Menikah Dengan Anak Bos

Menikah Dengan Anak Bos
Mengantar Bibi


__ADS_3

"loh Mas itu apa?"


Ezra terdiam di tempat sambil terus melirik Dita yg sekarang berjalan kearah nya..


"banyak banget makanan"


"kamu tau?"


"iya..lagian aku juga menduga kalau Mas tidak bisa masak..dan akhirnya Mas memesan makanan.."


"hehe maaf, tapi lain kali Mas bakal masak buat kamu..janji"


"serius? kapan?"


"tunggu kamu hamil!"


"HAH?!"


"stt..diamlah simpan teriakan mu itu nanti, sekarang bantu Mas menata makanan ini"


Dita tersenyum simpul lalu membantu Ezra menata makanan nya di meja, setelah itu Dita memanggil bibinya untuk ikut makan sebelum pergi..


"makan lah bi.."


"kau yg memasak nya nduk?"


"tidak bi..tapi Mas Ezra"


"wah kamu bisa masak Zra?"


baru saja Ezra ingin menjawab tapi sudah kedahuluan Dita..

__ADS_1


"Mas Ezra pesan bi..udah ah makan yuk"


Mereka memakan dalam diam yg terdengar hanya dentingan sendok saja sampai mereka selesai..


......🍁......


kini mereka tengah bersiap pergi ke kampung bibi dan juga Dita sudah masuk lebih dulu ke mobil sedangkan Ezra ia masih sibuk dengan telfon entah siapa yg ia telfon tapi Dita begitu penasaran..


setelah selesai dengan acara menelfon itu, Ezra kemudian masuk ke dalam mobil..


"sudah siap?"


"sudah!" jawab Bibi Dita dengan semangat..


Ezra mulai menjalankan mobil nya keluar dari gerbang di rumahnya itu..


perjalanan kali ini tidak sama dengan waktu itu yg dulu hanya ada kesunyian kini berubah..


mereka yg dulu nya diam kini mulai saling berbicara walaupun topik perbincangan tidak terlalu penting tapi bagi pasangan itu sangat lah asik..


tanya Dita begitu Ezra menceritakan kisah cinta Romi yg kandas...


"ya begitu lah, tapi kita berdoa saja kalau dia memang serius dengan pernikahan nya.."


"semoga saja Mas..aku masih ngk nyangka kalau kak Romi bakal nikah.."


"kenapa, kecewa?"


"sedikit..tapi yg terpenting aku bahagia..karena dia mulai membuka hatinya untuk yg lain, aku harap mereka bahagia Mas"


"hmm..lalu kapan kita bahagia?"

__ADS_1


tanya Ezra tiba² membuat Dita diam seribu bahasa, untung saja bibinya tengah tidur jika tidak..entah apa yg terjadi..


dengan senyum yg menjelaskan ketulusan yg dalam ia pancarkan kepada Ezra..


"kita pasti akan lebih bahagia Mas.."


batin Dita namun tidak bisa ia mengatakan kepada Ezra..


"kenapa diam?"


"engk..aku cuma pusing"


"pusing? kau sakit?"


Ezra mulai menyentuh dahi Dita dengan punggung tangan nya sedangkan tangan nya satu lagi masih memegang stir kemudi..ia hanya ingin memastikan bahwa Dita tidak panas dan benar saja tidak panas,.lantas Ezra lanngsung menoleh ke Dita sekilas lalu ia fokus ke jalanan lagi..


"tidak panas, tapi wajah mu memerah..kamu malu atau memang sakit?"


Goda Ezra berhasil membuat Dita salah tingkah..


"sudah lah jangan malu, Mas seneng kalau kamu memerah seperti tomat itu..apalagi kamu begitu karena Mas"


ucap Ezra sambil terkekeh pelan..


"huft..Mas jangan begitu..aku jadi malu banget"


"hahaha begitu saja Malu, jika kamu tidak memakai sehelai benang pun di baju mu..apakah kau akan malu juga hmm?"


ucap Ezra lagi lalu menatap Dita sekilas, terlihat wajah Dita yg sangat merah padam, dan saat Ezra menatap nya Dita langsung membuang muka nya hingga ia menatap ke arah jendela mobil di samping nya..


memikirkan perkataan Ezra tadi sungguh membuatnya mati kutu!

__ADS_1


"astaga Mas Ezra sejak kapan semesum ini? huh untung aja bibi tidur kalau tidak habis lah aku..aku malu banget"


batin Dita dalam hati


__ADS_2