
Pov Author
Keluarga Pak Burhan kini tengah berkumpul di ruang tamu. Ruang yang biasanya sempit, kini menjadi luas karena sofa yang biasanya ada di situ untuk sementara di keluarkan di ganti dengan tikar.
"Sudah lama kenal Kevin dik? " Umi, kakak perempuan Kevin bertanya.
"Baru dua bulan ini Mbak. " Jawab Nina sopan.
"Oh, ya? Kenalan dimana? " Tanya Umi lagi.
"Kebetulan aku juga kerja di restoran Mbak. "
"Oh, iya. "
"Umi, buruan sini bantuin Hanny, sebentar lagi tamunya datang. " Bu Burhan setengah berteriak memangil umi yang tengah mengobrol dengan Nina.
"Iya bu. " Jawab Umi juga dengan bertetiak, karena terhalang tembok antara ruang tamu dan ruang keluarga yang ada di belakang.
"Ayo dik. ikut aku. " Ajak Mbak Umi.
"Iya Mbak. " Nina mengikuti langkah Mbak Umi.
Di ruang tengah, tepatnya ruang keluarga. Hanny, dan beberapa orang termasuk Bu Burhan mengemas beberapa kue ke dalam kotak putih. Ninapun turut membantu, kasak-kusuk terdengar tetangga Kevin menanyakan siapa Nina.
"Sini Mbak! " Hanny seperti tahu situasi, melihat calon kakak iparnya celingukan, Hanny memanggil.
"Oh, iya. " Nina tersenyum dan mendekat ke arah Hanny.
"Di jemput jam berapa tadi Mbak? " Hanny membuka percakapan di kala Nina duduk di sampingnya.
"Jam setengah lima Mas Kevin sampai di rumahku Mbak." Kata Nina
"Hehe, jangan panggil aku Mbak dong Mbak Nina. Kan Mbak Nina calon kakak iparku. Masa aku di panggil Mbak. " Hanny becandain Nina.
__ADS_1
"Emang kliyatan tuaan kamu kali Han. " Kata ibu-ibu di samping Hanny.
"Aduh duh, ini nih resiko punya kakak perjaka tua. Dapat calon umurnya di bawahku." Canda Hanny sambil menepuk keningnya. Ibu-ibu yang di samping Hanny ikut tertawa, Nina juga ikut tertawa.
"Trus aku harus panggil apa dong? " Tanya Nina.
"Panggil Hanny aja Mbak. Lebih mudah." Kata Hanny memberi saran.
"Nggak sopan ah. " Tolak Nina.
"Dik Hanny kalau gitu. " Saran Hanny lagi.
"Ok, dik. " Sahut Nina sambil mengerlingkan mata. Hanny cepat akrab dengan Nina di banding saudara Kevin yang lain.
Acara lamaran Indah di mulai. Keluarga pihak laki-laki datang. Ada dua mobil dan beberapa motor. Mungkin itu kerabat dan juga tetangga. Mereka membawa seserahan khas orang lamaran.
Keluarga Kevin menyambut kedatangan calon besan. Pak Burhan dan istrinya memakai baju batik sarimbitan, tampak serasi beliau berdua. Senyum sumringah terpancar dari wajah orang tua kevin.
"Sudah selesai ayo siapkan hidangannya." Kata Mbak Umi.
Bagian dapur pun mulai sibuk menata piring di atas nampan besar. Racikan nasi soto ayam itu disiram dengan kuah panas. Untuk jajanannya sudah di suguhkan ketika datang tadi dengan teh dan kopi.
"Mbak Nina bantuin aku bawa ke depan ya. Disini cuma kita yang singgle." Ajak Hanny. Dan Nina mengangguk.
Nina mulai membantu Hanny. Sama seperti menyuguhkan kue dan minuman tadi. Setelah semua dapat piring, Hanny dan Nina mundur ke belakang. Semua tetangga yang ikut membantu juga ikut makan.
"Hanny, ledenin calon kakak iparmu. " Kata bu yati, tetangga Hanny.
"Eh, nggak usah bu. Saya bisa ambil sendiri. " Kata Nina sungkan.
"Nggak usah sungkan Mbak Nina. Ayo ambil kalau gitu. " Kata Bu Yati lagi.
"Iya bu. "
__ADS_1
Ninapun mengambil satu porsi nasi soto dan mulai makan dengam ibu-ibu yang lain. Nina juga mengakrabkan diri dengan tetangga Kevin. Acara selesai pukul 10.00 malam. Semua ikut membersihkam sisa acara.
"Nin, nggak usah ikut cuci piring. " Kata Kevin di ambang pintu dapur.
"Cieee perhatian tuh. " Hanny meledek. Ibu-ibu yang lain juga.
"Nggak papa Mas. " Kata Nina denga wajah bersemu. Dan segera menyelesaikan cucian piringnya.
****
"Bu, Nina pamit. " Nina menyalami ibunya Kevin.
"Iya Nak. Tunggu sebentar. " Kata Bu Burhan.
"Um, mana tadi bungkusan buat Nina. " Bu Burhan ke belakang memanggil Mbak Umi.
"Nggak usah repot-repot bu. " Kata Nina ketika Bu Burhan menyodorkan satu kresek besar berisi makanan.
"Nggak repot. Di antar Kevin kan? " Tanya Bu Burhan.
"Iya bu. " Jawab Nina, dan menerima bungkusan dari ibunya Kevin.
Nina pamit kepada Bapak, dan Kakak juga adik Kevin. Kemudian Kevin mengantar Nina ke restoran.
"Terimakasih ya Nin. Kamu mau ku ajak ke rumahku." Kata Kevin setelah Nina turun dari motornya di depan restoran.
"Iya Mas. Sama-sama. Aku masuk dulu ya. " Pamitnya.
"Iya. Istirahat ya! "
"Siap. "
Setelah memastikan Nina masuk ke restoran, Kevin pun memutarbalikkan motornya dan kembali ke rumah.
__ADS_1