
Mendengar perkataan Nesya sontak membuat mereka terkejut bukan main..Dita sih dalam hati merasa senang bisa di nikahkan oleh cinta nya tapi ia juga tidak boleh mengambil kesempatan ini, yg terpenting sekarang ia harus menjeleskan kejadian sebenarnya kepada Nesya..
"apa mah! menikah?! dengan dia!! jangan konyol lah"
"kamu yg konyol Ezra, kamu kira mamah lagi bercanda"
"nyonya..biarkan saya jelaskan dulu.."
"saya menyuruh kamu diam Dita"
"tapi mah Ezra gak mau menikah dengan dia" tunjuk Ezra ke Dita yg hanya bisa diam..
"mamah ngk butuh penolakan kamu, pokoknya kalian harus menikah titik!"
Ucap Nesya lalu segera pergi meninggalkan mereka berdua di kamar, Dita yg takut dengan situasi ini mulai melangkah pergi namun lagi² gagal karena dengan secepat kilat Ezra sudah menutup pintu dan menghampirinya..
"kamu yg rencanain ini semua?" Ezra bertanya kepada Dita yg sedang menundukan kepala nya , Dita juga tidak berniat menjawabnya karena ia juga di bohongi oleh Nesya..
"JAWAB!!"
"engk tuan..saya..tidak tau apapun"jawab Dita dengan terbata bata
"ho? ngk tau apapun yah?" ucap Ezra lagi di jawab anggukan oleh Dita
"BOHONG! saya tanya lagi..ngapain kamu di kamar saya?!"
"sa..saya di suruh nyonya merawat anda"
__ADS_1
"merawat?"
"i..iya tu..tuan..karna tuan kembali dengan pakaian yg basah dan pingsan di depan pintu jadi.." belum selesai Dita menjelaskan nya Erza menyela nya..
"stop! tadi kamu bilang gk tau apapun!! kenapa baru sekarang ngejelasin nya! kenapa saat ada mamah kau hanya diem aja!"
"oh, atau kamu memang mau ngejebak saya kan supaya mamah kesini dan melihat kita sedang tidur bersama gtu!! APA ITU RENCANA KAMU HAH!"
Dita yg mendapat tuduhan seperti itu tidak kuasa menahan tangis nya, jadi ia menumpahkan airmata nya di hadapan Ezra..
"ho? sekarang kamu menangis bahagia? karena rencana mu telah berhasil"
"ti...tidak tua..tuan.."
"DIAM!! denger yah pembantu saya ngak akan sudi menikah dengan kamu! ingat yah kalau sampai saya emang bener² menikah dengan kamu, liat nanti apa pembalasan saya.."
"jangan tuan.."
akhirnya Dita keluar dari kamar itu masih dengan tangis nya, ia ingin sekali pergi dari sini..ia memutuskan untuk ke kamar nya, mengemaskan pakaian nya dan segera pergi dari sini..biar lah ia tidak di gaji bulan ini karna ia punya simpenan uang gaji sebelumnya..
saat sudah sampai kamar Dita di kejutkan lagi karena disana sudah ada Nesya..
"Dita..ada yg ingin saya bicara kan sama kamu"
"saya juga ingin mendengar penjelasan Anda nyonya"
"saya juga tau..makanya saya kesini"
__ADS_1
"baiklah.." Dita duduk di hadapan Nesya..
"saya tau saya sudah berbohong tadi dan menyundutkan mu..saya minta maaf,, tapi soal pernikahan saya serius"
"kenapa nyonya? kenapa harus saya yg nyonya pilih untuk menikah dengan tuan melalui rencana berbohong ini?"
"karna saya memilih kamu"
"maaf nyonya saya tidak bisa"
"kenapa?"
"saya tidak pantas dengan tuan, saya mohon jangan paksa saya nyonya"
Nesya menghembuskan nafas..ia juga tidak bisa memaksa masa depan Dita..tapi mau bagaimana ia sudah jatuh hati dengan sosok Dita dan ingin segera menjadikan nya menantu, tidak ada cara lain selain Nesya menggunakan permintaan nya yg dulu ia minta kepada Dita..
"baiklah Dita..saya tidak punya pilihan lain.."
"terimakasih nyonya.."
"kamu ingat perkataan kamu yg mengatakan dengan cara apa berterimakasih?? sekarang saya menagih nya dengan menikah dengan putra saya"
"hah? nyonya saya sudah bilang..saya tidak pantas dengan tuan"
"jadi kamu mau mengingkari janji kamu?"
"......."
__ADS_1
"bagaimna??"
"baiklah nyonya"