Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Berdamai


__ADS_3

"sttt...stt" lirih Ian sambil menganyunkan Dira di dalam gendongan nya..


"Mas? Dira??" tanya Dita bingung sambil melihat ke arah suaminya yg sama bingung nya dengan dirinya sendiri..


karena Dira sudah kembali terlelap dengan perlahan Ian menaruh nya di ranjang lalu menutup pintu dengan sangat pelan dan kembali berhadapan dengan kedua orangtua Dira..


"ehem? kalian kenapa?" tanya Ian melihat ekspresi wajah mereka yg tak biasa..


"Aa...Dira udah tidur lagi?" tanya Dita memastikan apa yg dilihat nya tadi benar..


"sudah dan kalian jangan menggangu keponakan ku! kita kembali ke ruang tamu dan melanjutkan obrolan kita" ucap Ian berlalu pergi meninggalkan sepasang suami istri itu..


"ckck! sejak kapan dia menggangap putri ku sebagai keponakan nya!" geram Ezra tak terima.


******


Diruang tamu Ezra masih menunjukan ekspresi kesal nya karena perkataan Ian tadi beberapa menit yg lalu..


"kenapa?" tanya Ian melihat ekspresi tak suka dari Ezra


"tarik kembali perkataan mu yg mengatakan Dira adalah keponakan mu!" ucap Ezra


"memang nya salah?" tanya Ian


"salah! sangat salah!!" jawab Ezra dengan cepat sedangkan Dita ia di buat pusing dengan perdebatan unfaedah mereka..


"Mas!! biarin aja Aa Ian menganggapnya Dira sebagai keponakan nya"


"tapi Mas gak rela sayang!"


"hadehh kenapa dah? saya dan Dita sejak dulu sudah berteman bahkan saat anda memperlakukan Dita buruk saya lah yg ada bersama nya..lalu apa salah nya menggangap anak dari wanita yg saya cintai dulu sebagai keponakan saya sendiri..sapa tau gk dapet ibu nya dapet anak nya" ucap Ian sengaja membuat Ezra mengingat kejadian dulu dan dengan candaan di akhir perkataan nya..


Brak***

__ADS_1


Ezra memukul meja di hadapan mereka lalu berdiri hendak menghampiri Ian karena tak terima dengan ucapan tapi terhenti karena Dita berdiri di hadapan nya dengan merentangkan kedua tangan nya seolah menghalangi jalan Ezra..


"sayang, menyingkir lah!"


"Mas, Aa Ian cuma bercanda Mas, lagian kenapa harus marah sih? bukan nya benar apa yg dikatakan Aa Ian?" ucap Dita yg di tanggapi Ezra sedang membela Ian..


"kamu bela dia?"


"aku gk bela Mas, tapi kan itu memang benar"


Ezra bungkam, memang yg dikatakan Ian benar tapi itu sudah lama berlalu dan sudah dikubur dalam² oleh mereka, karena mengingat dulu membuat Ezra sangat² bersalah..


"maaf" lirih Ezra menekuk wajah nya..


Dita menghela nafasnya lalu menangkup wajah suaminya agar menatap nya..


"Mas, I Love You" ucap Dita menatap dalam kedua mata Ezra


"I Love You More" jawab Ezra menggengam tangan Dita yg sedang menangkup wajah nya lalu mulai mendekatkan wajah nya ke Dita..


Ezra mengeram kesal sedangkan Dita ia malu karena lupa jika ada Ian masih disini..


"ckck pulang sana!" usir Ezra


"lah kok ngusir?"


"karena gua yg punya rumah!" ucap Ezra yg sudah tidak formal kepada Ian..


"Ta, suami kamu ngusir Aa?" adu Ian kepada Dita..


"hadeh..Mas, Aa..kenapa kalian gk berdamai aja sih!"


"Apa!!" ucap Ian dan Ezra bersamaan..

__ADS_1


"maksud kamu Mas harus berdamai sama dia gitu?" tanya Ezra kepada Dita...


"berdamai? memang nya kita berantem?" tanya Ian yg bingung dengan perkataan Dita..


"Aa, jangan bercanda deh..Aa tau betul maksud aku apa?" jawab Dita dengan ekspresi serius yg di tanggapi anggukan kepala oleh Ian..


"Mas, Aa mulai sekarang belajar lah berteman.."


"hahaha Mas sama dia? males banget!!"


"Mas jangan kaya anak kecil deh..udah punya anak juga masih begitu sifat nya? gk malu sama Aa Ian? dia aja bisa berfikir dewasa loh.."


Ezra menatap istrinya kesal karena lagi² Dita membela nya seolah Ian itu lah suaminya bukan dirinya sendiri..


"Aa gimana?"


"Aa sih gk keberatan Neng, tapi tuh suami kamu kaya nya gk mau banget.."


"mau kok, kata siapa gk mau..yah kan Mas?" tanya Dita kepada Ezra dengan tatapan seolah mengancam..


"i...iya"


"tuh Mas Ezra udah bilang iya..kalau begitu Aa Ian, Mas berjabat tangan.."


mereka menuruti perkataan Dita dan dengan perasaan canggung dan kikuk mereka berjabat tangan..


Huahhhhhhhh


terdengar kembali suara tangisan Dira dari kamar nya dengan cepat Ezra melepaskan jabatan tangan nya itu dan berlalu pergi menghampiri putrinya yg sedang menangis..


........


Author : maaf agak lama up nya karena ada kendala 😔 maaf sebesar besarnya...

__ADS_1


Btw bentar lagi Novel ini akan tamat dan akan di lanjutkan dengan cerita terpisah 😁..


__ADS_2