
Dita langsung menghampiri bibinya yg tengah tidak sadarkan diri..ia menaruh kepala bibinya di atas paha nya dan mulai menepuk pipi bibinya..
"bi..bangun bi..jangan buat Dita khawatir.."
tidak mendapat respon dari bibinya membuat Dita sangat ketakutan..ia tidak ingin kehilangan bibinya, sudah cukup ia kehilangan kedua orangtua nya..ia tidak mau jika bibi nya juga pergi meninggalkan nya..
"bibi..bangun...hiks bangun bi..."
masih tidak mendapat respon dari bibinya, Dita kembali meletakan kepala bibinya di lantai..ia lantas kembali bertemu dengan Ezra..
"tuan..tolong saya..bawa bibi saya ke rumah sakit"
"heh..apa yg aku dapatkan jika aku menolong mu.."
"tuan apakah menolong seseorang harus meminta balasan?"
"iya, itu berlaku untuk ku.."
"baiklah saya akan melakukan apapun yg tuan mau..tapi tolong selamatkan bibi saya..saya tidak..saya tidak mau kehilangan nya tuan"
Dita mengucapkan kata itu bersamaan dengan airmata yg selalu mengalir di pipinya..melihat itu Ezra menjadi iba...
"baiklah dimana bibi mu..kita bawa ke rumah sakit terdekat.."
"bibi di dalam tuan..ayok"
Ezra dengan terpaksa masuk kedalam rumah itu lalu mengendong bibinya dan membawanya masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Dita ia menutup pintu rumah nya lalu membantu membuka pintu mobil Ezra agar mempermudah nya memasukan bibinya kedalam..setelah itu Ezra mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh..
"Rumah sakit di daerah sini dimana?"
"di ujung jalan sana tuan"
"baiklah"
__ADS_1
Ezra kembali melanjukan kendaraan nya dengan cepat sampai tujuan..
"bibi..bertahan lah..Dita mohon.."
tak hentinya Dita mengecup tangan bibinya dan juga berdoa agar bibinya baik² saja..
.......🍁.......
Dita dan Juga Ezra sudah berada di rumah sakit yg tidak terlalu besar, dan bibinya sudah di periksa oleh dokter..kini mereka hanya tinggal menunggu dokter itu keluar dari ruangan nya..
cklek** pintu terbuka,.
"dokter bagaimana keadaan bibi saya dok?"
"dia baik² saja, tadi dia hanya syok..tolong jangan membuat nya syok berat nona..karena saat saya periksa tadi, sepertinya dia mempunyai penyakit jantung..ini sangat beresiko jika ia syok terlalu berat.."
"iya dok..saya mengerti..boleh saya melihat nya?"
"silahkan, tapi jangan berisik karena pasien butuh banyak istirahat.."
Dokter yg memeriksa bibinya tadi sudah pergi..
"Tuan..terimakasih.."
ucap Dita menatap Ezra dengan perasaan yg lega karena bibinya baik² saja..
"hmm..masuk lah..aku akan mengurus administrasi nya.."
"iya tuan.."
Ezra sudah pergi, kini Dita mulai memasuki ruangan bibinya itu..dan melihat bibinya sedang terbaring dengan selang impus yg melekat di tangan nya..
"bi..."
__ADS_1
Dita duduk dekat ranjang bibinya, ia kembali menggengam tangan bibinya..
"hiks..bibi maafkan Dita, Dita sudah membuat bibi seperti ini..maaf bi.."
dan spontan jari bibinya bergerak..
"bibi...."
"Di..Dita.."
"bibi jangan banyak bicara dulu, bibi harus banyak istirahat.."
suasana kembali hening, kemudian pintu ruangan nya terbuka menampakan Ezra yg sedang berdiri disana..
"tuan.."
"sttt..biarlah bibi mu istirahat..ini sudah siang, apa kau tidak lapar?"
apa ini? tiba² Ezra perhatian kepada Dita??
"jika tuan lapar..tuan bisa pergi, saya masih ingin bersama bibi.."
"aish..bibi mu tidak akan kemana mana, jika aku tau daerah ini maka aku akan pergi sendiri.."
"disini kan ada kantin tuan"
"aku tidak suka makanan kantin, terlebih lagi ini rumah sakit"
"tapi tuan.."
"sudah lah aku tau kau belum makan, sehabis selesai makan kau bisa kembali menjaga bibi mu..ku mohon"
Ezra memohon padanya? ini sangat lah langka..
__ADS_1
"baiklah tuan.."