"iya Mas hati²"
"Dira dimana?" tanya Ezra karena sehabis makan siang Dira langsung pergi ke kamarnya dan sampai sekarang belum keluar...
"masih di kamar Mas.."
"hmm yaudah kalau gitu Mas berangkat yah" ucap Ezra lagi lalu mencium kening Dita mesra membuat Ian yg melihatnya jadi iri..
__ADS_1
"hadeh nasib jomblo" gumam Ian kecil lalu mereka kembali ke perusahaan...