
Acara resepsi berakhir sebelum adzan ashar. Pihak WO pun mulai membersihkan tempat acara. Kediaman Kevin pun kini mulai lenggang. Para saudara dan tetangganya yang tadi berkumpul, kini sudah pulang ke rumah masing-masing, tinggal keluarga inti Pak Burhan yang berkumpul di ruang keluarga untuk menikmati makan siang yang tertunda.
"Ayo, silahkan makan. " Kata Pak Burhan yang baru datang. Dan melihat semua menunggu beliau di meja makan.
"Iya Pak. "
Semua menikmati makan siang dengan lahap. Karena capek dan juga kelaparan. Bahkan pengantin malah dari pagi belum makan.
"Jangan sungkan Nak Aris. " Kata Bu Burhan melihat menantu barunya tampak malu untuk mulai makan.
"Iya Ris. Nanti kamu malah kelaparan nggak ada yang tau lo. " Canda Mas Ipul.
"Hehe. Iya Mas! "
"Udah ya, aku duluan. " Kevin menyelesaikan makannya dengan cepat
"Mau kemana Vin? " Tanya Bu Burhan.
"Jemput Tuan Putri kalii. " Sahut Hanny.
"Sotoy loe. " Kata Kevin menoyor kepala adik bungsunya.
"Ih. sakit tau." Hanny mengelus kepalanya yang lumayan sakit.
"Bener Vin? " Tanya Mas Awan.
__ADS_1
"Iya mas. Pinjem motor ya? " Kata Kevin.
"Halah, jemput cewek nggak pakai modal. Sukanya minjem. Kredit sana! " Ejek Hanny.
"Mau gue toyor lagi.? " Tangan Kevin sudah bersiap akan menoyor Hanny.
"Ogah. " Hanny menjauh, ganti duduk di dekat Mbak Siti.
"Iya Vin, mending kamu kredit motor. Nanti ibu bantu cicilannya. " Kata Bu Burhan.
"Enggak ah, kredit motor bikin kepala pusing. Emang keren, motor baru. Tapi cicilannya bikin pusing kepala." Jawab Kevin
"Ya udah. nih, kuncinya cepet pergi sana, keburu malam. " Kata Mas Awan.
"Ok. Makasih Mas. " Kevin menerima kunci itu.
"Motornya kasihin Kevin aja Mas. " Kata Mbak siti setelah semua meninggalkan meja makan untuk beristirahat. Tinggal dia dan suaminya yang di meja makan.
"Sebenarnya udah tak tawarin tapi dia nolak terus. Kamu kayak nggak tau Kevin aja, kalau bukan dari keringatnya sendiri mana mau dia. " Kata Mas Awan.
"Iya juga sih. "
"Udah, nggak usah di pikir! "
Mbak Siti pun membereskan meja makan. Kemuadian juga dia siap-siap beristihat. Besok sudah mau kembali pulang ke rumahnya yang ada di kabupaten TulungAgung.
__ADS_1
...****************...
Seperempat jam perjalanan Kevin mampir dulu ke pom bensin guna mengisi bahan bakar motor Mas Awan. biar nanti kalau di bawa pulang ke Tulungagung tidak perlu mampir ke Pom lagi.
Kevin kini sudah memasuki jalan ke desa Nina. Jalan yang berbatu dan tidak rata membuat Kevin melambatkan kaju motornya.
"Mbak, Mas Kevin sudah datang!" Seru Tiara yang tengah asyik belajar di bawah pohon mangga depan rumah.
Sengaja dahan pohon mangga itu tidak di pangkas, buat suasana rimbun. Di bawahna juga ada amben kecil, buat duduk-duduk cukuplah untuk sekitar enam orang. Matahari sudah menggelincir ke barat, jadi semilir angin membuat siapapun betah di bawah pohon itu.
"Hay Ra!" Sapa Kevin ketika baru saja memarkirkan motornya di samping amben.
"Hay juga Mas. " Balas Tiara sambil menyalami Kevin. Kevin duduk di samping Tiara.
"Tadi kenapa nggak ikut ke acara pernikahan? " Tanya Kevin.
"Emang aku di undang Mas? " Tanya Tiara menyipitkan mata menoleh ke Kevin.
"Iya lah, kan undangannya Bu Ida sekeluarga. " Lanjut Kevin.
"Hem, becanda Mas. Tadi aku sekolah nggak enak bolos. " Kata Tiara.
"Sesekali bolos juga nggak apa Ra? "
"Eh, jangan ajarin bolos Mas. Ntar denger Mbak Nina bisa berabe. Bentar ya, aku panggilan Mbak Nina. " Tiara bangkit dari duduknya dan berjalan ke dalam rumah.
__ADS_1
"Ok, bilang kalau udah di tunggu. " Kata Kevin.
Tiara mengacungkan dua jempol tangannya dan lanjut berjalab ke dalam rumah. Sementara Kevin bangkit dari duduknya dan memilih duduk di kursi teras.