
"bi sebenarnya apa yg terjadi?"
tanya Ezra begitu mereka sudah berada di dalam rumah dan sudah mengobati luka Dita..
"sebenarnya, bibi ada perjanjian hutang dengan Juragan Bara Zra.."
"hutang?"
"dulu bibi pernah meminjam beberapa uang dengan bunga yg besar.."
"bibi meminjam?"
tanya Dita, ia ikut penasaran dengan kebenaran yg ia tidak ketahui..
"iya..bibi meminjam nya untuk perobatan kedua orangtua nya Dita, tapi sayang mereka tidak selamat, jadi bibi selama ini berusaha keras mengumpulkan uang pinjaman itu, tapi sampai saat ini bibi belum bisa..sampai suatu hari Juragan Bara meminta Bibi menikahkan Dita dengan nya dan dianggap hutang selesai.."
"lalu bibi menerima nya, tapi karena Dita tidak mau di nikahi oleh juragan itu, ia memilih kabur?" tebak Ezra yg meneruskan perkataan Bibi
"Kamu tau Zra?"
"Ezra tau bi, karena Ezra bertemu dengan Dita saat dimalam ia kabur itu"
"iya itu benar, semenjak Dita pergi juragan itu selalu kemari menanyakan Dita..jadi bibi membuat alasan kalau Dita sedang melatih dirinya agar jauh dari bibi dengan pergi dari rumah..Juragan itu percaya tapi tidak disangka beliau tau kalau Dita sudah kembali.."
"huh.."
Ezra menghela nafas nya,.lalu menatap Dita yg sedang menatap bibinya dengan sendu..
"berapa hutang bibi dengan nya?"
"sekitar 70 juta belum juga termasuk bunga nya"
"Ezra akan bayar"
perkataan Ezra sontak membuat bibi Dita terperangah...
"jangan Zra, ini udah tugas bibi, karena bibi lah yg meminjam nya"
"tapi bibi itu adalah bibi dari istri saya, jadi saya juga berhak menolong bibi"
"tapi----"
__ADS_1
"sudah² jangan di bahas lagi, besok kita temuin juragan itu, lebih baik bibi istirahat saja.."
ucap Ezra menghentikan pembicaraan nya..
"kamu juga istirahat"
Dita menggangukan kepala nya saat ia mendapatkan perintah darI suaminya, ia mulai membawa bibinya ke kamar setelah itu ia berniat masuk ke kamar nya..
"Mas bagaimana?"
Ezra segera mendekat ke arah Dita yg masih berdiri di depan pintu kamarnya
"beristirahat lah, Mas mau menelfon bayu sebentar"
Ezra mencium kening nya sekilas lalu ia beranjak ke luar menelfon bayu..
...🍁...
dret** dret**
"halo?"
"tapi untuk apa tuan?"
"tugas mu hanya mendengarkan perintah saya bukan banyak tanya"
"maaf tuan, baiklah saya akan kesana..tapi anda dimana tuan?"
"di kampung Dita..sudah cepat!"
Ezra memutuskan sambungan telfon nya sepihak..setelah itu ia kembali masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar Dita berada..
cklek**
Ezra membuka pintu kamar Dita, yg ternyata Dita tidak sedang tidur melainkan sedang melamun..
"sayang.."
Ezra menepuk bahu Dita, hingga membuat sang empu tersadar dan menatap sih pelaku..
"Mas.."
__ADS_1
"kenapa belum istirahat juga?"
"aku..aku.."
Ezra langsung duduk di samping Dita, pandangan nya tidak lepas dari luka Dita yg berada di lehernya..
"masih sakit?"
"engk kok..udah baik² aja"
"huh..kalau saja kamu tidak memberhentikan Mas, pasti dia sudah kehilangan nyawanya.."
"sudahlah Mas..."
"iya iya, Mas tau gak usah di bahas lagi kan? tapi tetap aja Mas masih kesel!"
Dita tersenyum mendengar Ezra sangat mengkhawatirkan nya..
"kenapa senyum senyum?"
"hehe aku baru tau kalau Mas itu bisa khawatir begini"
pletak!!
Ezra menyentil dahi Dita pelan, lalu kembali menatap luka itu..
"bodoh! tentu saja Mas khawatir! Mas gk bisa bayangin kalau kamu----"
"hmm apa?"
"sudah lah lebih baik kita tidur!"
Ezra membantu Dita berbaring setelah itu ia juga ikut berbaring bersamanya..
tangan nya menjadi bantal untuk Dita sedangkan yg lain nya ia merengkuh pinggang Dita, Dita hanya membiarkan nya lalu dengan sedikit keberanian ia membelai wajah Ezra..
"jangan menggoda Mas, sayang..."
Dita tidak menanggapinya, ia masih melontarkan senyum hangat nya..
"terimakasih"
__ADS_1