
Keesokan harinya~~~~
Ezra benar² menepati perkataan nya kepada Dita kemarin bahwa ia akan benar² pulang hari ini. dengan wajah yg berseri seri ia masuk ke dalam rumah nya..
"Assalamualaikum, sayang..Mas pulang" Ezra mengucapkan salam saat ia masuk ke dalam rumah nya tapi tidak terdengar seseorang yg membalas salam nya.
Ezra hendak mencari Dita ke kamarnya namun, mata nya berhenti karena mendapatkan Dita berada di dapur..
masih dengan senyuman yg menghiasi wajah nya Ezra menghampirinya dengan mengendap².
sepasang tangan melingkar di perut nya membuat Dita terkejut, tapi saat ia melihat cincin yg melingkar di jari itu membuat Dita mengetahui bahwa yg sedang memeluknya adalah suaminya.
Dita menatap sendu cincin yg melingkar di jari tangan suaminya yg terluka, lalu berlanjut ke cincin yg ia kenakan..sungguh ini membuat nya sakit..
"tangan Mas terluka" lirih Dita tanpa mengubah posisinya..
mendengar lirihan Dita membuat Ezra langsung membalikan badan nya..
"jawab salam Mas sayang, malah bertanya luka di tangan Mas"
"maaf Mas aku tadi lagi-----"
__ADS_1
Ucapan Dita terhenti karena Ezra tiba memeluknya dengan erat membuat Dita terkejut bukan main..
Dita hendak membalas pelukan itu karena ia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa ia juga merindukan suaminya..tapi belum juga membalas pelukan itu tiba² kesedihan nya bertambah kala mencium bau badan suaminya, bau nya seperti habis melakukan hubungan suami istri, bedanya aroma ini bukan diciptakan dari dirinya melainkan dari wanita yg sangat Dita kenali..
"Mas lepas.." Dita berusaha mengendalikan suara nya yg bergetar agar dia terlihat baik² padahal sebenarnya sangat sakit di dalam hatinya.
"gakmau..Mas kangen banget sama kamu!"
perkataan Ezra membuat Dita hampir saja membuat Dita runtuh, bagaimana bisa Ezra mengatakan bahwa dirinya merindukan dirinya sedangkan di luar sana ia sudah mendapatkan kehangatan dari yg lain..ingin sekali ia menanyakan langsung kepada suaminya itu darimana saja? mengapa berbohong?.. ingin sekali Dita menanyakan itu tapi mulutnya terkunci seolah mengatakan biarkan saja..ia hanya ingin Ezra langsung jujur kepada nya..
"Mas mandi gih" Dita masih berusaha mempertahankan suara nya..
Ezra melepaskan pelukan nya dengan terpaksa karena Dita selalu meminta nya dengan alasan aroma tubuh nya, ia juga begitu bodoh karena sehabis melakukan itu tidak langsung mandi karena ingin cepat² bertemu Dita..tapi semua nya ia tutupi agar tidak terlihat mencurigakan.
Ezra langsung menyapa sang bayi yg masih berada di perut istrinya..
"hey Dira sayang, daddy pulang..kita ngobrolnya nanti yah..mommy nya nyuruh daddy mandi dulu hehe"
"iya daddy, daddy itu bau makanya mandi dulu sana.." ucap Dita menirukan suara anak kecil..
Ezra tersenyum lalu beranjak ke kamarnya dan membersihkan nya tubuhnya..
__ADS_1
...🍁🍁🍁...
selang beberapa menit kemudian, Ezra kembali dengan wajah segarnya..ia menghampiri Dita yg sedang menyiapkan makanan nya...
"gimana udah wangi?"
tanya Ezra kembali memeluk Dita..
"udah kok hehe" jawab Dita tak memperdulikan apa yg Ezra lakukan..
"sayang?"
"ya Mas?"
"jangan pernah berbohong lagi.."
Seketika ucapan Ezra membuat Dita menghentikan aktifitasnya, ia sangat mengetahui apa yg di maksud suaminya itu..pastinya tentang kejadian di Cafe kemarin.
Dita berbalik lalu menangkup wajah suami dan tersenyum..
"aku juga gak mau Mas berbohong sama aku.."
__ADS_1
Jder!!