
"KENAPA MASIH DIAM?!" tanya Ezra yg menatap Dita dari kamar nya yg berada di lantai atas yaitu lantai 3..
Namun Dita hanya bisa diam tanpa berniat membalas perkataan suaminya..
"JIKA KAU MASIH INGIN DIAM DISITU! BAIKLAH TINGGAL DI LUAR SAJA! SAYA GK PEDULI..KALAU BISA BESOK JANGAN SAMPAI BERNAFAS! YANG ARTINYA SAYA TIDAK PERLU HIDUP BERSAMA PEMBANTU SEPERTI MU SELAMA 6 BULAN INI!" ucap Ezra berteriak lalu kembali ke kamar nya..Dita yg mendengar itu..hatinya sangat terluka..sebenci itu kah Ezra kepada nya..setiap kata yg di lontarkan Ezra sangat kejam..bahkan dirinya menginginkan Dita segera tiada..
"non..jangan keras kepala..lebih baik anda masuk sebelum tuan marah lagi"
"tapi pak..."
"non..saya mohon masuk lah..untuk sekarang jangan memikirkan ego..jika non menyerah seperti ini berarti cinta non kepada tuan hanya sebatas ini saja?" Dita yg mendengar itu kembali tersadar ia tidak mungkin menyiayiakan waktu yg di berikan Ezra kepadanya, sekilas Dita mengingat kembali pertemuan nya dengan Ezra yg menolong nya dari rampok itu, jika saja Ezra tidak ada mungkin dirinya sudah tidak ada lagi di dunia..
Dita kemudian berdiri dan menatap ke langit..ia akan melakukan sebaik mungkin selama 6 bulan ini..jika memang Ezra menginginkan nya tiada baiklah..karena memang ia berhutang nyawa dengan Ezra jadi ia memutuskan akan menerima apapun yg akan Ezra lakukan selama 6 bulan ini, ia tidak peduli lagi dengan Cinta Ezra..biarkan saja hanya Dita yg mencintainya dengan diam.. dengan semangat dan senyum mengembang ia segera masuk ke rumah itu..
"iya pak..pak tio benar saya tidak boleh menyerah dengan Cinta saya..saya akan berjuang sampai dia menginginkan kematian saya.."
"non..jangan berkata seperti itu.."
"sudah lah pak..saya juga tidak berharap Ezra membalas nya, cukup dengan saya saja yg mencintai nya dalam diam"
"yaudah bapak tinggal dulu..non masuk aja"
__ADS_1
"iya pak terimakasih tapi jangan memanggil saya dengan sebutan non..saya tidak layak pak"
"tidak apa non, kan non itu istrinya tuan Ezra"
"Istri yg tidak di anggap" ucap Dita membenarkan perkataan pak Tio
"kalau begitu saya pamit non"
"jangan non pak..panggil aja Dita"
"baiklah nak Dita jika kau memaksa..sekarang masuk lah jangan membuat tuan lebih marah lagi"
"iya pak.."
Dita perlahan membuka pintu utama, ia melihat di sekeliling tidak ada siapa² dengan perlahan ia masuk dan menutup pintu dengan sangat pelan²..saat sudah tertutup Dita membalikan badan nya namun tak di sangka Ezra sudah ada di hadapan nya...
"tu..tuan"
"kenapa masuk?!"
"anu..."
__ADS_1
"KELUAR!!"
"emm..jangan tuan...saya mengaku salah..tolong jangan biarkan saya keluar.."
"hah?! apakah kau berubah fikiran?! kenapa tidak sedari tadi kamu masuk!! ouh..atau kamu berfikir saya bakal kasihan sama kamu dan dengan merasa bersalah saya akan menyuruh kamu masuk?! JANGAN MIMPI!!"
"tidak tuan..saya tidak berani memikirkan itu..hanya saja "
"apa?!"
"saya takut menggangu aktifitas tuan jika masuk ke dalam"
"HAHAHAHAHAHA...apakah saya salah dengar?! takut menganggu?? dengan menjebak saya ke pernikahan ini KAMU SUDAH SANGAT MENGGANGU!!"
"tu..an..boleh menghukum saya apapun tapi jangan biarkan saya keluar.." tawar Dita mencoba bernegosiasi dengan Ezra
"apapun?"
"iya tuan apapun"
Ezra tampak berpikir sebentar sebelum menerimanya..
__ADS_1
"baiklah saya akan minta nanti..sekarang pergi ganti baju..kamu bikin mata saya sakit!!" ucap Ezra kembali ke kamar nya..