
tak terasa ini sudah pagi hari, namun tetap saja tidak ada pergerakan dari Dita itu membuat Ezra sungguh menyesal..andai ia bisa memutar waktu, pastinya ia tidak akan berkata kasar seperti itu.
"Dita..bangun lah.."
panggil Ezra, ia masih setia menggengam tangan Dita dan tak henti² nya ia mencium punggung tangan itu dan mengucapkan kata maaf entah keberapa kali nya ia mengucapkan kata itu, yg pastinya sampai Dita belum membuka mata nya Ezra akan tetap seperti itu..
ternyata panggilan Ezra berhasil membuat Dita sadar, dengan perlahan ia mengerakan jari tangan nya dan juga membuka mata nya secara perlahan..
"Dita, kamu sudah sadar..sebentar aku panggilkan Dokter.."
Ezra langsung berlalu pergi memanggil Dokter...
beberapa saat kemudian datang lah Dokter bersama suster..
"Dokter coba periksa dia.."
"baik tuan"
Dokter memeriksa nya sekali lagi..
"sepertinya nona sudah pulih..tapi nona harus banyak beristirahat..jangan sampai anda melupakan memberi nutrisi untuk diri anda sendiri nona..nona ini punya magh jadi jgn telat makan yah?!" jelas Dokter ..
"i..ya dok.." jawab Dita..
"tuan saya tinggal dulu"
"dok kira² kapan ia bisa pulang?"
"jika sore dia sudah lebih baik, ia bisa pulang nanti"
__ADS_1
"baiklah terimakasih dok"
"mari tuan"
setelah memeriksa Dita dan memberitau tentang kesehatan Dita, Dokter itu pergi meninggalkan mereka berdua..
Dita pun hanya diam saja, ia tidak berniat berbicara sepatah kata pun, bukan merasa kesal atau apa kepada Ezra lebih tepatnya ia takut di marahi karena sudah menyusahkan suaminya itu..
"Dita..."
"maaf Mas...aku cuma bisa menyusah kan"
mendengar itu Ezra kembali menggengam tangan Dita, sontak membuat Dita langsung menatap suaminya, pandangan mereka terkunci sesaat..
"maaf..." kata itu yg terus di ulangi Ezra, ia tidak tau bisa selemah ini jika menyangkut Dita. jika saja ia tidak mencari Dita mungkin saja Dita sudah tidak ada lagi di hadapan nya, entah kenapa itu membuat Ezra sangat takut..
"maaf untuk apa Mas?"
"hiks...hiks.."
"jangan menangis lagi, aku mohon..sudah cukup aku membuat mu menangis.."
"Mas..sebelum Mas minta maaf sudah lama Aku memaafkan nya..."
"kamu wanita baik Dita..tapi aku..aku malah..."
"sttt..sudah lah Mas.."
"aku..aku takut..."
__ADS_1
"takut?"
"tidak bukan apa²...apa kau lapar? ingin makan apa hmm?" Ezra mencoba mengalihkan pembicaraan..ia belum siap jika mengatakan kepada Dita bahwa dirinya sangat takut jika Dita tidak ada..
"seterah Mas saja.."
"baiklah tunggu Mas yah..Mas akan pergi"
Ezra sudah pergi meninggalkan Dita..
sedangkan Dita bertanya tanya kenapa ia bisa di Rumah sakit? apakah Mas Ezra membawa nya? tapi kenapa? bukan kah Ezra bisa saja membiarkan nya dan ia bisa terlepas dari pernikahan ini..tapi kenapa dia menyelamatkan nya??
***
sejam kemudian Ezra kembali ke ruangan Dita dengan membawa makanan yg banyak..
"Mas..ini.."
"emm makan lah..aku membeli ini untuk mu..kata dokter kau harus banyak makan yg bernutrisi..ini ada buah²an, ada yougert, ada roti..ada juga makanan yg berat untuk mu"
"mas..aku tidak sanggup menghabiskan semua nya"
"tidak ada bantahan..coba dulu makan nanti juga kamu akan menghabiskan nya.."
Ezra membeli bubur untuk Dita makan, karena bubur di Rumah Sakit ini ia sangat tau rasanya..pasti tidak enak..
dengan hati² ia menyuapi Dita..
"Mas aku bisa sendiri.."
__ADS_1
"diam dan makan lah.."
Next>>>