Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Rencana Ezra


__ADS_3

Di sepanjang jalan menuju ke ladang, mereka di ikuti oleh seseorang yg tak lain orang itu adalah bayu..


"Aa ian nanti pulang nya malam yah atau menginap?"


tanya Dita di sela jalan² mereka..


"mm...tentu saja...pulang"


"huh..aku kira akan menginap"


Dita bernafas dengan lega karena Ian tidak menginap disini, sebenarnya ia tidak tega membiarkan Ian pergi malam² begini..tapi mau bagaimana lagi jika Ian menginap disini, maka banyak tetangga berbicara yg tidak² tentang nya..terlebih lagi ini di desa bukan di kota!


Mereka melanjutkan obrolan mereka, sampai² mereka sudah sampai di tempat tujuan nya..ternyati sore hari ini masih banyak petani yg bercocok tanam..


"nduk siapa yg di samping kamu?" tanya salah satu petani disana kepada Dita..


"ouh..ini teman Dita budhe, dia dari kota"


"kasep yah..namanya siapa nduk?"


"saya Ian bu.."


jawab Ian mencela Dita yg hendak menjawab petani itu..Dita pun pamit kepada mereka untuk segera mengambil barang bibinya yg tertingal di gubuk kecil itu..


"nak Ian masih sendiri?"


"eh? engk saya berdua kok ....sama Dita"

__ADS_1


"maksud ibu..pasangan"


"eh..saya mm...lagi memantaskan diri bu.."


jawab Ian sambil melirik ke arah Dita yg sedang mengambil barang di gubuk kecil itu..


"ouh kalau begitu..boleh kok berkenalan sama putri ibu...bagaimana?"


"maaf bu..sepertinya tidak usah..saya..saya..udah punya calon..gk enak sama calon saya.."


"oalah begitu..maaf nak Ian, ibu tidak tau..semoga langgeng yah.."


"gpp kok bu..makasih, kalau begitu saya pamit yah bu.."


"iya monggo!"


"ehem..udah?"


"udah kok Aa..ini" jawab Dita sambil memperlihatkan barang yaitu rantang yg di tinggalkan bibinya tadi..


FYI...(rantang itu semacam kotak bekal..namun ia itu terbuat dari seng...tapi karena sekarang jaman modern ada yg terbuat dari plastik.."


"yaudah yuk pulang..Aa mau cerita sesuatu.."


"apaan A?"


"dirumah aja..udh yuk"

__ADS_1


......🍁......


Di tempat yg berbeda..Ezra masih berada di kantornya padahal jam kerja sudah selesai..namun pria itu tidak ingin meninggalkan kursinya..kejadian hari ini sungguh membuatnya kesal setengah mati..persoalan Ella yg mengkhianti nya kembali terngiang, dan setumpuk dokumen yg setengah nya sudah di kerjakan oleh dirinya dan juga Asisten nya, belum lagi persoalan Dita yg pergi bersama seorang Pria..karena Ezra tadi sudah mendapat laporan tentang gerak gerik Dita..


"Akh!! bisa gila gua kalau begini terus!!"


tok² tok²


pintu kembali di ketuk tanpa menjawab, pintu terlebih dahulu sudah terbuka menampilkan sekertaris nya sedang membawa kopi..karena Ezra yg meminta nya..dan ia akan bermalam disini..


"Tuan ini kopi nya.."


"terimakasih..kau boleh pulang"


"baik tuan..saya permisi.."


"hmm"


Ezra kembali memijit kepalanya yg agak pusing..lalu ia menatap undangan yg masih tergeletak di meja nya..diambil nya undangan itu lalu tersenyum miring..


"kita lihat saja nanti..kau akan ku balas Ella!"


selama ini, Ezra selalu menyusun rencana agar Ella tidak bisa bahagia..semua itu di lakukan karena Ezra sakit hati karena pengkhiantan Ella.. ia sangat mencintai wanita namun Ella membalas dengan sangat tidak berperasaan terlebih lagi ia selama ini menjalin kasih dengan musuh terbesar nya!


selama ini Ezra juga sudah mengumpulkan informasi kalau musuh nya itu sudah memiliki seorang istri..bahkan sudah berkeluarga..itu artinya Ella hanya menjadi pelampiasan nya saja..dan informasi yg Ezra dapatkan juga bahwa selama ini Istri dari musuh nya itu tidak tau bahwa Suaminya sedang bermain api..


"kira² apa yg akan terjadi jika aku memberitau mu..hmm? ah aku tidak sabar lagi menunggu hari itu.." ucap Ezra teesenyum devil sambil memandangi kartu undangan itu..perlahan ia mengambil korek dan membakarnya hingga habis..

__ADS_1


__ADS_2