
Sudah 1 bulan berlalu semenjak Dita bekerja di rumah ini, selama bekerja disini Dita selalu di perlakukan selayaknya anak sendiri oleh bos nya.
Malam ini sangat dingin karna di luar sedang turun hujan, semua lampu di rumah besar ini sudah dimatikan bukan berarti listrik padam.. di karna kan sudah larut malam dan semua anggota pergi ke kamar nya masing², jadi Dita memutuskan untuk mematikan lampu dan hanya menyisakan 1 lampu yg masih menyala. kemudian Dita pergi ke kamar nya yg berada di lantai 2, disitu lah kamar pembantu untuk dirinya dan bi Rina..
tadinya Dita tinggal di kamar tamu,namun saat berkunjung ke kamar bi Rina, ia sangat terkejut karna kamar itu berbeda dengan kamar nya..Dita yg tidak enak hati dengan bi Rina memutuskan untuk sekamar dengan nya.
***
Malam semakin larut hujan pun tidak berhenti turun melainkan menambah deras, suara petir yg menggelegar di langit sangat keras..hingga membuat Dita yg sedang tertidur tiba² terbangun.
"Astaga..petirnya kuat sekali..."
Dita terbangun karna suara petir yg begitu keras, berbeda dengan bi Rina dia masih tertidur dengan pulas..
Dita merasa tenggorokan nya kering memutuskan ke dapur untuk mengambil air minum, saat dahaga nya sudah terpenuhi ia melangkah lagi menuju kamar nya..namun, suara ketukan pintu yg begitu tidak sabaran mengurungkan niat Dita..
ia ragu² ingin membuka pintu itu terlebih lagi ini jam 2 malam, siapa yg akan bertamu malam² begini..sebelum membuka pintu Dita mengintip di jendela untuk memastikan sesuatu..sesaat ia melihat seseorang dengan pakaian yg sudah basah, tapi Dita tidak melihat wajah nya..saat ini Dita sangat takut jika orang itu adalah maling ..tapi maling mana yg mau memasuki khawasan yg penuh dengan keamanan yg ketat dan kalau juga itu maling, kenapa ia mengetuk pintu.. itulah yg ada di fikiran Dita.
Dita bingung harus apa dan berfikir untuk membangunkan bi Rina saja, saat ia ingin membalikan badan tiba² sudah ada seseorang di belakang nya..
"ah!! siapa!!"
"stt...kamu bisa membangunkan yg lain nya Dita"
"eh suara ini?? nyonya? kenapa nyonya disini?"
"tadi saya ke bangun karna suara petir dan melihat botol air ini kosong, jadi saya kesini mau mengisi"
"ouh..sini nyonya biar saya isi kan"
"tunggu, kamu ngapain dari tadi di pintu Dita?"
"astaga!! iya nyonya! sepertinya ada orang di pintu dari tadi dia mengetuk nyonya, saya mau buka cuma takut.."
__ADS_1
"hah?! tapi udh ngk ada suara ketukan nya lagi"
"mungkin udh pergi nyonya"
"coba saya periksa"
Nesya berjalan membuka pintu dan disana lah ia melihat seseorang yg sudah tergeletak di lantai..
"Astaga Ezra!!, Dita tolong bantu saya"
"hah..tuan Ezra"
"baik..nyonya"
Dita dan Nesya membawa Ezra ke kamar nya yg berada di lantai 4 dengan memakai lift.
***
"Dita tolong ambilkan handuk"
Dita pun mendapatkan perintah untuk segera mengambilnya handuk dan sudah di berikan kepada Nesya.
"ini nyonya"
"kamu siapkan baju ganti nya, saya akan mengelap dia dan tolong ke bawah ambil obat p3k, saya takut Ezra ada yg terluka.."
"iya nyonya.."
Dita turun kebawah menggunakan tangga karna kalau pakai lift dia tidak berani tanpa seijin Bosnya.
"ya ampun Ezra kamu kenapa?? apa yg terjadi sama kamu sayang?" ucap Nesya kepada anak nya, namun tidak ada jawaban dari Ezra. kemudian Nesya mulai mengelap dan menggantikan pakaian Ezra, tapi ia tidak mengganti celana Ezra yg di lakukan nya hanya membalutnya dengan handuk kemudian menyelimuti putra kesayangan nya itu..tidak beberapa lama Dita datang dengan sudah mengganti pakaian nya dan membawa kotak p3k..
"ini nyonya..."
__ADS_1
"terimakasih"
Nesya menatap Dita dan Ezra bergantian..entah sampai kapan ia bisa merencanakan untuk membuat Dita menjadi istri Ezra, selama ini ia gagal menjalankan rencana..namun kali ini ia mendapatkan ide..
"eum..Dita"
"iya nyonya??"
"saya minta tolong"
"iya nyonya katakan saja?"
"kamu tolong rawat Ezra yah, sepertinya dia demam, saya harus mengganti pakaian saya"
"ah..baiklah nyonya saya akan menjaga nya"
"tapi Dita..kau jangan sampai pergi meninggalkan Ezra sendiri..saya takut dia bangun dan butuh sesuatu.."
"tapi nyonya..berarti saya harus ada di kamar ini sampai pagi?"
"iya..besok biar bi Rina yg bekerja..."
"tapi..."
"Dita..."
"baiklah nyonya..sesuai perintah anda"
"yasudah saya tinggal dulu"
Nesya pergi meninggalkan Dita di kamar Ezra..Nesya berharap Ezra tidak bangun dulu, karna rencana nya agar mempergoki mereka berdua di kamar yg sama dan langsung meminta mereka untuk menikah..
"ya tuhan saya mohon supaya rencana ini berhasil.." doa Nesya dan kembali ke kamar nya..
__ADS_1