Menikah Dengan Perjaka Tua

Menikah Dengan Perjaka Tua
BAB 46


__ADS_3

"Bu, ." Nina mencari ibunya sampai ke belakang dapur.


"Iya Nin. Ini Ibuk cuci tangan ambil air wudhu sekalian. " Seru Bu Ida.


"Tiara sudah pulang bu." Kata Nina.


"Ouh ya? Katanya tadi jam 1 lo. " Bu Ida memasuki rumahnya.


"Nggak tahu. " Nina menggedikkan bahu.


Bu Ida memasuki rumahnya untuk shalat dzuhur dulu. Mengetahui sang ibu sudah memasuki rumah, Ninapun bersiap mengambil air wudhu untuk shalat berjamaah dengan ibunya.


Di ruang kecil itu pasangan ibu dan anak melaksanakan shalat dzuhur berjamaah. Nina yang mwnjadi makmum tak kalah khusyu' dari ibunya. Selesai shalat Nina ikut mengaminkan setiap doa yang di panjat kan ibunya.


"Ibu siapkan makan siang Tiara dulu Nin. " Kata Bu Ida.


"Iya bu. " Nina melipat mukenanya dan menaruh pada rak kecil di ruangan itu.


Bu Ida menuju dapur. Beliau menyiapkan makan siang untuk bungsunya. Tak lama kemudian dua putrinya berjalan ke arah meja makani. Tiara telah duduk di kursi, sedangkan Nina membantu ibunya membawa sayur ke meja makan.


"Mbak Nina tadi sampai rumah jam berapa?" Tanya Tiara ketika semua sudah duduk di meja makan.


"Sekitar setengah sembilan paling." Jawab Nina.

__ADS_1


"Ayo makan dulu Ra. " Kata Bu Ida menyela percakapan anaknya.


"Iya. Ayo Mbak!" Ajak Tiara.


"Iya aku udah makan tadi sebelum kamu pulang. " Kata Nina.


Tiara pun mulai menyendokkan nasi ke piringnya dan mengambil lauk pauk. Sedangkan Nina, duduk di samping Tiara untuk menemaninya makan siang. Sementara Bu Ida, memilih masuk ke kamarnya untuk istirahat barang sebentar.


"Mbak tadi dianter siapa? " Kata Tiara di sela-sela makannya.


"Dianter temen. "


"Cowok ya? " Tanya Tiara selidik.


"Ya jadi omongan Mbak. " Kata Tiara balik menatap Nina.


Flashback On


Tiara hari ini pulang sekolah lebih awal, dia mengayuh sepeda mininya. Jarak rumah dan sekolahnya tidak terlalu jauh. Dia melewati jalan desa. Sebelum sampai rumah ia melewati segerombolan ibu-ibu yang tengah bergosip di warung kelontong milik bu Sri.


"Tiara, berhenti dulu. " Seorang ibu bertubuh gempal menyuruh Tiara berhenti. Tiara pun berhenti melajukan sepedahnya.


"Iya ada apa Budhe? " Tanya Tiara.

__ADS_1


"Eh, itu tadi Mbakmu pulang di antar siapa? " Tanya bu Jumi yang bertubuh gempal tadi.


"Nggak tau budhe, memang Mbak Nina sudah pulang ya? " Tanya Tiara yang memang nggak tau kalau Mbaknya pulang.


"Iya, tadi diantar sama cowok. Kayanya ganti cowok deh, perawakannya lebih kecil dari Andre. " Kata Bu Jumi lagi.


"Nggak tahu aku Budhe."


"Ya makanya kamu kalau sekolah yang bener ya Ra. Kasihan ibu kamu kalau nyeleweng. Jangan kaya si Nina, masih sekolah pacaran. Baru beberapa hari kerja di kota udah ganti pacar lagi. " Cibir Bu Jumi.


Ibu-ibu yang lain juga tampak berbisik-bisik. Ya begitulah hidup di desa, ada saja tetangga yang berkomentar dengan kegiatan orang lain. Belum tentu dia sendiri lebih baik.


"Ya udah ya Budhe, Tiara pulang dulu. " Tiara memilih meninggalkan ibu-ibu yang tengah bergosip itu. Dia mengayuh sepedanya lagi, 200 meter lagi dia akan nyampe rumah.


Flashback off


Nina termangu mendengar cerita adiknya. Secara tidak langsung nama ibunya juga akan tercemar karena kejulidan tetangga mereka. Beruntungnya Bu Ida tidak pernah ikut tetangga yang merumpi.


"Jangan bilang ibu ya Ra? " Pinta Nina.


"Iya Mbak. Makanya pas ibu tidur aku baru ngomong. "


Nina kembali membereskan meja makannya. Dia mengembalikan lauk yang tersisa ke dalam lemari makan. Sedangkan Tiara yang mencuci piring. Setelah semua beres, Nina dan Tiara juga masuk kamar untuk istirahat siang.

__ADS_1


__ADS_2