Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Menjemput


__ADS_3

DITA POVV


Hari telah berganti..tak terasa sudah seminggu aku berada di kampung, itu artinya sudah seminggu pula Mas Ezra tidak mencari ku, bodoh nya aku mengharapkan dia..tapi aku heran selama seminggu ini ia tidak mengirim ku dokumen surat perceraian..apa yg terjadi??


"ah..sepertinya kepergian ku berdampak baik untuk Mas Ezra..aku yakin keputusan ku sudah sangat tepat.." aku berucap sambil melihat langit² kamar ku..karena hari ini aku sedang tidak enak badan jadi bibi ku menyuruh ku untuk istirahat saja..


saat aku ingin memejamkan mata, tiba² terdengar pintu rumah sedang di ketuk. dengan segera aku membuka nya..begitu pintu terbuka, aku menatap nya tak percaya..kini di hadapan ku ada Mas Ezra!!


"tu..tuan?"


"kau tinggal disini?"


tanya nya sambil melihat lihat rumah bibi ku..


"iya tuan"


"kemasi barang² mu, kita akan kembali"


Apa ini?! aku tidak salah dengar kah?! Mas Ezra kemari hanya untuk menjemputku?..ada rasa senang saat Mas Ezra mengatakan itu..dan ada rasa rindu yg teramat dalam kala aku menatap nya..kembali lagi dengan perkataan Mas Ezra yg belum sempat aku jawab..aku bingung apa aku harus kembali atau tidak..tapi aku ingat dengan bibi..tidak mungkin aku meninggalkan nya untuk kedua kalinya..


"maaf tuan, saya tidak bisa ikut anda" tolak ku secara halus..


"kenapa! aku sudah jauh² kemari menjemput mu! dan begitu sampai kau MENOLAK untuk pergi!" ucapnya dengan sedikit meninggikan nada bicara nya

__ADS_1


"tuan..jangan keras² suaranya..ini di kampung"


" lalu kenapa! aku tidak perduli! pokoknya cepat kemasi barang² mu..kita pergi sekarang! aku tidak menerima penolakan!"


"tuan..coba lah mengerti.."


"aku tidak ingin mengerti...pokoknya cepat ikut saya!"


"tidak tuan..saya tidak bisa.."


"mau dengan cara kasar atau halus hah?!"


"tuan..."


"siapa kamu!"


"saya tanya siapa kamu! kenapa bisa disini! kenapa memarahi ponakan saya!!"


"ouh jadi ini keponakan anda..saya tidak perlu mengatakan siapa saya..karena saya yakin ponakan anda ini sudah menceritakan tentang dirinya dan juga saya.."


"nduk..jangan bilang dia suami mu?"


"i..iya bi..dia suami Dita"

__ADS_1


tepat mengatakan itu Bibi ku langsung menampar Mas Ezra, aku hanya bisa membulatkan mata ku..terkejut? tentu saja..karena aku tidak tau jika bibi akan melakukan hal itu..


"untuk apa kamu kesini?! kau sudah membuang nya!! ingin mengambil nya kembali!! jangan mimpi!"


"o...kasar sekali yah..ponakan nya yg licik..dan bibinya yg kasar..luar biasa..sama² rendahan!"


"kau..."


"bibi..udah bi..lebih baik bibi masuk saja..nanti penyakit bibi kambuh.." sungguh aku takut jika penyakit jantung bibiku kambuh..saat ini ia sedang marah besar kepada Ezra..


"nduk..usir dia.."


"ngihh bi.."


bibiku sudah masuk kedalam..tersisa lah aku dengan Mas Ezra di luar..aku sudah menawarkan nya untuk membicarakan hal ini di dalam saja namun dia menolak nya dengan alasan..tidak ingin masuk kedalam rumah kotor..


"tuan..saya mohon pergi lah..saya tidak bisa ikut anda..bibi saya tengah sakit..saya mohon mengerti lah tuan..."


ucapku memohon kepadanya, tapi tampak nya tidak di gubris olehnya..ia hanya menatap ku dengan tajam..


"sudah ku bilang aku tidak menerima penolakan!"


"tuan.."

__ADS_1


ucapku terhenti karena tiba² aku mendengar sesuatu seperti gelas pecah..aku langsung teringat dengan bibi ku..aku pun langsung masuk kedalam dan menemukan bibi tergeletak di lantai..


"bibi!"


__ADS_2