Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Terluka


__ADS_3

"akhh baj*ngan! lepas akhh!!"


mendengar suara rintihan kesakitan itu membuat Ezra menyeringai..


"kenapa? apa kau kesakitan?"


"akh..anj*ng lepas akh!!"


"wow kasar yah.."


Ezra masih saja melintirkan tangan orang dan..


Kretek**


dengan sekali tarikan Ezra langsung mematahkan tangan orang itu sampai² ia merintih kesakitan..


"hah...akhh!!"


teman dari orang itu menolong nya dan segera membawanya pergi..Ezra masih menatap orang yg sedang menahan Dita..


"lepaskan tangan mu!"


seketika orang yg menahan Dita langsung melepaskan tangan Dita..mereka seolah takut hanya dengan tatapan tajam Ezra..


sedangkan Dita ia merasa shock karena untuk pertama kalinya ia melihat langsung bahwa Ezra semarah ini bahkan sampai mematahkan tangan orang tersebut..


mereka semua kabur tidak kecuali juragan itu, dengan cepat ia menarik tangan Dita, sehingga Dita langsung tersadar dari lamunan nya..


"lepaskan!" ucap Ezra yg sudah siap melayangkan pukulan nya lagi ke arah juragan itu..


"haha lihat lah dia, suami mu sangat mengerikan..suruh dia berlutut.."


juragan itu menyuruh Dita untuk memerintah Ezra dengan ucapan nya barusan..


"kalau saya tidak mau, anda mau apa?"


tantang Ezra lalu berjalan mendekati Juragan itu..


"berhenti disitu!"


"hergh? takut?"


"berhenti! kalau tidak----"


"apa?"


tanya Ezra santai tapi seketika mata nya langsung melotot tak kala melihat juragan itu mengeluarkan pisau kecil dari balik kaos nya dan pisau itu tepat berada di leher Dita..


"atau saya akan melukai nya!"

__ADS_1


Ezra diam, ia masih menatap benda tajam itu yg perlahan mengiris kulit Dita sehingga mengeluarkan cairan merah segar dari sana, sedangkan Dita, ia hanya memejam kan matanya saat merasa ada sesuatu benda yg mengores kulitnya belum lagi ia mengigit bibirnya sendiri agar suara rintihan itu tak keluar sehingga bibir itu juga mengeluarkan cairan merah..


"baj*ngan!"


Ezra tidak bisa menahan nya lagi, ia langsung saja menarik Dita sehingga luka goresan nya menjadi lebar..Dita langsung memeluk bibinya..sedangkan Ezra ia sudah berhasil membuat juragan itu tersungkur ke tanah karena pukulan nya, belum sempat ia bangun Ezra langsung mendaratkan pukulan nya bertubi² setelah itu ia bangkit dan menahan tubuh jurangan itu dengan kakinya yg ia letakan di perut.


ia melirik pisau yg sudah ada darah Dita tergelatak di tanah..ia ambil pisau itu lalu menatap nya dengan tajam, Ezra mulai menarik rambut juragan itu..


"akh!"


"sakit?"


Ezra langsung mengarahkan pisau itu tepat di leher juragan yg sudah melukai Dita, ia berniat ingin melakukan hal yg sama saat juragan itu melakukan nya pada Dita tapi terhenti kala suara parau Dita masuk ke indra pendengaran nya..


"Mas..udah"


Ezra tidak berniat melihat ke arah belakang nya, ia masih saja menatap juragan itu dengan tatapan membunuh, sekali lagi ia mengarahkan pisau itu tapi lagi² Dita menghentikan nya..


"Mas aku mohon udah.."


Ezra tidak bergeming sama sekali hingga akhirnya ia berhasil menggores luka di leher juragan itu, tapi tidak lebar karena tiba² saja bibinya berteriak..


"Dita!"


mendengar teriakan bibi Dita lantas Ezra langsung menoleh ke belakang, ia melihat Dita sudah tak sadarkan diri..dengan cepat ia bangkit lalu menghampiri Dita, ia meletakan Dita di dalam dekapan nya, tanpa di duga Dita langsung memeluk nya sambil terisak..


"hkks..udah Mas jangan sampai kau membunuh nya"


"lalu Mas biarkan Dia begitu? jika dia membunuh mu apakah Mas akan baik² saja Hah?!"


"ta..tapi..aku baik baik aja"


'baik kata mu?! ini apa!"


"awh"


Ezra langsung mengusap luka di leher Dita lalu menunjukan darah yg menempel di jari nya dan menujukan nya kepada Dita..


"ini apa? jawab?!"


"Mas udah.."


"udah apa nya hah! kali ini Mas gk mau kasih ampun ke dia!!"


Ezra melepaskan pelukan Dita dan kembali menghampiri juragan itu tapi Dita dengan cepat mengambil pisau dari tangan Ezra lalu membuangnya..


"kenapa? kenapa kamu mau dia hidup!!"


"Mas coba mengerti..kalau Mas membunuhnya Mas bakak masuk penjara.."

__ADS_1


"Mas gak perduli kalau Mas masuk penjara, bahkan jika hukuman nya adalah kematian Mas juga gak perduli!"


"TAPI AKU PERDULI! MAS MAU MENINGGALKAN AKU HAH?! JAWAB!"


Ezra terkesiap kala mendengar suara Dita yg begitu keras..Seketika Ezra kembali memeluk Dita..


"maaf"


"hiks..aku takut Mas, Mas hampir menjadi pembunuh"


"maaf sayang, Mas tadi hanya emosi..sudah yah jangan menangis.."


Ezra kembali melepas pelukan nya, ia menatap wajah Dita,.lagi² ia membuatnya menangis, tatapan nya jatuh ke bibir itu yg tadi Dita gigit masih ada bercak darah disana lalu tatapan nya terhenti di leher Dita..


"kita kerumah sakit!"


"engk usah Mas.."


"lukanya harus di obati sayang"


"ini gak terlalu sakit kok, cuma kasih betadine aja Mas..udah sembuh..lagian disini gak ada rumah sakit adanya puskes.."


"aishh ini lah yg engk Mas suka dari kamu, gk mau nurut!"


"hehe aku gpp kok Mas, serius"


"baiklah Mas menurut lagi sama kamu tapi lain kali Mas gak mau menurut apapun lagi dari kamu"


"iya iya.."


Dita melirik juragan yg terbaring di tanah itu, kemudian ia melirik Ezra yg sedari tadi masih menatapnya..


"Mas..itu"


"apa?"


"juragan itu.."


"biarkan saja..anak buah nya pasti akan menolongnya.."


Ezra berkata seperti itu karena ia melihat pengawal juragan itu masih sembunyi² di pepohonan..


"ayok kita Masuk, Mas harus bersihin luka kamu.."


"hmm..ayok bi.."


"i..iya.."


"sebenarnya apa yg terjadi dengan bibi?"

__ADS_1


batin Ezra menatap bibi Dita yg sedari tadi hanya menunduk saja..


__ADS_2