
Semalam ia menemani Nisa tidur, tentu saja tidur bersama satu ranjang, walaupun mati² an ia menahan godaan dari Nisa agar tetap tersadar, Ezra tetap saja pria normal sama seperti yg lain nya tidak tahan dengan godaan wanita. namun, ia berusaha menepiskan itu semua dengan mengalihkan fikiran membayangkan wajah istrinya...
Godaan tetap saja godaan, Nisa tidak pernah menyerah untuk meruntuhkan iman nya, Ezra kesal lalu berpura² membawakan air minum untuk Nisa, tapi sebenarnya ia memasukan obat tidur kesana..saat Nisa sudah meminum nya tak lama kemudian efek obat itu berfungsi, Ezra buru² keluar dari apartemen itu dan kembali ke kediaman nya.
****
Pagi harinya ia terbangun dan tidak menemukan seseorang yg berada di samping nya..
"sayang?"
Ezra mencari Dita diseluruh penjuru kamarnya tapi tidak menemukan sang istri..lantas ia keluar kamar nya dan mencari istrinya di lantai bawah sana..
dan benar saja ia menemukan istrinya sedang membuat sarapan di dapur..ia diam² mendekat dan langsung memeluk Dita dari belakang hingga membuat Dita terkejut..
"Mas bikin aku jantungan aja"
"maaf sayang, habis nya Mas bangun kamu gk ada di samping Mas..kan Mas udah bilang jangan pernah beranjak dari kasur"
"tapi aku ini hamil Mas, bukan penyakitan parah"
"hehe iya iya maaf, mana morning kiss nya sayang" Ezra membalikan tubuh Dita dan langsung membungkam bibir istrinya itu..
tapi ciuman nya di hentikan karena tiba² bell rumah berbunyi..
"biar Mas aja yg buka yah"
Dita hanya mengganguk lalu melanjutkan masakan nya tadi yg sempat tertunda..
sedangkan Ezra ia dengan wajah kesal nya pergi membuka pintu itu dan betapa terkejutnya saat pintu terbuka tampak Nisa disana..
"kamu! mau ngapain kesini?!"
"Tuan apakah anda lupa sesuatu?"
saat Ezra hendak menjawab tiba² Dita datang dari belakang Ezra yg mana membuat Ezra langsung diam membeku..
"loh Mbak Nisa..kesini ada apa mbak?"
"ini Ta, sepertinya Tuan Ezra lupa kalau hari ini dia akan keluar kota untuk membahas proyek yg kami sepakatkan dengan perusahaan X"
jelas Nisa yg membuat Ezra menatap tajam nya langsung tapi Nisa membalasnya dengan senyuman..
"loh Mas kamu gak kasih tau aku kalau kamu harus keluar kota hari ini"
__ADS_1
Ezra hendak menjawab nya tapi lagi² Nisa menyela nya..
"semalam kami habis membicarakan nya kepada ceo perusahaan X itu mungkin Tuan Ezra belum sempat memberitaunya kepada anda" jelas Nisa
"Mas lebih baik kamu siap² gih..aku bantu siapin pakaian kamu"
Dita menarik tangan Ezra dan membawa nya ke kamar..
"Nisa kamu diam disini" pesan Ezra sebelum masuk ke kamar nya..
****
Di dalam kamar Dita dengan semangat membantu Ezra menyiapkan barang² kebutuhan nya..
"Mas kok belum siap²..sana siap² gih.."
"Mas akan bicara sama Nisa, kalau Mas gk ikut ke sana biar Bayu aja yg tanganin..."
Ezra hendak kembali ke bawah dan menemui Nisa tapi di hentikan oleh Dita yg menarik tangan nya..
"Mas ini..ini proyek penting harus pemimpin nya yg turun langsung..kok malah nyuruh Bayu, gimana sih kamu Mas"
"tapi Mas gak bisa ninggalin kamu sendiri.."
"aku gk sendiri kok Mas, kan ada Dira sama aku, udah sana siap² gih.."
...🍁🍁🍁...
Ezra dan Dita sudah kembali dari kamar mereka, kini Nisa sedang melihat kearah mereka berdua yg tampak mesra..
"Mas berangkat yah, mas usahain bakal pulang cepat.."
"hehe iya Mas.."
"Dira sayang, jagain mommy yah jangan nakal..denger anak daddy"
ucap Ezra mengelus perut rata istrinya setelah itu mendaratkan ciuman di perut dan juga di wajah sang istri..
mereka kini berangkat meninggalkan kediaman Ezra dengan sang istri, saat sudah terasa jauh dari kediaman nya. Ezra menghentikan mobil nya di sisi jalan..
"turun!"
"kok aku disuruh turun sih?"
__ADS_1
"gausah buat drama² seperti tadi! kamu mau apa melakukan ini ha?"
"aku mau kamu Zra! aku cinta sama kamu! aku mau kamu!"
"ck, turun sekarang! dan mulai detik ini juga saya pecat kamu!"
"hahaha tidak semudah itu Tuan Ezra, saya memiliki rekaman cctv saat kita bercumbu di malam itu.."
"kau! berikan itu!"
Ezra berhasil mengambil flasdisk itu dan menghancurkan nya..tapi Nisa lagi² mengancam nya..
"saya masih punya salinan nya Tuan"
"kau! apa yg kau inginkan!!"
"saya ingin selama seminggu ini kamu menemani saya!"
"apa kau gila!!"
"yah saya gila, karena saya mencintai anda sangat dalam!"
"kau hanya terobsesi, turun dan jangan banyak tanya!"
"ouh ayolah Tuan, turuti saja kemauan saya..apakah tuan tidak takut jika saya memberikan ini kepada Dita? apakah yg akan terjadi jika saya memberitau kepadanya?"
"ergh..kamu fikir saya perduli bilang saja! saya tidak takut sama sekali!"
Nisa berdesak kesal karena Ezra tidak takut denga ancaman nya..
"ouh bukan kah Dita sedang hamil, setau saya jika wanita hamil mendapatkan hal yg mengejutkan pasti itu akan mempergaruhi kandungan nya..bisa juga dia keguguran"
Ezra langsung mencengkram kuat mulut Nisa hingga membuat Nisa kesakitan..
"berbicara seperti itu lagi saya akan robek mulut kamu!"
"tuan ayolah, lebih baik turutin apa mau saya"
Ezra tampak berfikir keras, tapi setelah itu ia menyetujuinya..
"mau kemana?"
Nisa tersenyum kemenangan lalu meminta Ezra pergi ke apartemen nya..
__ADS_1
setelah itu Ezra kembali menancapkan gas nya ketempat yg dituju Nisa..
"maafkan Mas sayang" batin Ezra