
"KAU!!" ucap Ezra dengan amarah nya lalu menghampiri Dita, dan Dita yg melihat Ezra sedang menuju ke arah nya mulai melangkah mundur, sungguh ia sangat takut dengan tatapan penuh kebencian itu. belum saja ia menghindar, dengan cepat tangan nya sudah di cengkram kuat oleh suaminya..
"ahh..sakit..tuan" Namun rintihan Dita tidak di tanggapi oleh Ezra ia malah memperkuat lagi cengkraman nya hingga membuat Dita menangis..ini ke tiga kali nya Dita menangis di hadapan Ezra..
Ezra masih saja diam tapi tatapan matanya tidak henti menatap Dita yg sudah berhasil membuat nya amarah nya memuncak, Ezra yg melihat Dita menangis mulai melepaskan cengkraman nya tapi ia langsung...
PLAK** Ezra melepaskan cengkraman nya bukan karena merasa kasihan dengan Dita yg sedang menangis tapi ia ingin menampar nya sampai² Dita tersungkur di tanah..tapi bukan sampai situ saja ia di perlakukan oleh Ezra rupanya Ezra juga menyirami nya sampai tubuh nya basah semua, Dita hanya bisa menangis sambil memengang pipi nya yg di tampar Ezra tadi..
"hiks..tuan saya mohon berhenti.." Namun tetap saja tidak di tanggapi oleh Ezra, dia masih saja menyirami Dita dengan selang air tadi, sedangkan Ella yg sedari tadi melihat hanya bisa tersenyum miring karena pemandangan itu sangat lah indah untuk nya, namun ia harus berpura pura menolong wanita yg sudah menjadi istri Ezra itu supaya ia terlihat sebagai wanita yg baik di mata Ezra..
"sayang..udh jangan hukum Istri mu..kasihan dia" ucap Ella berpura pura menolong Dita..
"Diam lah El..aku akan menghukum nya karena sudah berani menyirami mu!"
__ADS_1
"sudah tidak apa²..lagian aku hanya terkena sedikit..aku mohon lepaskan dia..nanti dia bisa sakit" bujuk Ella lagi yg masih dengan berpura pura.
Mendengar kekasih nya memohon, Ezra langsung menghentikan aksinya dan menatap lembut ke arah Ella..
"sudah yah..lebih baik kita masuk..sebentar lagi sudah hampir malam..kau mau aku menjadi sakit karena diam di luar dengan baju ku sedikit basah hmm?"
"maaf sayang..kalau begitu kita masuk" ucap Ezra berbicara kepada Ella dengan Lembutnya sedangkan berbicara dengan Dita hanya ada nada amarah..
"dan KAU!! jika aku melihat mu melakukan ini lagi kepada kekasih ku..kau akan mendapatkan hukuman yg lebih berat lagi dan jangan harap aku melepaskan mu walau kekasih ku yg meminta nya!!" tegas Ezra kepada Dita lalu pergi ke dalam bersama kekasih nya sambil berpelukan, pemandangan itu tidak luput dari penglihatan Dita..tapi hanya bisa ia lakukan hanya menangis dan menangis saja..
"non..lebih baik non masuk saja..nanti masuk angin" ucap satpam itu bernama Tio, sedari tadi ia juga ikut melihat kekejaman yg Ezra buat terhadap Dita, ia menjadi kasihan terhadap nya..ia baru tau kalau Dita adalah istrinya Ezra karena perkataan Ella tadi.
semenjak pagi ia tidak di beritau Ezra kalau Dita adalah istrinya yg hanya pak tio tau bahwa Ezra membawa pembantu nya ke rumah ini, tapi tak di sangka justruh yg di sebut pembantu itu istri nya dan ia juga mengerti kenapa Dita begitu sedih..bagaimana tidak? ia harus melihat suaminya dengan wanita lain
__ADS_1
"non harus ganti baju sekarang..kalau tidak non bisa sakit" ucap pak Tio masih berusaha membujuk Dita..
"pak..saya tidak ingin masuk.."
"tapi non..jika anda tidak masuk..bapak takut kamu di hukum lagi.."
"hukum atau melihat kemesraan suami sendiri dengan wanita lain tidak ada bedanya pak"
"sabar non...non harus kuat.."
"hiks..hiks..Dita gk kuat pak..sedari tadi Dita mau menyerah saja.."
"tapi..." belom sempat pak Tio meneruskan kalimat nya tiba² terdengar suara barinton dari lantai 3 siapa lagi kalau bukan suaminya Ezra.
__ADS_1
"KENAPA MASIH DIAM?!"