Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
Andre Menerima dengan Lapang Dada


__ADS_3

Setelah selesai membikin kopi cangkirnya. Kevin menuju meja kerjanya. Otomatis dia melewati basenya Nina.


"Nin, nanti jadikan cerita?" katanya setelah sampai di base Nina.


"Cerita apa Mas?" Tanya Nina.


"Yang tadi malem."


"Oh, itu. Nanti aja mas. Masih jam kerja kan?" Kata Nina.


"Ok, iya. Nanti sepulang kerja." Kevin berlalu.


Atikah yang melihat Kevin dan Nina berbincang-bincang melirik jahat. Kelihatan tidak rela sekali. Apalagi tatapan Kevin kepada Nina terlihat berbinar. Menambah panas hatinya.


Dulu sebelum ada Nina memang Atikah yang paling popular daripada yang lain. Istilahnya semua orang suka padanya. Selain pintar berkomunikasi. Atikah memang paling jago masak, masakannya sesuai selera lidah. Makanya dia jadi kesayangan bosnya (Pak Hari). Tapi semenjak kehadiran Nina semua berubah, dia merasa tersisih.


"Ngomong apa loe sama Mas Kevin." Atikah mengintimidasi Nina.


"Nggak ngomongin apa-apa Mbak, cuma ngobrol biasa." Nina sekarang sudah berani menjawab. Kalau dibiarkan lama-lama dia akan tertindas.


"Denger-denger nanti malam loe mau ngobrol sesuatu sama Mas Kevin." Delik Atikah.


"Lha itu Mbak Atikah tau sendiri. Kok nanya?" Kata Nina.

__ADS_1


"Jangan macem-macem." Gertak Atikah.


Nina hanya mengangkat bahu. Malas meladeni orang iri. Lebih baik dia fokus sama kerjaanya. Semakin diledenin semakin menjadi-jadi dia.


"Ngomong apa Atikah tadi Nin?" Wati ternyata melihat Atikah di base Nina.


"Nanyain aku ngobrol apa sama Mas Kevin Mbak?" Jawab Nina.


"Emang sirik tu anak." Kata Wati lagi.


"Biarin Mbak. Lagian aku sama Mas Kevin juga sekedar ngobrol Mbak." Kata Nina.


"Iya, tahu Nin. Tapi kalau menyangkut Kevin, dia pasti ikut campur."


"Masa sih Mbak?" Nina penasaran.


****


Siang itu saat istirahat siang Nina menyempatkan diri membuka ponselnya.


Ada notif pesan dari Andre.


[Nin, sebelumnya aku minta maaf kalau selama ini aku terlalu mengekang kamu. Aku pikir itu adalah bentuk perhatianku sehingga kamu bisa nyaman. Tapi ternyata kamu malah nggak nyaman dengan semua yang aku lakukan.] WA pertama Andre

__ADS_1


[Setelah aku pikir-pikir aku menerima keputusan kamu. Semoga kamu bahagia dengan keputusan kamu.] WA kedua Andre.


Nina membaca berulang pesan dari Andre. Hatinya sekarang merasa lebih tenang, setidaknya Andre tidak dendam kepada dirinya.


Lalu Nina membalas pesan Andre.......


[Terimakasih Ndre, semoga kamu juga menemukan yang lebih baik daripada aku. Dan kita sekarang bisa berteman kan?]


Setelah di tunggu agak lama, Andre juga tak kunjung membalas. Nina memutuskan shalat dzuhur dulu. Dia berencana ke minimarket menemani Wati. Katanya mau membelanjakan uang bonusnya.


"Nin, udah selesai sholatnya?" Ketika salam kedua Wati segera menyapa Nina.


"Udah Mbak? Sekarang perginya?" Tanya Nina.


"Ya iyalah. Mumpung jam segini, ntar keburu waktu istirahat habis." Wati mulai bersiap-siap mengganti seragamnya dengan pakaian bebas.


"Ok deh Mbak, bentar ya Nina juga mau ganti baju."


Nina juga mengganti bajunya dengan kaos santai. Lengkap dengan sepatu kets melekat di kakinya. Mereka berdua keluar dari kamar dan menuju parkiran.


"Kamu yang di depan ya Nin?"


"Ok Mbak. Supermarket yang di deket perempatan itu kan Mbak?" Tanya Nina.

__ADS_1


"Iya Nin. Di situ kan grosir. Jadi lebih murah." Kata Wati.


Akhirnya mereka berdua meluncur ke supermarket yang di maksud. Membelanjakan bonusan kemarin. Lumayanlah seratus ribu bisa buat beli berbagai macam kebutuhan mereka.


__ADS_2