
Ezra menatap kesal sang istri yang sekarang tengah bersama teman nya itu..setelah perdebatan yg panjang akhirnya Ezra menyetujuinya..tapi kedua matanya tak lepas dari mereka yg tengah asik dengan dunia nya, tak henti² nya juga Ezra mengecek jam yg melingkari tangan nya seolah mengecek seberapa lama kebersamaan sang istri dengan teman nya..
"ehem..udah kan?"
"aelah bro, belum aja gua elus anak lu nya.."jawab Romi karena memang sedari tadi mereka hanya mengobrol tidak langsung ke intinya..
"Mas...kamu kalau mau pergi yah pergi aja toh" tanya Dita..
"pergi? emng nya Mas mau pergi kemana?"
"yah mana aku tau Mas, lagian tadi pertanyaan nya kaya buru² gitu..makanya aku langsung bilang kalau Mas mau pergi yah silahkan"
"bu..bukan gitu loh sayang..maksudnya---- huh...oke lah Mas gak bakal bersuara lagi"
"nah gituu sabar, kalau bosen tuh lanjut maen game nya ok?"
"hmm" jawab Ezra malas..
sedangkan Romi dan Fani tertawa melihat Ezra yg tidak mampu melawan setiap perkataan yg Dita lontarkan.
"suami kamu bucin yah Ta?"
"bukan cuma bucin aja kak Romi, posesif pun ada di Mas Ezra semenjak aku hamil Mas Ezra sifatnya nambah greget gituu"
"hahaha biasa pamud..alias papa muda, eh tapi serius ini kamu ngidam dielus aku?"
__ADS_1
"hehe iya kak.."
"oke deh..aku juga mau kenalan sama..ahh siapa nama nya tadi?"
"hehe Dira kak"
"ohh oke"
Romi mulai menyentuh perut buncit Dita dan juga mengajaknya berbicara..
"hello eum...hehe ini om..mm nama om..haduhh---"
"haha Mas mau memperkenal kan diri atau mau coba cara berbicara Mas, gagap gitu?" ledek Fani
"ehem, tes tes 1 2 3..oke udah gk nervous lagi.." ucap Romi mulai berbincang lagi dengan sang bayi di dalam perut Dita..
"hello baby Dira, ini om Romi, mamah kamu bilang kamu kepengen di elus² om yah? hehe ini om udah lakuin kok..ouh iya om mau kenalin seseorang juga loh" ucap Romi menarik tangan Fani agar menyentuh perut buncit Dita..
"ini namanya tante Fani, dia Istri om yang cantik sama seperti mama kamu tapi pasti kamu milih lebih cantik mama kamu kan? haha sudah pasti itu..ouh yah Dira doain om supaya tante Fani ada isi nya yah sama kaya mama kamu"
Plak***
"apaansih kamu Mas, yah Dira aja belum lahir masih bercampur darah sama daging kamu malah minta dia berdoa?" ucap Fani sehabis memukul bahu Romi
"haha kamu mah gak tau tentang begitu..intinya biar nular loh beb,.sayang ku..."
__ADS_1
saat hendak menjawab tiba² Sang bayi merespon mereka..
duk**
"wah...Dira ngerespon perkataan om yah? wah berarti jawabnya tante Fani bakal isi dong?"
"kapan kak?"
"coming soon"
mereka bertiga tertawa bersama seolah tidak perduli seseorang di sebrang mereka yg sudah menahan amarah nya daritadi, tapi sedetik kemudian Romi menyadari ada hawa panas di sebrang nya, tiba2 muncul ide untuk menjahili Ezra..
"Ta, kalian kasih nama Dira? itu gabungan Dita Ezra gitu kan? mm itu nama ide dari siapa?"
"ouhh itu, itu ide nya Mas Ezra?"
"pftt haha serius?"
"kenapa kak?"
"namanya gk bagus kaya orang nya, coba aja kamu kasih nama Mita..alias Romi Di----"
belum juga Romi menyelesaikan perkatan nya tiba² ia mendapat serangan dari sebrang sana yg tidak lain Ezra lah pelakunya, ia melempar bantal sofa ke Romi.."
"Gua tampol lo ngomong gitu lagi!" tegas Ezra lalu mendakati Dita membawa nya kepelukan nya tak lupa Ezra mengelus perut Dita seolah menghapus jejak tangan Romi
__ADS_1