
"tuan tidak masuk?" ucap Dita melihat Ezra hanya berdiam diri di mobil nya tanpa berniat keluar dari sana..
"tuan?"
"hn?"
"tuan tidak ingin masuk?"
"aish..."
"tuan, saya tau anda tidak akan nyaman berada di rumah seperti ini..tapi tuan hilangkan rasa kemewahan anda cuma malam ini..."
Ezra langsung menatap tajam ke arah Dita yg menurutnya sedikit menghina nya..
"maksud mu saya tidak bisa hidup tanpa kemewahan begitu? enak saja..saya bisa..udah turun saya capek mau istirahat.."
"bukan begitu tuan.."
"cepat lah turun atau mau saya kunciin kamu di dalam mobil?"
tanpa berkata lagi Dita langsung turun dari mobil, Ezra pun segera mengunci mobil nya sesaat Dita sudah turun..
"disini gak ada maling kan?"
"ng? di semua daerah pasti ada yg namanya maling tuan"
"maksud mu disini ada??"
"iya saya kurang tau tuan, tapi sepertinya memang ada"
"hah..seharusnya saya membawa Bayu kemari.."
"Bayu?"
"gausah kepo! udah masuk sebelum ada yg lihat, kamu mau kita di gotong orang warga?"
"lah..kita tinggal bilang aja udah menikah.."
"pftt...kamu masih anggap saya suami?"
"ng...ayok tuan silahkan masuk"
Dita memilih mengalihkan topik pembicaraan nya, dan berjalan lebih dulu untuk membuka pintu rumahnya..
__ADS_1
"tuan? masuk..." Dita kembali berucap saat melihat Ezra hanya berdiam diri saja sedangkan matanya tidak hentinya menilai rumah ini..
"tuan? ayoklah saya sudah lelah.."
"masuk lah lebih dulu..saya harus menelfon seseorang"
Dita langsung menarik tangan Ezra hingga mereka berdua benar² berada di dalam rumah..
perlakuan yg Dita lakukan tadi membuat Ezra tak berkutik..
"tuan duduk sebentar saya akan merapikan kamar saya.."
Saat Ezra ingin menjawab, Dita lebih dulu pergi menuju kamar nya..
selang beberapa menit kemudian Dita sudah kembali ke hadapan Ezra, dengan sudah mengganti pakaian nya dan juga membawa tikar dan bantal serta selimut tipis untuk nya..
"tikar?"
"iya ini tikar tuan kenapa?"
"maksud kamu saya tidur di tikar?"
"engk..tikar ini untuk saya tuan"
"hah?"
Dita menjelaskan maksudnya membawa barang ini dan Ezra hanya ber O ria saja..
"hmm saya ingin mandi.."
"mandi? tapi ini sudah malam tuan.."
"tidak perduli..badan saya sangat lengket jadi saya mau mandi, memang nya kamu engk mandi"
"hehe saya takut rematik tuan.."
"jorok, antar saya ke kamar mandi.."
"itu masalahnya tuan, disini gak ada kamar mandi..kalau mandi di belakang ada sumur..tuan mau?"
mendengar penuturan Dita, membuat Ezra langsung mengusap wajah nya..
"tuan ganti baju saja, lagian air sini kalau malam sangat dingin tuan"
__ADS_1
"baju? baju siapa?"
"baju Alm ayah saya tuan, saya udah siapkan untuk anda di kamar.."
"kamu nyuruh saya pakai pakaian bekas? hah?!"
"yah..ada nya seperti itu..kalau tuan tidak mau ya gpp tuan.."
"aishh gila saya lama² disni! dimana kamarnya?"
"pintu papan putih itu tuan kamar saya.."
Ezra langsung bangkit menuju kamar yg dituju Dita tadi..dan benar ia melihat baju yg di siapkan Dita, ia mengambil baju itu dan mencium aroma nya..
"huek..bau hangit amat nih baju...gila kali yah dia, nyuruh saya pakai pakaian begini.."
Ezra langsung membuang baju itu ke lantai..kemudian pandangan nya tertuju di kamar ini..kecil, tempat tidur yg minimalis banget berbeda dengan punya miliknya, dan ada yg menggantung diatas tempat tidur itu sebuah kain tipis seperti jaring...
"Dita!!"
Dita yg tadinya ingin merebahkan dirinya langsung mengurungkan niat nya karena mendengar suara teriakan Ezra..
"tuan..jangan berteriak.."
"aish..ini apa?" tunjuk Ezra kepada kain tipis seperti jaring..
"ouh ini kelambu tuan, guna nya biar gak di gigit nyamuk..kalau dirumah tuan kan ada Ac dan juga di kasih obat nyamuk..tapi di sini kami pakai kelambu.."
"jadi maksud mu? saya pakai kelambu sedangkan kamu tidak?"
"emm saya sudah berteman dengan nyamuk disini..tuan gak perlu khawatir."
"saya gak khawatir, saya cuma nanya!"
"iya sudah tuan selamat malam.."
Dita pamit keluar dari kamar nya, namun terhenti karena melihat baju yg berada di lantai..lantas ia langsung memungutnya..
"tuan..kenapa baju ini di lantai?"
"saya yg buang.."
"apa?! tuan membuang nya?! tuan! saya kan udah bilang kalau tuan tidak ingin memakai nya tidak perlu sampai di taruh di lantai! tuan kan tau ini baju Alm ayah saya setidaknya hargai tuan!!" Dita tidak bisa menahan amarah nya lagi dan ia menumpahkan amarahnya kepada Ezra sang pembuat ulah..
__ADS_1
setalah mengatakan itu, Dita kembali keluar menutup pintunya secara kasar..meninggalkan Ezra yg hanya menganga tak percaya dengan aksi Dita...seperdetik kemudian Ezra tersadar bahwa dirinya sudah membuat Dita sedih...
Note: Jangan lupa buat para readers tinggalkan jejak yah..jangan pelit² jempol yah hehe dan jangan lupa voment☺ dan kasih saran untuk author supaya membuat cerita lebih bagus lagi...tengkyu semua...