
seperti janji yg Ezra katakan bahwa ia akan mengajak Dita jalan² di tepi pantai dekat Villa di sore hari untuk menikmati sunset..
Mereka berjalan berdampingan namun tidak selayaknya kekasih maupun hubungan suami istri yg harmonis, karena tercipta jarak di antara keduanya, siapa lagi yg akan menciptakan jarak diantara nya adalah suaminya sendiri..
"Mas..kita mau kemana?" tanya Dita sambil memandangi lautan itu..
"nanti kau akan tau" jawab Ezra sekena nya saja..
Dita tidak menghiraukan jawaban Ezra, ia malah berlari meninggalkan Ezra yg menatap nya dengan heran..
bukan tanpa alasan Dita berlari, karena ia melihat sebuah pohon kelapa menjulang tinggi dengan sedikit membungkuk ada sebuah ayunan yg menurut Dita sangat indah..
"wah....ada ayunan..aku akan menaiki nya" Ucap Dita ingin meminta ijin kepada Ezra, namun saat ingin berkata ia tidak menemukan Ezra di samping nya, kemudian Dita menengok ke belakang, pantas saja suaminya itu tidak ada di samping melainkan masih berada di belakang nya..
Dita melihat suaminya itu dengan tatapan memuja, dari cara dia berjalan sangat santai itu terlihat sangat keren belum lagi kacamata hitam yg ia kenakan, sungguh Dita sangat beruntung mempunyai suami...
suami?? salah,.karena Ezra hanya meminta nya untuk menjadi teman saja bukan dalam hubungan serius, apalagi tadi ia mendengar jika Ezra tidak akan pernah bisa mencintainya..
"ah..dasar bodoh kau Dita, kenapa memikirkan perkataan nya?? nikmati saja peran mu sebagai teman selama 6 bulan ini..kau sudah sangat beruntung bisa menjadi teman nya,bukan musuh nya!" batin Dita..
Ezra sudah sampai di hadapan Dita, ia melepas kacamata hitam nya lalu menatap Dita yg masih saja diam seperti patung..
"kenapa melihat ku seperti itu?"
"ah tidak tuan..."
"tuan??"
"ah..maaf Mas..saya lupa, tadi saya terpesona sama..."
__ADS_1
"sama??"
"ah..ini..ayunan ini..lihat indah bukan?"
"indah?? jhahahahaha ini hanya sebuah ayunan biasa..apa indah nya?"
"mungkin kata Mas..ini tampak biasa saja, tapi bagi ku ini istimewah.."
(.......)
"ouh iya mas..apakah aku boleh menaiki nya?"
"kenapa kau selalu butuh ijin dari ku?"
"karena aku...." Dita bingung apakah ia harus mengatakan nya atau tidak..
"sudah lah..naiki saja"
"he'em"
"terimakasih Mas.."
dengan sangat senang Dita menaiki ayunan itu,, ia menganyunkan lebih kencang lagi,, sehingga membuat rambut nya berterbangan di tiup angin..
"woah..hahaha..aku bahagia sekali.." gumam Dita lalu memberhentikan aksinya, tapi masih dalam posisi duduk di ayunan..ia jadi ingat kalau dulu di kampung ia sering memutar tali ayunan nya dan ia akan ikut berputar..jadi Dita ingin mencoba nya..
Tali ayunan sudah Dita putar dengan cepat ia memutar terbalik posisi nya agar tali yg di putar menjadi rengang, dan Dita ikut memutar...
"hahahaha....lihat lah dia? kenapa memutar tali ayunan nya? konyol sekali" ucap Ezra melihat aksi konyol Dita..
__ADS_1
Bruk***
Dita terjatuh, karena saat acara memutar ayunan ia menjadi pusing dan tanpa sadar ia jatuh di tepi lautan..yah baju nya basah..
"haduh..pusing"
"hey, apakah kau itu seperti anak kecil bermain ayunan seperti itu?"
"maaf..."
"sudah lah..mari kita kembali ke Villa"
"hah? lalu bagaimana dengan......"
"baju mu basah! apakah kau masih akan tetap pergi!!" ucap Ezra menyela perkataan Dita..
"maaf..bukan maksud ku membentak mu Dita"
"tidak mas, seharusnya aku yg minta maaf karena melawan perintah mu"
"huh..sudah lah..berikan tangan mu"
Ezra menawarkan sedikit bantuan untuk Dita agar ia bisa bangun dari posisi itu..Dita pun menerima uluran tangan itu..
"terimakasih"
Ezra melihat tampilan Dita yg sudah basah itu, ia memalingkan wajah nya..dan tanpa sadar ia melihat pengawalnya sedang melihat kemari..karena sejak mereka keluar Villa itu memang Ezra menyuruhnya untuk mengikuti mereka berdua namun tanpa sepengetahuan Dita..
"hey kalian!! kenapa menatap ke arah sini!! pergi!!"
__ADS_1
Next>>>