
skip jauh>>>
4 tahun kemudian.....
Dita sekarang tengah sibuk mengurus Dira yg sedang makan sambil bermain dengan Ezra, tapi seketika terhenti karena bunyi Bell rumah..
"Mas aja yg buka.." ucap Ezra hendak membuka pintu tapi putri kecil nya menahan kaki nya..
"au ntutt" ucap Dira yg dalam berbicara masih belepotan..
"hah mau kentut?" tanya Ezra yg tidak mengerti perkataan anak nya..
"haha bukan Mas, Dira bilang mau ikutt"
jelas Dita yg langsung di mengerti Ezra.
"hehe Dira mau ikut daddy buka pintu hayo" ucap Ezra meraih tubuh mungil Dira ke dalam gendongan nya setelah itu pergi membuka pintu..
cklek**
Ezra terpaku melihat sosok yg berdiri di hadapan nya, sedangkan Dira ia kegirangan sampai² ia hampir jatuh dari gendongan Ezra..
"au endong" ucap Dira merentangkan tangan nya bertanda ingin di gendong oleh sosok yg berdiri di depan pintu itu..
orang itu berniat menggendong Dira tapi Ezra menghindari nya, di ruang tengah Dita merasa suaminya sangat lama ia berniat menyusul nya ke depan..
__ADS_1
"Mas,.siapa?" tanya Dita karena Ezra menghalangi penglihatan nya..
orang itu mendengar suara Dita langsung memiringkan kepala nya dan melihat sosok Dita berada di belakang Ezra..
Deg***
"A...Aa ian?"
lirih Dita dengan suara kecil, sosok yg di hadapan nya kini adalah Ian..
(hayo masih inget gk Ian itu siapa?)
"hey.." sapa Ian dengan senyum lebar nya," boleh kah aku masuk?" sambung nya lagi..
melihat suaminya hanya diam saja, lantas Dita menghampiri nya dan menepuk bahu Ezra..
"huaaa au endongggg" ucap Dira lagi, dengan sigap Ian membawa nya ke gendongan nya kali ini Ezra bahkan tidak menolak nya, setelah itu mereka berjalan dan duduk di ruang tengah..
"Aa? apa kabar?" tanya Dita
"hehe baik neng, kamu apa kabar nya"
"aku baik kok Aa, itu pak Ti----" perkataan Dita terjeda karena deheman dari seseorang di samping nya siapa lagi kalau bukan Ezra..
"ehem.."
__ADS_1
"Ezra atau Tuan Ezra yah panggilan nya yg lebih enak?" tanya Ian memainkan jarinya ke dahi seolah ia tengah berfikir..
"ck.."
"aku..aku buat minuman dulu" Dita berlalu pergi ke dapur hendak membuat minuman untuk tamu nya..
saat Dita sudah pergi Ezra langsung terus terang kepada Ian..
"untuk apa kau----" ucapan Ezra terhenti karena Ian mengerahkan telunjuk nya ke bibir nya sendiri yg artinya jangan berisik..
Ezra melihat Dira seperti sangat nyaman berada di gendongan Ian, sampai² ia sudah menguap dan dengan elus²an di kepala nya Dira tertidur di gendongan Ian bertepatan dengan kembalinya Dita dari dapur sambil membawa minuman..
"Aa di minum yah"
"iya Neng makasih"
Dita melihat putri kecil nya sudah tertidur di gendongan Ian lantas membawanya dan memindahkan nya ke kamar yg berada di lantai 3 tepatnya di samping kamar miliknya dan Ezra..
melihat situasi sudah pass Ezra melanjutkan perkataan nya yg tadi sempet tertunda..
"ada apa kau kesini??"
"hanya berkunjung" jawab Ian simpel sambil meminum minuman yg di buat Dita..
Ezra menggerutu karena jawaban yg di lontarkan Ian..
__ADS_1
setelah perbincangan singkat itu kini suasana hening sejenak sampai tiba² Ian kembali bersuara..
"apa sekarang aku boleh mengambil nya?"