
Ezra memandang Dita dengan senyum yg sangat menakutkan..
"kenapa di kunci?"
tanya Ezra selembut mungkin tapi indra pendengaran Dita suara itu sangat lah menakutkan..
"aku..aku..tadi lagi berendam Mas..takut---"
"takut Mas datang? makanya kamu kunci?"
tebak Ezra yg di anggukan Dita..
"tapi kenapa takut? kan Mas suami kamu, lagian juga Mas udah pernah nyelup walaupun cuma sekali celup terus dikeluarin"
perkataan Ezra membuat kedua pipi Dita memanas, ia malu saat Ezra memutar memorinya ke kejadian dimana mereka bersatu saat itu..
"Mas masih ingat betul bentuknya bagaimana..mm bahkan Mas masih ingat dimana Mas membuat tanda kepemilikan di tubuh kamu"
cukup! Dita sudah sangat malu, ia tidak tau harus menyembunyikan wajah malunya dimana..ia langsung saja menengelamkan wajah nya di dada suaminya, yg disambut gelak tawa oleh Ezra..
"kok peluk².. Mas bau loh"
Dita tidak mendengarnya, ia sudah ditulikan oleh perkataan Ezra tadi, ia sangat malu untuk mengangkat kepalanya..
"haha kenapa sih sayang, malu?"
"ihh Mas, bisa² nya bahas itu"
ucap Dita yg masih setia dengan posisinya
"yah salah siapa membuat Mas menunggu sangat lama di kamar ini"
"maaf Mas, aku tadi ketiduran"
elak Dita yg masih menyembunyikan wajah nya di dada Ezra
__ADS_1
"ketiduran atau...?"
"atau?"
"kamu mendengar Mas berbicara di telfon tadi yah"
tebak Ezra yg langsung mendapatkan jawaban dari Dita yg semakin mengeratkan pelukan nya..
"benarkan?"
"i..iya Mas.."
"begitu saja takut, lainkali jangan mengunci pintu..kalau kamu ada apa² di dalam sana bagimana? jangan buat Mas khawatir yah"
Ucap Ezra membelai rambut Dita yg sudah hampir mengering..
"Mas.."
"hm?"
"lelah? yah tidur lah"
"mm..maksud aku..bisa kah kita..me..nu..nda nya"
"menunda apa?"
"itu.."
"itu apa?"
Ezra sengaja membuat Dita kesal, namun bukan nya kesal Dita malah semakin malu..
"itu loh Mas"
"apa loh sayang, Mas gk ngerti"
__ADS_1
"buat Dira nya"
"Dira? jadi benar kan kamu dengar percakapan Mas?"
"iya Mas aku dengar..jadi bagaimana? bikin Dira nya tunda dulu yah aku lelah banget"
Dita berani mengangkat kepalanya dan menatap Ezra dengan tatapan sesedih mungkin berharap Ezra melepaskan nya malam ini..
"hhmm ok, yaudah Mas mau mandi dulu"
Dita tersenyum lega mendengar perkataan suaminya yg sejujurnya membuat ia sangat bahagia seperti mendapatkan lotre, perlahan Dita mengendurkan pelukan nya lalu berlalu pergi memakai pakaian nya..
Ezra melihat Dita sekilas lalu tersenyum miring sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi..
"Mas memang mengatakan ok, tapi tidak janji sayang"
batin Ezra lalu menutup pintu kamar mandi dan menyegarkan dirinya..
sedangkan Dita ia sudah selesai memakai pakaian nya dan sekarang ia tengah berbaring di ranjang empuk nya sambil menunggu suaminya keluar..
cklek**
pintu terbuka, Ezra keluar dengan piyama mandi nya, ia sengaja memainkan rambutnya kebelakang dan juga mengibaskan rambut basah nya di hadapan Dita..
Dita melihat penampilan suaminya sangat lah menantang iman, walau ia dari Desa tapi disuguhi pemandangan seperti ini siapa pun menjadi takjub bahkan dirinya sendiri masuk ke kategori itu..
ia tidak sadar bahwa Ezra sudah berada di samping nya, karena sangat terpesona dengan pemandangan tadi ia sampai lupa bahwa Ezra sekarang tengah berbaring di sampingnya..Ezra menarik selimut tebal itu lalu membuang piyama mandinya asal..sontak membuat Dita kembali tersadar..
"Mas kok gk pake baju?"
"memangnya kenapa?"
"entar Mas bisa masuk angin"
"kata siapa Mas masuk angin? orang Mas mau anget²an.."
__ADS_1
"hah? maksudnya apa?"