
Acara ultah yg di selenggarakan Dion untuk putrinya lumayan cukup mewah, mengingat bahwa Dion adalah pemilik hotel besar ini..
"kenalkan dia istri ku, Dita"
Ezra memperkenalkan Dita kepada Dion..
Dion mengulurkan tangan nya dan memperkenalkan dirinya juga kepada Dita.."Dion" sambungnya
Dita meraih tangan Dion dan juga memperkenalkan dirinya "Anindita" ucap Dita
"Zra, apa benar dia istri mu?"
"tentu saja, memang nya kenapa?"
"haha dia terlalu manis jika bersanding dengan mu" canda Dion
"hahaha tapi mau bagaimana lagi dia sudah bersanding dengan diriku, dan dia juga sudah menyandang menjadi nyonya Ezra"
"haha kalian memang serasi"
Ezra dan Dion saling menukar cerita, sesekali Dita juga ikut di seret ke arah perbincangan nya..
Skip>>
setelah selesai dengan acara yg melelahkan itu, kini mereka sampai nya..
"huft"
Dita menghembuskan nafasnya saat mereka sudah masuk ke kamar mereka..
"capek?"
__ADS_1
tanya Ezra saat ia sudah menutup pintu kamar hotel nya..
"hehe iya Mas, sedikit kok"
"baru acara begitu doang sudah saja lelah, apalagi yg lain"
"maksud Mas?"
"emm gak ada maksud kok..kamu mandi lah duluan"
"ya Mas"
Dita melengkahkan kakinya ke dalam kamar mandi sedangkan Ezra ia menundukan dirinya di sofa yg menghadap ke tv sambil memainkan ponselnya..
"Yu, bisakah besok kau yg menangani proyek nya?"
tanya Ezra kepada seseorang yg sedang di telfon nya..
"baik tuan, tapi anda tiba²----"
"saya ingin membuat anak dengan istri saya puas, hahaha"
Ezra mengatakan nya dengan gamblang dan juga dengan kekehan yg ringan, ia tidak menyadari di balik tembok itu Dita mendengarnya..
"astaga,..mati lah aku!"
Dita sudah selesai menyegarkan dirinya saat ia hendak membuka pintu kamar mandi, ia terhenti karena perkataan Ezra..
alhasil ia tidak jadi keluar kamar mandi dan malah menutup kembali pintu tersebut...
......🍁🍁🍁......
__ADS_1
Sudah setengah jam berlalu tapi Ezra tidak mendapati istrinya keluar dari pintu itu..
"mengapa lama sekali? apa dia tertidur?"
gumam Ezra lalu mendekatkan dirinya ke pintu kamar mandi itu..
diketuknya dan juga memanggil nama sang istri namun tidak ada jawaban membuat dia panik, ia meraih gagang pintu itu tapi tidak bisa membuat pintu itu terbuka..
"dikunci? tapi kenapa?"
gumam Ezra lalu kembali mengetuk dan memanggil istrinya yg masih berada di kamar mandi..
"Sayang, apa kau baik² saja, kenapa tidak keluar?"
teriak Ezra di luar pintu sedangkan di dalam nya Dita menjadi bingung antara membuka pintu itu atau tetap membiarkan nya..
"sayang, berbicara lah jika tidak maka Mas akan memanggil petugas hotel dan meminta mereka membuka pintu ini!"
ancam Ezra berhasil membuat Dita menegakan dirinya tapi tak langsung membuka pintu itu...
"sayang?"
Dita diam sampai beberapa menit, saat suara Ezra tidak terdengar, Dita berani melangkahkan kakinya dan membuka pintu itu..dan..
Gluk**
susah payah Dita menelan ludahnya, ia kira Ezra benar² pergi dan menemui petugas hotel tapi keadaan nya tidak seperti yg ia bayangkan, ternyata Ezra masih setia berdiri di balik pintu itu dan juga tersenyum devil yg membuat orang melihatnya menjadi ketakutan begitu juga Dita..
sedangkan Ezra yg sedari tadi menatap Dita yg di pastikan bahwa ia sangat terkejut melihat dirinya masih setia di balik pintu itu, memang tadinya Ezra akan benar² memanggil petugas hotel namun terhenti karena ia merasa ada sesuatu yg aneh..
ia melihat di lantai depan pintu, karpet itu basah dan hampir mengering, ia jadi menyimpulkan bahwa Dita tadinya sudah selesai mungkin mendengar dirinya mengatakan sesuatu di telfon tadi membuat Dita kembali masuk ke dalam kamar mandi..itulah alasan nya ia mengunci pintu dan juga tak mau menjawab panggilan Ezra..
__ADS_1
Author povv
Akhirnya dan akhirnya bisa update wuahhh sorry banget semua, saya merasa bersalah karena menggantung cerita ini..akhir² ini saya banyak masalah, mohon maaf sebelumnya, dan baru ini saya up kembali cerita (MDAB)..maaf membuat kalian kecewa..yah kalau kecewa sih haha sorry