
Pintu kamar mereka di ketuk seseorang, Dita segera membuka nya tampak lah seorang pelayan sedang membawa troli makanan..Dita mempersilahkan pelayan itu masuk dan meletakan troli itu. pelayan tadi mengundurkan diri setelah melakukan tugasnya tak lupa Dita berterimakasih kepadanya.
Cklek.. pintu terbuka, Ezra keluar dari ruangan itu sambil tersenyum yg mana membuat Dita kesal akibat ulah suaminya itu..
"marah?" tanya Ezra kala melihat tatapan istrinya itu sangat menakutkan.
"engk!" jawab Dita ketus, ia merasa kesal karena suaminya dengan mudah menanyakan kepada dirinya apakah ia marah? tentu saja! apakah wajahnya belum cukup menunjukan bahwa dirinya memang tengah marah kepada suaminya itu.
"engk marah kok jawabnya ketus gitu?"
goda Ezra yg memang ia sudah tau kalau istrinya itu sedang marah, tapi Ezra memilih untuk mengodanya saja..
"suka² aku lah!"
"tuh kan istri Mas marah"
"engk!"
"marah!"
"engk!"
"marah!"
sesaat Dita ingin menjawab nya perkataan suaminya itu tapi Ezra kembali bersuara..
"engk!"
"marah!"
Ezra membalikan perkataan Dita, sehingga istrinya itu pasti akan mengatakan sebaliknya juga.
"tuh kan bener marah"
Goda Ezra lagi
"udah tau pake nanya lagi!"
"hehe kan Mas janji bakal jelasin nya kalau udah selesai dengan urusan Mas di tempat penabungan"
__ADS_1
Dita tau apa yg di maksud tempat penabungan yg dikatakan suaminya itu, tentu saja dan bukan salah lagi kalau itu toilet!
"sekarang kan udah selesai, sekarang Mas jelasin"
"iya², tapi sambil makan yah, Mas tau kamu lapar apalagi habis bertempur hampir seharian!"
"ih Mas, kok jadi bahas kesana?"
"tapi kan memang bener sayang"
"udah deh jangan sok goda² in aku, cepet jelasin Mas aku pengen tau"
"sayang, kamu kok kebelet gitu sih? nabung dulu sana kalau kebelet mah"
"Mas, aku lagi gk bercanda..ayok dong serius sih"
"serius lah Mas juga, dari kita nikah sampai melakukan ITU, Mas sangat² serius!"
Dita jengah mendengar candaan suaminya yg seolah olah menggulur² waktu terus! ia memilih mengambil makanan dari troli itu lalu duduk di sofa dan menyalakan Tv..
Ezra tertawa di dalam hatinya karena melihat Dita yg merajuk akibat ulah nya yg terus menerus menggodanya.. Ezra berjalan ke walk in closet dan memakai pakaian santai nya setelah itu ia duduk di samping Dita dimana Dita tidak memperdulikan nya dan masih terus melihat ke arah Tv..
ucap Ezra dengan manja tapi tak di gubris oleh Dita, ia masih setia menonton drakor yg begitu seru!
"marah bener nih?"
Ezra masih saja mengatakan hal yg sama seperti tadi, tetap saja Dita tidak mengubris nya..
"huft..iya iya Mas minta maaf..Mas cuma bercanda tadi"
Ezra langsung saja meminta maaf kepada Dita tapi tetap saja tidak di gubris oleh istrinya itu..
"sepertinya dia memang sangat marah" Ezra membatin sambil terus memandangi wajah istrinya itu yg sedang fokus menonton Tv..
"sebenarnya Mas menceraikan wanita j*lang itu karena dia sudah berselingkuh! waktu itu Mas datang ke apart nya, saat Mas kesana..Mas melihat wanita j*lang itu sedang bercinta dengan musuh Mas---"
"Dev? jangan bilang Dev?"
Dita mematikan Tv nya saat Ezra menjelaskan mengapa ia bisa menceraikan Ella..
__ADS_1
"iya, masa kamu gk kefikiran? mengapa Ella menikah dengan Dev? tentu saja karena mereka menjalin kasih, sekarang tanpa Mas melanjutkan cerita itu lagi sepertinya kamu sudah mengerti?"
"iya, aku mengerti tapi.."
"tapi apa?"
"mengapa Mas tidak membiarkan mereka menikah dan malah membawa---"
"kau ini istri ku tapi kenapa sangat bodoh! kan Mas sudah jelasin saat kita pergi dari acara pernikahan mereka"
"Aku hanya merasa kalau Mas sengaja melakukan itu agar Ella tidak bisa dimiliki yg lain selain Mas"
ucap Dita dengan sendu tapi malah mendapat balasan sentilan di kening nya..
"dasar otak minimalis! bukan itu alasan Mas melakukan itu! itu karena Mas ingin membuat nya menderita, Mas ingin dia di campakan oleh Dev tepat di hari bahagia nya dengan menghadirkan istri Dev sesungguhnya...itu adalah balas dendam termanis karena dia sudah menodai cinta Mas, Jadi----"
ucapan Ezra terputus karena Dita tiba² bangkit dan langsung merebahkan dirinya di ranjang..membuat Ezra bingung dan langsung saja ia mendekati Istrinya itu..
"kok tidur? mau Mas jelasin lagi gk?"
"engk! aku ngantuk Mas, badan aku sakit!"
Ezra belum sadar ucapan barusan, Dita tiba² meninggalkan nya karena sakit hati bahwa Ezra mengatakan mencintai Ella..Dita tau memang dari dulu Ezra sangat mencintai Ella bahkan saat dirinya menikahi Dita tetap saja Ezra mencintai Ella, tapi tetap saja hati wanita sakit mendengar suaminya mencintai yg lain..
"yaudah Mas makan dulu yah, nanti Mas temenin kamu tidur"
"engk mau! aku mau sendiri!"
"kenapa takut diajak bertempur lagi yah?"
"apasih! udah sana bertempur aja sama Ella!"
"jangan sebut nama itu lagi sayang!"
Ezra kesal karena Dita menyebut nama itu lagi, sudah cukup ia mendengarnya dari tadi dan menahan kekesalan nya karena Ia tidak ingin membuat istrinya takut kepadanya....
"kenapa sih Mas? gak terima aku panggil dia begitu?"
Ezra menghela nafasnya kasar, ia mengatakan agar Dita tidak menyebut nama itu bukan tanpa alasan, karena setiap nama itu disebut Ezra akan kembali mengingat semua pengkhianatan Ella..walaupun ia sangat membencinya tapi tak dapat di pungkiri karena Ella juga pernah memenuhi hatinya ibarat 90% ia membencinya tapi 10% ia masih ada hati kepada Ella..
__ADS_1