Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Menemuinya


__ADS_3

Keesokan Harinya.....


Pagi ini Dita bersiap untuk ikut ke kantor Ezra, seperti yg ia katakan semalam ke Ezra bahwa dirinya akan iku ke kantor dan nenemui Nisa.


"sayang, apa kamu yakin?"


Ezra sudah sering menanyakan hal ini dari semalam.


"ya Mas aku yakin, sangat yakin" jawaban yg Dita berikan pun tetap sama dan tidak berubah.


*******


Mereka telah sampai di kantor, kini sekarang mereka tengah menaniki lift yg menuju ke lantai ruang kerja Ezra..genggaman di tangan semakin erat karena Ezra begitu takut dengan apa yg akan terjadi nanti..


ting***


pintu lift terbuka, tak jauh dari pintu lift terdapat meja kerja sang Sekertaris yg tidak lain adalah Nisa..tapi, sang pemilik meja tersebut tidak ada di meja nya? membuat Ezra dan juga Dita bingung..


"Mas, mbak Nisa kemana? kamu udah pecat dia?"

__ADS_1


"tidak sayang, Mas tidak memecatnya"


"tapi mbak Nisa kemana?"


"tidak tau, mungkin dia memang sudah pergi!"


Dita hendak bertanya lagi namun dengan cepat Ezra membawanya masuk ke dalam ruangan nya.


"Mas----"


"kita bahas nanti yah, sekarang kita sarapan dulu..Mas udah lapar"


Dita mengganguk, lali membuka kotak makan itu dan segera menyuapkan sesendok nasi untuk Ezra, namun belum juga mendarat di mulut tiba² pintu ruangan nya di ketuk seseorang..


perintah Ezra dan langsung melahap makanan tadi yg hampir masuk ke mulutnya..


hening..... Ezra bingung kenapa istrinya diam saja saat baru menyuapinya tadi. kemudian Ezra menengok kebelakang ternyata yg membuat istrinya diam adalah kedatangan Nisa sambil membawa amplop di tangan nya..


"aku hanya ingin menyerahkan surat pengunduran diri ku.."

__ADS_1


Nisa berjalan ke meja kerja Ezra meletakan amplop nya disana kemudian hendak berlalu pergi tapi tiba² Dita menahan nya..


"mbak Nisa mau kemana? kita sarapan bersama yuk, aku bawa sarapan lumayan banyak"


Nisa memutar bola matanya malas, lalu menghadap Dita dengan tatapan yg menjijikan..


"jangan bersikap seperti itu kepada ku, karena aku begitu jijik sekali melihat sikap sok manis mu! aku tau kau senang kan, karena diriku kalah!"


"NISA!!!" Ezra berdiri hendak berjalan kearah nya, tapi lengan nya tertahan kala Dita menahan nya untuk tetap duduk saja..


"baiklah kalau mbak Nisa terburu-buru...sebenarnya, alasan aku kemari menemui mbak karena aku ingin mengucapkan rasa terimakasih ku"


Nisa dan Ezra terdiam mencoba mencerna perkataan Dita yg menurut mereka tidak masuk akal.


"terimakasih karena telah menjadi rekan kerja Mas Ezra, terimakasih karena mau bersabar dengan sifatnya, dan terimakasih sudah mau menjaganya selama beberapa hari terakhir"


mereka semakin tidak mengerti dengan perkataan Dita, bukankah ia mengetahui jika Ezra tengah berselingkuh bersama Nisa? tapi kenapa Dita tidak marah? kenapa dia justruh berterimakasih?


"sejujurnya, walaupun aku merasakan sakit saat mengetahui kalian memiliki hubungan spesial. tapi setidaknya aku lega, karena Mas Ezra melakukan nya bersama mu mbak, bukan dengan wanita lain yg belum tentu baik atau tidak nya"

__ADS_1


Dita menunduk sendu, tapi tak sedikit pun ia pudarkan senyuman nya dari bibir tipis nya itu, sungguh berat baginya mengatakan hal terakhir ini, hal yg tidak di ketahui oleh suaminya sendiri..


"jadi, maukah Mbak menikah dengan Mas Ezra?" perkataan itu lolos begitu saja dari mulut Dita yg tampak gemetaran..


__ADS_2