
Tak lama kemudian pesanan Dita sudah disiapkan..akan tetapi Dita tidak mulai memakan nya, ia kembali melirik ke arah mobil Ezra berharap Ezra kembali kemari menemani nya makan, namun apa yg Dita inginkan hanyalah sebuah keinginan saja yg nyata nya tidak akan tercapai..
Tidak ingin membuang waktu lagi dan membuat Ezra marah lantas Dita memulai acara memakan nya..
"nduk..tadi siapa?"
tanya sih penjual somay kepada Dita...
"mmm..anu...dia..."
Dita bingung ingin menjawab pertanyaan dari pedagang ini..entah ia harus memberitau nya bahwa yg bersama nya tadi adalah suami nya, tapi kembali lagi dengan kenyataan..
"dia...dia boss saya pakde"
"walah..kenapa gak ikut makan nduk.."
"emmm...dia...dia cuma nganter saya pakde"
"oalah..gitu.."
saat hendak bertanya kepada Dita lagi, tiba² ada pembeli yg ingin memesan..
"bapak layanin pembeli yg lain dulu yah.."
"ngihh pakde monggo"
sih penjual tadi kembali melayani pembelinya saat sudah selesai berbicara dengan Dita, Dita pun kembali memakan somay nya,..
.......🍁.......
sambil menunggu pesanan, sang pembeli memilih duduk di depan Dita yg sedang memakan somay nya..
"makan kak.."
Dita yg melihat seorang pria yg tengah duduk dihadapan nya segera menawari makanan, walaupun dengan orang asing sekali pun Dita akan selalu ramah..
"haha iya mbak"
"jangan panggil saya mbak kak..panggil aja Dita"
"haha saya juga ngk mau di panggil kakak..panggil saya Davit"
__ADS_1
pria yg tengah duduk bersama Dita menggulurkan tangan nya berniat memperkenalkan dirinya..Dita pun menerima jabat tangan tersebut..
"Anindita..panggil aja Dita"
"Davit prayoga panggil aja Davit"
setelah selesai sesi perkenalan, akhirnya pesanan Davit sudah siap..
"lanjut makan yuk"
"mari kak"
"kok kakak lagi..davit..."
"hehe iya, maaf lupa"
"yaudah makan.."
Mereka melanjutkan acara makan nya yg sempat tertunda tadi..sedangkan di mobil Ezra sibuk dengan ponsel nya sehingga tidak menyadari apa yg terjadi di hadapan nya..
beberapa menit kemudian Dita terlebih dahulu selesai, ia segera membayarnya dan tak lupa berpamitan dengan pria yg baru ia kenal tadi..
"Vit..aku duluan yah.."
Setelah berpamitan Dita kembali ke mobil Ezra, rupanya Ezra masih setia dengan kegiatan nya..
"tuan?"
"hn?"
"saya sudah selesai..kita kembali ke rumah sakit yah"
"ah apa? maaf tadi saya lagi ngurus masalah kantor.."
"kita kembali ke rumah sakit yah..saya udah selesai makan nya"
"hmm udh gak ada yg mau dimakan lagi?"
"saya udah kenyang tuan"
"hmm baiklah"
__ADS_1
Ezra kemudian menghidupkan mobil nya dan kembali ke rumah sakit..
selama perjalanan kerumah sakit suasana kembali hening, mereka sibuk dengan kegiatan masing², lagi² Ezra kembali membuka suaranya..
"ehm..kamu masih inget kan dengan perkataan kamu tadi?"
"yg mana tuan?"
"kamu lupa?"
sejenak Dita diam, namun tak lama ia mengetahui apa yg di maksud Ezra..
"saya ingat tuan.."
"bagus..saya cuma ingetin aja takut kamu lupa"
"iya tuan"
setelah itu tidak ada lagi obrolan diantara mereka, dan keheningan kembali tercipta sampai di rumah sakit..
cklek**
Dita membuka pintu ruangan bibinya, ternyata bibinya sudah sadar..
"makasih suster udah menjaga bibi saya"
"kalau begitu saya permisi dulu.."
Dita hanya mengganguk lalu duduk di dekat bibinya sambil menggengam tangan beliau..
"bi..." Dita tidak bisa membentung airmata nya lagi, saat bibinya tidak sadarkan diri ia begitu sangat takut dan sekarang bibinya sudah sadar ia merasa begitu lega..
"Dita..kenapa kamu bawa bibi kesini? kita pulang aja yuk..biaya rumah sakit ini mahal loh"
"gk...bibi gak boleh kemana mana..Dita..Dita takut bibi kenapa napa"
"bibi gk papa..stt udah jangan nangis.."
bibi Dita segera duduk dan memeluk Dita yg sedang menangis untuk dirinya..lalu kemudian bibi Dita teringat sesuatu lalu melepaskan pelukan nya dan menatap Dita..
"pria itu..pria itu udah pergi kan?"
__ADS_1
Dita hanya bisa menunduk dalam isakan nya..
"Dia...."