
Diruang tamu....
Kini Dita dengan Nesya sedang berduaan, sedangkan Ezra pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sehabis acara memasak tadi...
"sayang, apa semua baik-baik saja?"
tanya Nesya tiba²..
"kami baik-baik aja mah" jawab Dita mengerti apa yg ditanya mertua nya.
"usia kandungan kamu udah memasuki berapa bulan?"
"jalan 6 bulan mah"
"wah, berarti 3 bulan lagi kamu akan lahiran sayang?"
"iya mah"
"apa yg kamu rasakan saat awal trimester kamu?"
"aku? aku cuma beberapa kali muntah dan sering ngidam mah"
"ngidam?"
"iya mah, untung aja ngidam aku gak aneh², semua nya langsung sedia di dapur"
"hahaha seharusnya agak ekstrim sedikit sayang"
"seperti apa Mah?"
"menyuruh suami mu mencari susu rasa kari ayam"
"haha mama mana mungkin ada susu seperti itu" Dita ikut tertawa saat mertuanya mengajukan permintaan cara mengidam yg ekstrim.
__ADS_1
"nah itu yg di namakan ekstrim bayangkan saja jika itu terjadi..wah wajah putra kesayangan mama pasti akan pucat sekali"
"haha lucu juga, aku coba kerjain deh nanti"
Dita tersenyum mengejek sambil membayangkan jika saja ia benar² mengerjai Ezra..
"kerjain siapa?"
suara Ezra tiba² terdengar dari arah belakang mereka hingga membuat mereka terkejut, tapi sedetik kemudian mereka senyum² yg mana membuat Ezra penasaran..
"kenapa mama dan istri aku senyum² gak jelas, seperti merencanakan sesuatu"
"ihh apaan sih kamu Mas"
"yah emang salah aku berfikir seperti itu?"
"sudah² sekarang giliran Dita yg siap²...sayang kamu siap gih" ucap Nesya menyuruh Dita agar bersiap² karena ia akan membawa menantu nya ke suatu tempat.
"kita Shopping!!"
"hah? buat apa mah? kalau buat beliin baju untuk Istri Ezra, gak perlu karena aku udah siapkan segalanya.."
"ih, soal itu mah gk perlu di ragukan lagi Zra, tapi kita mau belanja pakaian calon anak kamu nanti..siapa namanya? ouh iya Dira"
Ezra langsung terkesiap, ia melupakan hal itu tapi beruntung nya Nesya mengingatkan nya..
"Astaga! iya Ezra lupa banget mah!"
"udah mau jadi ayah kok lupa²an sih"
goda Nesya kepada putra kesayangan nya itu.
"maklum mah, ayok sayang"
__ADS_1
Ezra membalas Nesya singkat setelah itu ia mendekat ke arah Dita berniat nenggendongnya tapi langsung di hentikan oleh Nesya..
"kamu apa²an sih Zra, biarin aja Dita jalan"
"ngk! aku gk mau mereka kenapa²"
"huh? memang nya Dita sama anak nya kenapa?"
"yah takut aja kalau jalan tiba² jatuh gimana?"
Nesya menepuk jidatnya kala putra begitu lebay hanya masalah seperti ini..
"yah kamu jangan berfikir seperti itu lah Zra, aneh kamu ini..orang lagi hamil itu harus banyak bergerak, tapi kamu gk bolehin dia bergerak sama sekali? adanya dengan cara kamu begini Dita bisa kenapa²"
"hah? kok aku sih? kan niat aku baik Mah"
"niat kamu memang baik sayang, tapi wanita hamil itu memang harus banyak bergerak, apalagi saat dia akan melahirkan harus banyak jalan.."
"ouh gitu..hehe maklum mah, aku kan mau jadi ayah..masih takut² gitu"
"yaudah bantu Dita naik tangga aja, lagian kamar nya kenapa gak pindah aja sih Zra? naik tangga turun tangga bahaya loh"
"iya mah, niat nya juga hari ini mau aku pindahin semua barang² aku.."
"barang apasih kaya mau pindah jauh aja"
"maksud aku itu pakaian kami loh mah"
"ahh itu yaudah lebih baik kamu bawa pakaian Dita, pindahin ke kamar tamu yg dibawah"
"sekarang?"
"besok!"
__ADS_1