Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
keputusan darurat


__ADS_3

"hmm?? salah dirimu kenapa tidak di jawab? aku bertanya dari tadi..apakah kau suka?"


"suka mas..sangat suka.."


"bagus lah jika kau suka! aku sangat senang bisa membuat mu bahagia"


Kata² yg begitu sangat indah terdengar di telinga Dita, tapi juga membuat nya sedih..


"Mas suka membuat aku bahagia? tapi kita akan berpisah apakah aku akan tetap bahagia?" lirih Dita dengan suara yg sangat lemah..Ezra pun mendengar perkataan Dita..


"jika kau tidak ingin aku ceraikan, maka aku akan mengabulkan nya..dan aku akan membuat mu bahagia" tanpa berfikir terlebih dahulu Ezra langsung menjawab perkataan Dita dengan sangat tegas..


"tidak mas..aku tidak apa², jika menceraikan aku membuat mas bahagia..aku siap menerima nya...."


"apa! jadi kau tetap ingin bercerai? padahal aku sudah begitu baik menawarkan untuk tidak menceraikan mu" ucap Ezra melepaskan pelukan nya lalu membalik Dita agar menghadap nya..

__ADS_1


"lalu bahagia apa yg mas maksudkan?"entah dari mana Dita mendapatkan keberanian untuk menanyakan hal itu..


"kan..sudah ku bilang kita berteman..aku akan berusaha membahagiakan mu!"


"Mas...aku menghargai pertemanan mu, tapi tidak dalam hubungan suami istri.."


"maksud mu? ah jadi kau berharap aku menggangap mu sebagai istri?"


(......)


"dengar Dita, aku baik pada mu bukan berarti aku akan menggangap mu sebagai istri sesungguh nya, maaf aku mengatakan ini tapi kau tau sendiri jika aku tidak menyukai gadis seperti mu..aku masih baik menjadikan mu teman ku..jika kau tidak ingin bercerai baiklah..tapi jangan berfikir aku akan menganggap mu istri..aku tidak bisa.."


air mata Dita jatuh sudah saat mendengarkan perkataan suaminya, bisa² nya Ezra tidak mempunyai perasaan saat mengatakan itu? apakah ia tidak mengetahui jika perkataan nya sangat menyakiti hati Dita..


"Maaf mas...aku tidak ingin berteman jika kita masih ada ikatan pernikahan untuk selamanya...lagi pula mas kan bilang kita tetap berteman sampai waktunya kita berpisah bukan untuk selamamya?, agar diantara kita tidak ada yg tersakiti..aku setuju itu"

__ADS_1


"Dita..cobalah mengerti dan berfikir lagi, aku masih memberi kesempatan apakau ingin tetap bercerai atau tidak?"


Dita menarik nafasnya lalu dengan mata yg penuh dengan air mata, ia menjawab dengan sangat pasti..


"aku akan tetap mengikuti perjanjiian kita mas.."


Ezra menatap nya dengan kesal..seperti tidak senang dengan keputusan Dita berikan


"baiklah! jika itu mau mu!! aku akan mengabulkan!! dan aku mengubah peraturan lagi! mulai sekarang aku tidak menganggap mu teman!! aku bodoh mengatakan seperti itu agar di antara kita tidak ada yg tersakiti!! aku mengubah nya!! kau akan merasakan sakit sampai waktu perpisahan kita!!" ucap Ezra dengan amarah nya lalu pergi meninggalkan Dita..


"hiks..hiks...apa aku salah? hiks...apa aku egois?? padahal baru beberapa hari kita menjadi teman tapi kau memutuskan nya dengan sekejap! apa aku salah mengharapkan cinta mu! wanita mana yg mau berteman dengan suaminya sedang kan suaminya tidak menggangap dirinya istri..!!"


Dita masih terisak..rasa lapar nya sudah hilang kala mengingat perkataan suaminya tadi..


suara menggelegar di langit, dimana kembang api masih di nyalakan tidak terlihat indah lagi bagi Dita, liburan kali ini terasa indah namun menyimpan banyak luka..

__ADS_1


"ibu...ayah..." lirih Dita kemudian Dia pingsan


Next>>>


__ADS_2