
Di kantor Ezra mendapatkan laporan dari sekertarisnya..yang mengatakan bahwa Dita bertemu seseorang dan pergi bersama..
Mendapat kabar seperti itu membuat Ezra naik pitam, bagaimana bisa Dita seperti itu di belakang nya? apakah kata Cinta yg ia katakan itu bohong? jika kata ungkapan Cinta itu benar tidak mungkin Dita seperti itu?!. Ezra ingin rasanya pergi meninggalkan pekerjaan yg menumpuk nya dan pergi menyusul Dita..
tok..tok..
lamunan Ezra buyar karena mendengar suara ketukan pintu yg di ketuk sesorang..
"Masuk"
setelah mengucapkan kata itu, tidak lama pintu terbuka dan menampakan sekertaris barunya yg bernama Nisa..
"Tuan..Ada seseorang yg ingin bertemu dengan anda"
"siapa?"
"seorang wanita namanya Ella Tuan.."
"Ella?" batin Ezra, ia sedikit terkejut mendengar nama itu..untuk apa Ella kemari? dia kan sudah menceraikan nya? tidak ingin membuang banyak waktu lagi, Ezra segera memerintahkan sekertarisnya untuk menginjinkan nya masuk..
"Biarkan dia masuk.."
"baik tuan"
Setelah mengatakan itu, sekertarisnya mempersilahkan Ella masuk lalu ia menutup pintunya dan kembali ke meja kerja nya..
saat sang sekertaris barunya sudah pergi, Ezra tidak perlu berbasa basi lagi..ia langsung menanyakan perihal Ella yg tiba² datang menemui nya..
"kenapa?"
"aku hanya rindu kepada mu.."
"cih..apa kau di tinggalkan oleh nya?"
"tidak"
"lalu? untuk apa kau kemari?"
"aku hanya ingin memberimu ini..."
ucap Ella sambil menyerahkan kartu undangan, yg Ezra lihat sendiri bahwa nama Ella tertera di undangan itu..
"ini?"
"iya..itu undangan"
__ADS_1
"aku tau bodoh!"
"kenapa kau kasar sekali pada ku? tidak ingat aku pernah memuaskan mu?hmm?"
"sudah selesai? kalau begitu kau boleh pergi!"
"kenapa buru² sekali..apa kau tidak ingin mendapat service gratis dari ku untuk yg terakhir kalinya..aku masih berbaik hati pada mu loh...aku tau selama ini kau puasa, lagian istri mu itu tidak bisa memberikan nya kepada mu kan hmm?"
"Pergi!"
"aish kau ini..baiklah aku akan pergi..jangan lupa untuk datang ke pernikahan ku..mengerti?"
Ella berucap sambil tersenyum manis kepada Ezra, sedangkan Ezra ia hanya diam tidak menunjukan eksperi apapun..
......🍁......
Di kampung..
Dita dan ian sudah berada di dalam rumah bibinya..
"Aa bagaimana pekerjaan nya sekarang?"
"alhamdulilah semua lancar.."
"Aa kerja apa?"
"bukan kepo A..cuma penasaran aja hehe"
"sama aja atuh neng.."
"beda kata Aa.."
"haha ya deh Aa nyerah..Aa kerja di perusahaan, dan neng tau Aa dapet pekerjaan apa?"
"satpam?"
"hahaha salah.."
"lalu?"
"tebak?"
"aku mah gk ngerti tentang perusahaan Aa..udah atuh bicara aja"
"haha iya iya..Aa kerja..."
__ADS_1
"kerja apa?"
"kerja...."
"haduh Aa lama amat bicara nya..pakai di jeda segala..langsung aja ke intinya.."
"ih ya ampun gak sabaran banget yah.."
"buruan atuh"
"Aa kerja jadi sekertarisnya direktur.."
"woah! Aa teh memang hebat ey.."
"siapa dulu dong Aa"
"selamat yah Aa.."
"makasih neng..ngomng² kamu tiba² pergi kenapa?"
Dita tersenyum sebentar lalu menghembuskan nafasnya..dan mulai bercerita..
"aku..aku akan bercerai dengan Tuan Ezra Aa"
"bercerai? secepat itu? kontrak nya bagaimana?"
"tentu saja kontrak nya tidak akan berlaku lagi..kan kami akan segera bercerai.."
"apa ini keinginan hati mu?"
Dita diam sejenak mendengar perkataan Ian..pertanyaan seperti membuat nya Dilema! tentu saja dilema karena di lain sisi ia ingin Ezra bahagia, tapi di sisi lain ia juga ingin bersama dengan Ezra..
"Dita? kok diam?"
"hmm udah ah gak usah bahas Aa.."
"oke deh itu privasi kamu.."
mereka masih asik mengobrol sampai² obrolan itu terhenti karena bibinya menyuruh Dita ke ladang mengambil barang bibinya yg tertinggal..
"Aa mau ikut ke ladang?"
"boleh memang nya?"
"boleh atuh Aa kenapa gak? siapa juga yg mau larang?"
__ADS_1
"haha iya juga..oke deh ayok kita kesana!"