
Sebelum adzan dzuhur berkumandang, Kevin dan teman-temannya menata ruangan untuk menjamu 100 orang pengunjung. Ruangan itu terletak di lantai dua. Karyawan di bagi menjadi dua. Kebetulan Nina di bagian menjamu pengunjung pariwisata bersama Agus, Bayu dan Anggi. Sedangkan yang lain menunggu restoran.
"Nin, tata yang rapi ya. Ayamnya di wadah yang paling besar." Anggi memberi instruksi.
"Iya Mbak." Nina dengan cekatan menyusun potongan ayam ke wadahnya.
Bayu dan Agus mengangkat satu drum Es teh di letakkan paling ujung. Anggi sendiri menata piring di ujung meja panjang satunya. Sedangkan bagian tengah berisisi Nasi dan berbagai lauk.
"Kira-kira bus datang jam berapa?" Tanya Bayu ke semua orang.
"Sekitar jam setengah satu katanya." Jawab Agus.
"Ok berarti masih ada waktu setengah jam. Kita teliti sekiranya yang masih kurangnya." Bayu mulai meneliti setiap tempat. Di ikuti oleh Nina.
"Mas, nanti aku di bagian ngawasi apa.? Nina bertanya. Soalnya tadi belum di beri bagian standnya.
"Kamu nanti di es teh aja ya Nin. Biar Anggi yang di bagian lauk." Jawab Bayu yang dipercaya sebagai ketua disini.
"Oke mas."
Tepat pukul 12.45 ketua rombongan pariwisata menuju ke tempat makan siang mereka. Ketua rombongan melakukan konfirmasi lanjutan kepada Bayu.
__ADS_1
"Berapa orang jadinya Pak?" Bayu bertanya dengan sopan.
"Total peserta beserta sopir 85 mas." Ujar ketua rombongan.
"Baik Pak. Ini tempat dan menunya sudah siap. Mekanismenya prasmanan ya Pak. Jadi setelah mengambil makanan dan minuman duduk di tempat yang telah di sediakan." Bayu menjelaskan mekanisme makan siang pengunjung.
"Iya. Oke. Bisa di mulai dari sekarang Mas?" Tanya ketua rombongan.
"Bisa Pak. Silahkan."
Rombongan pariwisata itu ternyata kalangan anak SMP. Mereka tertib mengantri di ujung meja. Satu persatu mulai mengisi piringnya dengan nasi beserta lauk pauknya. Nina menuangkan es teh ke gelas plastik. Dan di ambil oleh pengunjung. Bayu mengawasi dari pintu.
Seperempat jam kemudian semua pengunjung selesai mengambil makan. Semua duduk di tempat yang telah di sediakan. Mereka menikmati hidangannya. Ada yang berselfie ada juga yang memfoto makanan dan di unggah ke media sosial mereka.
"Boleh dong. Ini." Nina pun memberikan satu cup lagi es teh kepada siswi tersebut.
"Makasih Mbak." Katanya kegirangan.
Pukul 14.00 rombongan itu telah selesai menyelesaikan makan siangnya. Mereka juga segera menuju bus karena akan menuju ke lokasi selanjutnya.
"Pembayarannya ke kasir apa disini saja Mas?" Tanya ketua rombongan ke Bayu.
__ADS_1
"Langsung kasir Pak. Mari saya antar Pak." Bayu pun mengantar ketua rombongan ke tempat kasir.
Disana Kevin telah menyambut kedatangan ketua rombongan. Di bukanya catatan dari Bayu, yang berisi jumlah makanan yang di makan.
"Total 85 porsi ya Pak. Tadi kami mempersiapkan untuk 100 porsi. Ini di beli semua atau di bayar yang 85 ini Pak?" Tanya Kevin sopan.
"Saya beli semua aja Mas, di bungkus per porsi gitu bisa ya Mas?" Tanya Ketua rombongan.
"Bisa Pak. Di tunggu sebentar ya."
"Bay, tolong beritahu Anggi untuk mengemas sisanya tadi per porsi ya?"
"Okey, siap Vin." Bayu pun meninggalkan kasir. Dan mengkonfirmasi kepada Anggi.
Anggi dan Nina pun mengemas makanan itu kedalam bok makanan sebanyak 15 porsi. Lalu di masukkan ke dalam kresek merah besar supaya mudah membawanya.
"Ini Vin." Tak lama kemudian Bayu menyerahkan kresek itu ke Kevin.
"Ini ya pak, jadi total semua satu juta limaratus ribu." Kevin menyodorkan nota ke Ketua rombongan.
"Iya mas." Ketua rombongan pun membayarnya.
__ADS_1
"Terima kasih Pak. Semoga berkenan." Kevin menerima uang dan memasukkan ke dalam laci.
Setelah rombongan itu pergi semua sibuk membersihkan gedung prasmanan itu. Nina dan Anggi mengepel. Sedangkan Bayu dan Agus mengembalikan meja ke tempatnya.